Gundik Sang Mafia

Gundik Sang Mafia
#99 : Keputusan


__ADS_3

Para pengawal tuan Alexander pun telah mengepung Mall itu, Theo dan tuan Alexander memeriksa CCTV ternyata ada dua orang yang membungkam kedua cucu mereka dan membawanya ke sebuah mobil. Bella menangis sesegukan melihatnya, awalnya ia bersama dengan kedua anaknya melihat baju baru yang di inginkan oleh putrinya, tapi setelah mereka berbincang dengan pelayan tokonya dan menoleh, kedua anaknya sudah tidak ada.


"Ini salah ku Dad," ucap Bella.


"Aku mengenalnya, kalau di lihat dari pengawalnya pasti orang itu. Ternyata dia tidak pernah menyerah," ucap tuan Alexander.


"Saya akan melacaknya tuan,"


"Bella!" Dominic menghampiri Bella, pria itu menarik Bella ke dalam pelukannya dan menenangkannya.


Setelah selesai mendiskusikan dengan investornya dari Jepang. Dominic mendapatkan panggilan dari tuan Alexander dan langsung meluncur ke Mall itu.


"Sudah, jangan menangis, mereka pasti di temukan," ucap Dominic sambil menghapus air mata Bella. Sejujurnya ia tidak terlalu kuat untuk saat ini, tapi demi wanita di hadapannya ia harus terlihat kuat.


"Biar aku yang mengurusnya, kau jaga Bella."


"Tidak Om, aku juga akan turun tangan. Mereka anak-anak ku Om, aku akan membasmi siapa pun yang menyentuh mereka," ucap Dominic dengan tegas di penuhi aura kebencian.


Tuan Alexander pun mengangguk, ia juga tidak berhak melarang Dominic, karena pria itu juga ikut andil dalam menjaga mereka.

__ADS_1


"Ini salah ku, aku tidak membawa boneka kelincinya, pasti Velli mengajak Vello untuk membawa bonekanya," ucap Bella. Ia menyalahkan dirinya karena telah lalai menjaga anak-anaknya.


"Maaf saya lalai tuan," ucap seorang sopir. Dia juga tidak tahu persis seperti apa kejadiannya, yang jelas dia di bius dan di ikat lalu di letakkan di dalam mobil.


"Seharusnya aku mengikuti ucapan Daddy," ucap Bella yang terus menyalahkan dirinya. Tuan Alexander telah menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga Bella dan kedua anaknya, namun kedua anaknya malah menolak keinginan tuan Alexander dan membuatnya berakhir seperti ini. Andai saja ia memaksa, semuanya tidak akan seperti ini.


"Sudah, ini bukan salah mu." Dominic mengusap lengan Bella.


"Dad, bagaimana?" tanya Jhonatan. Penglihatannya langsung buyar melihat Bella berada di dekapan Dominic dan pria itu terus mengusap punggungnya.


Tuan Alexander pun menghampiri Jhonatan yang masih diam mematung. "Saat ini pikirkan kedua anak mu."


Bella menatap Jhonatan dan mengangguk.


"Ayo kita keluar," ajak Dominic dan Bella pun menyetujuinya.


Hati Jhonatan begitu hancur melihat Bella justru memilih Dominic dari pada dirinya. Seakan tidak akan ada celah lagi. Apa lagi putrinya, ia tidak tahu keadaannya? ingin sekali ia berteriak habis, tapi ia berjanji akan membuat orang itu membayar berkali-kali lipat karena telah membuat Bella menangis dan menyentuh kedua anak-anaknya.


***

__ADS_1


"Bella," Dominic berjongkok di depan Bella, lalu menghapus air matanya yang telah membelah kedua pipinya. "Aku berjanji akan menemukan mereka."


"Aku gagal,"


"Tidak! kau tidak gagal mendidik mereka, kau melahirkan anak-anak yang kuat," ucapnya sambil merangkup kedua pipi Bella. "Aku antar kamu pulang dulu, tenangkan dirimu dulu dan tunggu kabar dari ku dan Daddy, sekaligus Jhonatan. Aku tahu pria itu kini mengkhawatirkan anak-anak mu."


"Terima kasih Dominic, kau selalu saja membantu ku."


Dominic menggenggam kedua tangan Bella. "Sudah kewajiban ku menjaga kalian. Bella, aku tahu saat ini bukan waktu yang tepat, tapi aku percaya kau akan membuka hati mu untuk ku. Seiringnya berjalan waktu kau akan menerima ku."


"Aku akan membuat mu melupakannya, walaupun tidak mudah. Ada orang yang berkata 'Cinta pertama memang sulit di lupakan' tapi percayalah, cinta kedua tidak akan mengecewakan seperti cinta pertama. Aku ingin menjaga mu, aku ingin menjaga kedua anak-anak mu."


"Terima kasih Dominic."


Dominic tersenyum, dia pun memeluk wanita nan rapuh itu. Ia sangat yakin, seiring berjalannya waktu Bella akan menerimanya.


Dominic pun membawa Bella kembali ke kediaman tuan Alexander. Bella turun dari mobil Dominic dengan air mata yang terus mengalir. Sepanjang perjalanan, tubuhnya di papah oleh Dominic. Jiwanya seakan hilang dalam sekejap saat mengetahui anaknya menghilang.


"Nyonya, tuan Dominic."

__ADS_1


Bella mendongak dan betapa terkejutnya ia melihat wanita yang tak jauh darinya. Keputusan nya memang sudah ada, tapi ia belum menerimanya dan saat ini, mungkin hari ini keputusannya sudah final.


__ADS_2