Gundik Sang Mafia

Gundik Sang Mafia
#Berbohong


__ADS_3

Dominic menepuk bahu Jhonatan, ia menyesali perkataannya tadi yang menanyakan cocok atau tidaknya sahabatnya itu. "Maaf Jho, kau akan sedikit kecewa."


Bella melirik ke arah dinding, perasaannya mengatakan kalau Dominic tengah membuat pendekatan antara putranya Gio dan Jhonatan.


"Ehem,"


Bella ingin menyudahi semuanya, pandangannya pun kini menatap lurus pada Dominic. "Sayang, kau sudah minum obat?"


Dominic langsung memperlihatkan wajah malasnya. "Sayang, kau tahu kan? obat itu rasanya pahit dan aku tidak suka itu."


Bella mengelus pipi Dominic dengan lembut, seakan hanya mereka berdua yang berada di sana tanpa melihat wajah Jhonatan yang seperti terbakar cemburu.


Pria itu malah menunduk seakan tidak melihat kemesraan keduanya, tiba-tiba ruangan itu terasa panas di tubuhnya. Sedangkan kedua baby sitter itu malah pergi, mereka tidak ingin mengganggu kemesraan kedua majikannya.


"Hem, selalu seperti ini, memasang alasan untuk tidak meminumnya. Aku tahu obat itu pahit, tidak seperti saat mencium ku yang terasa manis kan?" entah semenjak kapan? Bella sangat menyukai menggoda suaminya, dalam hatinya berjanji akan membahagiakan Dominic, entah sementara atau selamanya.


Dominic tertawa lepas, baru pertama kalinya ia di goda oleh istrinya. "Ah, aku suka sekali."


Wajah Bella bagaikan kepiting rebus yang siap di santap, sungguh ia malu, ia tidak pernah menggoda suaminya itu. Bella tersenyum malu-malu, dia pun mencubit pinggang Dominic.

__ADS_1


"Kau, " Bella merasa kesal pada suaminya yang selalu menggodanya.


"Ehem,"


Suara derheman itu menyadarkan Bella, kalau saat ini ia dan suaminya tidak berdua.


"Haih, aku melupakan mu, Jho." Sesal Dominic, ia lupa akan kehadiran Jhonatan yang berada di ruangan yang sama dengannya. "Maafkan aku Jho, aku melupakan dirimu."


Jhonatan tersenyum, dia pun mengambil baby Gio dari kasur empuk itu. "Tidak masalah, kalian lanjutkan saja, biar aku yang mengurus baby Gio," ucap Jhonatan melangkah pergi, Bella pun melirik Jhonatan yang telah menghilang dari balik pintu.


"Aku ingin berbicara sesuatu pada mu, Dominic."


"Kau tidak memiliki maksud apa pun kan?" Bella mengepalkan kedua tangannya, ia menatap kedua manik suaminya dengan sangat dalam. "Kau tidak merencanakan putra kita dekat dengan Jhonatan kan?" imbuhnya.


Deg


Dominic menunduk, dia memutuskan kontak mata dengan istrinya. Di rasa tenang, dia pun menatap istrinya. "Itu hanya pikiran mu saja sayang, justru aku memberikan kesempatan pada Jhonatan agar dia merasakan sosok sebagai seorang ayah, aku merasa bersalah karena telah merampas si Kembar. Dia ingin merasa bagaimana menjadi sosok seorang ayah."


"Kau tidak berbohong?" Bella merasa enggan untuk mempercayai suaminya itu. Seakan ada yang membentengi dirinya untuk tidak mempercayai ucapannya.

__ADS_1


Dominic menggenggam kedua tangan Bella, dia mencium tangan kanan Bella, kemudian tangan kirinya. "Aku tidak berbohong,"


Bella tidak ingin memperpanjang masalah karena suaminya membutuhkan ketenangan. "Baiklah, aku percaya. Tolong jangan menyerah, aku tidak ingin kau ada niatan untuk menyerahkan diriku pada Jhonatan. Dia hanyalah masa lalu ku, aku mohon ku harus sembuh demi Gio dan Aku."


Dominic menarik Bella ke dalam pelukannya, siapa di dunia ini yang menyerahkan istrinya pada pria lain, apalagi pria itu adalah mantan suami istrinya. "Aku tidak menyerah, karena ada kau." ucap Dominic begitu menyakitkan, merasakan panasnya dan perih di hatinya.


***


Jhonatan duduk di tengah-tengah Vello dan Velli. Kedua bocah itu bermain dengan Adam, Austin di temani tuan Alexander dan Gladies.


Gladies pun di beritahu oleh tuan Alexander kalau Jhonatan sedang berada di lantai atas bersama Dominic membersihkan tubuh baby Gio.


"Sayang, awas hati-hati," ucap Gladies. Ia meringis melihat bayi mungil itu. Bahkan saat baby Adam pun ia jarang menggendongnya.


"Hey, aku tahu. Aku akan hati-hati, jangan cerewet, aku akan menjadi ayahnya."


Deg


Tuan Alexander merasa ada yang aneh dengan perkataan putranya, bukan ia berprasangka buruk, tapi ia merasa putranya begitu dekat dengan anak mantan istrinya. Ia menggeleng pelan, semoga apa yang ia rasakan tidak terjadi..

__ADS_1


__ADS_2