
Setelah puas memuaskan suaminya, bagaikan ****** yang menjadi teman tidur pria hidung belang. Bella mengusap kasar seluruh tubuhnya dengan air shower yang begitu deras. Dia menutup kedua matanya, sambil menggosokkan sabun ke tubuhnya.
Ia tersenyum, dinding di depannya menjadi tumpuan sebelah tangannya. Menunduk ke bawah, melihat ke arah lantai yang telah basah. "Hah! akhirnya aku tidak memiliki harga diri. Akhirnya aku merubah status ku."
Seiringnya air yang mengalir dari atas kepalanya, membawa air matanya turun ke bawah. Dia mendongak, menutup kedua matanya dan berputar.
"Ayah...."
Satu kata yang ia ucapkan dan ia rindukan, ia sangat merindukan sosok pahlawan dalam kehidupannya.
###
Jhonatan terbangun, ia tidak menyadari bahwa waktu telah berganti malam. Ia pun bangkit duduk dan kedua matanya memicing. Tiba-tiba bangun berada di atas sofa. Ia pun ingat dan menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, ternyata tubuhnya masih polos dan berarti dia benar-benar melakukannya dengan Bella.
"Sial! kenapa aku melakukannya lagi? seharusnya aku bisa menahan emosi ku dan tidak menyentuhnya."
Jhonatan mengacak rambutnya yang berantakan menjadi sangkar burung yang tak di gunakan. Ia kesal pada tubuhnya sendiri yang berkhianat.
"Oh, Jhonatan kau laki-laki bajingan," umpatnya.
__ADS_1
Jhonatan turun, kedua kakinya melangkah keluar dan di luar ada ketua pelayan yang sedang menunggunya.
"Tuan!" sapanya sambil menunduk. "Apa tuan ingin langsung mandi? saya sudah mempersiapkannya."
"Iya," ucapnya dengan datar.
Jhonatan menuju kamarnya dengan Gladies, tidak perlu ketua pelayan tanyakan. Wanita yang tak lagi muda itu, sudah tau. Dimana sang tuan akan mandi, jadi dia menyiapkan di kamar sang nyonya.
Jhonatan masuk ke dalam bak mandi, dia merendamkan tubuhnya. Menyandarkan lehernya ke sisi bak mandi, bayangan bersama Bella kembali terlintas. Ia pun bergeser dan memukul air di depannya, sehingga membuat air itu muncrat kemana-mana.
"Sial! Sial! kenapa aku harus mengingatnya? tidak! aku tidak boleh mencintai Bella. Karena wanita itu yang menyebabkan istri ku terbaring koma. Ya, karena wanita itu. Aku membencinya, aku harus membencinya."
Jhonatan mempercepat ritualnya, setelah itu ia mengambil handuk untuk menutupi pinggangnya. Keluar dari kamar mandi dan mencari Handphonenya.
Jhonatan beralih ke walk in closet, dia mencari baju santainya, lalu, memakainya.
Di ambil benda di atas meja kerjanya dan menekan nomor dengan tertera nama Jack.
"Hallo Jack, kamu di mana?" tanya Jhonatan.
__ADS_1
"Saya di Apartement tuan,"
"Cepat kemari, bantu aku berkemas. Besok pagi-pagi sekali aku ingin berangkat ke Singapore, siapkan pesawat untuk ku," titah Jhonatan.
Dia tidak perlu repot-repot menunggu lama, memiliki pesawat pribadi sendiri dan jet pribadi sendiri membuatnya tak bersusah payah mau kemana pun.
Jhonatan tersenyum, besok ia akan bertemu dengan istrinya. Ia tidak sabar melihat wajah istrinya.
"Akhirnya, aku akan menemui mu, Honey," gumam Jhonatan. Ia memainkan ponselnya berputar menggunakan jari jempolnya dan jari telunjuknya.
Tidak butuh waktu lama, Jack tiba di kediaman Jhonatan. Dia membantu Jhonatan berkemas. Entahlah, ia merasa aneh. Jhonatan tidak pernah menghubunginya untuk berkemas, tapi kali ini. Barangnya di sentuh olehnya. Ia melirik Jhonatan yang sibuk memainkan ponselnya. Ia memang sengaja tidak menghubungi istrinya karena ingin memberikan kejutan.
"Tuan, apa ada barang lagi yang ingin tuan bawa?" tanya Jack. Semua intruksi dari Jhonatan apa saja yang harus di bawa ia telah menaruhnya ke dalam koper.
"Emm. kalau sudah semua, sudah cukup."
"Apa saya boleh pergi tuan?" tanya Jack.
Jhonatan mengangguk, dia kembali memainkan ponselnya. Menatap foto demi foto kebersamaannya dengan istrinya. Namun, beberapa detik kemudian, wajahnya berubah. Ia melihat fotonya bersama Bella.
__ADS_1
Wanita dengan hidung mancung, bentuk wajah oval dan rambut hitamnya yang lurus serta poni lurus dan rata, hidung mancung, bibir tipis dan kecil serta alis tipis yang alami. Lukisan yang indah, setiap pria tidak akan pernah bosan melihatnya.
Ia meraba wajah Bella yang berada di layar itu. Ia menggeleng dan ingin menghapusnya, namun, jempolnya berhenti. Jempol itu beralih dan memindahkan foto itu ke tempat lain.