Gundik Sang Mafia

Gundik Sang Mafia
#51 : Aku Tidak Hamil


__ADS_3

Dengan wajah ceria dan hati yang hangat, Jhonatan turun dari pesawat pribadinya dan di tunggu oleh Gladies. Wanita itu pun berlari dan berhambur memeluk Jhonatan dan Jhonatan membalasnya dengan erat.


"Honey, aku senang bisa menemui lagi."


"Tentu, bahkan aku lebih senang." Jhonatan mencubit dagu Gladies dengan gemas. "Terima kasih,"


Jhonatan pun kembali memeluk Gladies dan mencium pucuk kepalanya. "Ayo, kita ke mobil, kau tidak perlu lelah."


"Aku sudah sembuh Honey, aku tidak akan sakit lagi," ucap Gladies sambil merangkul pinggang Jhonatan.


Sebelah tangan Jhonatan pum merangkul pundak Gladies dan keduanya berjalan dengan langkah beriringan.


"Honey, aku kira kau tidak akan menjemput ku," lirih Gladies. Dia tidak akan kuat menahan rindu yang semakin menumpuk itu. "Apa pekerjaan mu sudah selesai?"


Jhonatan tersenyum penuh cinta. "Sudah," ucapnya. Dia mengesampingkan pencarian Bella demi Gladies dan anaknya, ia percaya Gladies hamil.


"Kalian," Jhonatan menoleh pada pengawal di belakangnya. "Belikan aku cokelat, aku ingin makan cokelat dan permen. Aku ingin makan yang manis-manis."


Gladies menatap heran ke arah Jhonatan, semenjak kapan suaminya suka Cokelat dan suka permen. "Honey, bukannya kau tidak suka makan cokelat dan permen?"


"Iya, aku menyukainya karena mu," ucap Jhonatan sambil tersenyum. Nanti dia akan memeriksa Gladies dan akan membuatnya kejutan, kalau dia telah mengidam keinginan anak mereka.


"O iya, nanti kita periksa tubuh mu."

__ADS_1


"Oh baiklah," ucap Gladies menurut, tanpa rasa curiga sedikit pun. Walaupun ia merasa aneh karenanya. Jhonatan sangat senang dan ia tidak bisa menebak apa pun di dalam pikirannya.


Sepasang insan itu pun memasuki mobil hitam dan mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, tak butuh waktu lama keduanya telah sampai di Apartement.


Jhonatan merasa gemas, dia sering mencubit pipi, dagu dan hidung Gladies. Ah, dia sangat senang dan tidak sabar mendengarkan bahwa ada bayinya di dalam perut sang istri. "Honey, mulai sekarang kau harus menjaga kesehatannya, jangan terlalu melakukan pekerjaan dan perjalanan jauh."


"Iya, apa pun perkataan mu aku akan menurut."


Jhonatan menekan beberapa pasword, sebuah tanggal pernikahan mereka. Jhonatan pun menoleh pada Jack. "Honey, kau istirahat dulu, aku akan bicara dengan Jack,"


"Aku akan membuat jus untuk mu dan Jack."


"Iya, hati-hati honey."


"Jack, kau tahu Gladies hamil. Aku senang, akhirnya aku akan menjadi seorang ayah. Aku senang Jack."


Pria itu mencerna perkataan Jhonatan, akhirnya ia mengerti dan tersenyum. "Selamat tuan, selamat akhirnya anda menjadi seorang ayah. Saya sangat senang," ucap Jack. Betapa ia ikut bahagia yang melihat sang tuan sanga bahagia. Sudah beberapa tahun sang bos tidak di karunia anak semenjak pasca keguguran, sang bos dan istrinya telah melakukan berbagai macam obat, namun kenyatannya mereka belum di karuniai seorang anak.


"Iya Jack, 3 bulan aku akan menaikkan bonus 3x lipat." Seru Jhonatan.


Ekhem


Jhonatan memisahkan diri dari tubuh Jack, dia kemudian menatap berkaca-kaca pada sang istri.

__ADS_1


"Honey, kau kenapa? kau memeluk Jack, ini pemandangan yang sangat langka," ucap Gladies, dia menaruh nampan yang berisi jus itu ke atas meja kaca.


"Honey, terima kasih," ucap Jhonatan. Dia meraih kedua tangan Gladies dan menciumnya satu per satu. "Kau membuat ku sangat bahagia, akhirnya aku merasakan seperti apa yang mereka rasakan dan inginkan. Terima kasih Honey, kau membuat ku menjadi seorang ayah."


Jhonatan memeluk Gladies, wanita itu belum sepenuhnya sadar, kata ayah membuatnya seakan berpikir keras. Ada yang aneh, dalam keterdiamannya beberapa menit, akhirnya ia mengerti, bahwa suaminya ngelantur.


"Honey," Gladies memegang kedua tangan Jhonatan. Ia sebagai seorang wanita juga merasa tidak sempurna karena belum memberikan apa yang Jhonatan mau.


"Maaf, aku belum hamil."


Senyuman di wajah Jhonatan memudar dan senyuman tipis di wajah Jack langsung meredup.


"Apa maksud mu Honey? aku tahu kau hamil? beberapa hari ini aku selalu mual dan selalu menginginkan sesuatu, Angelina mengatakan pada ku kalau kau hamil dan aku mengalami gejala kehamilan mu," ucap Jhonatan.


"Kau salah, aku tidak hamil," lirih Gladies.


"Sayang, kita sudah melakukannya, mana mungkin kau tidak hamil?"


"Honey, maaf, tapi setelah kita melakukannya. Aku datang bulan."


"Aku tidak percaya," Jhonatan menggeleng. "Kau harus di periksa ke dokter, ayo. Jack kita ke rumah sakit terdekat."


Jhonatan yang tidak ingin menerima kenyataan, dan bersikeukeh Gladies hamil. Dia pun memaksa Gladies untuk di periksa.

__ADS_1


__ADS_2