Gundik Sang Mafia

Gundik Sang Mafia
#86 : Akan Aku Lakukan Demi Anak-Anak Ku


__ADS_3

Tangan kekar tuan Alexander langsung melayang begitu saja di pipi Gladies, wanita ini selalu menguras emosinya, memperkeruh suasana. Selama ini sudah berbaik hati diam saja, melepaskan putranya dengan harapan wanita ini akan membuat putranya kembali padanya, tapi ia salah, menunggu dan menunggu sampai di mana hari ini terjadi begitu saja.


Sedangkan Jhonatan langsung berdiri, dia ingin menyeret Gladies agar menjauh dari Bella. Namun tangan tuan Alexander memberikan kode agar dia tidak ikut campur, dan Jhonatan terpaksa diam, tapi kedua tangannya mengepal dengan kuat.


"Kau pikir siapa bisa mengatakan itu pada Bella? kau jauh lebih baik darinya, mau aku katakan apa yang lebih baik, kau meninggalkan suami dan anak mu dengan pemuda lain," tuan Alexander tersenyum sinis. "Kau merasa hebat," tuan Alexander menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri, tepat di depan Gladies. "Tidak, di mata ku, aku merasa dirimu lah yang wanita murahan. Kau menelantarkan pria yang selalu ingin memperjuangkan kehidupan yang layak untuk mu, seharusnya kau menolak Jhonatan kalau kau perempuan yang baik-baik, tidak akan tergoda dengan harta dan menelantarkan keluarganya."


"Sekarang aku ingin mengatakan satu hal, sebuah hubungan akan lebih indah dan lebih nikmat kalau pasangan itu mau berjuang bersama bukan malah meninggalkannya."


"Mantan suami ku tidak sebaik yang Daddy katakan,"


"Heh, kau sekarang ingin menjelekkan namanya, waw." Tuan Alexander bertepuk tangan. "Hebat, setelah mencampakannya baru menjelekkannya, apa kau tau keinginan ku? aku ingin Tuhan menegur mu."


"Anak ku gagal menasehati mu secara baik-baik, mungkin dengan cara kekerasan baru hati mu terbuka, tapi aku selalu berdoa, kau menjadi perempuan yang baik untuk anak mu Gladies."


"Jho, bawa dia. Aku tidak ingin melihatnya."


Jhonatan pun menyeret Gladies ke lantai atas, dia akan memberikan pelajaran pada Gladies yang sudah seenaknya saja menampar Bella dan mengatainya.


"Jho, sakit! lepaskan aku!" teriak Gladies meronta-ronta. "Aku ingin memberikan pelajaran pada wanita murahan itu, aku yakin dia yang merayu mu."


Brak

__ADS_1


Jhonatan membanting pintu di kamarnya, lalu menghempaskan tubuh Gladies ke atas ranjang king size itu.


"Apa yang kau lakukan pada Bella? kenapa kau menamparnya?!" teriak Jhonatan. Suaranya seakan menjadi sayatan di hati Gladies.


"Kau membelanya, katakan kalau apa yang di katakan Daddy tidak benar, aku mempercayai mu, Jho."


"Maaf Gladies, aku yang merusak mu, tapi aku yang menyakiti mu. Bella memang istri siri ku, lebih tepatnya demi dirimu aku balas dendam dan sekarang aku mencintai." Tutur Jhonatan.


"Tidak!" teriak Gladies yang langsung berdiri. Bahkan suaranya sampai terdengar ke lantai bawah. "Aku, aku tidak menerimanya. Sampai kapan pun kau hanya suami ku dan aku, Gladies," ucap Gladies dengan mata melotot, hingga urat-urat di lehernya pun terlihat. "Kita akan membiarkan kau bersama dengan wanita murahan itu."


Plak


"Tutup mulut mu, Gladies. Dia perempuan yang baik-baik, aku yang menghancurkan kehidupannya. Aku, aku suami brengsek mu ini."


Jhonatan kembali menangis, hatinya terasa di tancap oleh anak panah saat mengingat perlakuannya pada Bella. Betapa sakitnya, luka yang ia berikan.


"Aku menghancurkannya," lirihnya.


"Tapi aku juga ikut hancur," Gladies langsung duduk di lantai dan menangis, sakitnya tak bisa ia katakan apa-apa. Dia begitu mencintai Jhonatan, melakukan apa pun demi dirinya, tapi pengkhianatan yang ia berikan.


"Aku sudah memiliki anak dengan Bella,"

__ADS_1


"Argh!" Gladies berteriak seperti orang kesetanan. "Kau kejam Jho,"


Dia mengacak-acak rambutnya dan berteriak.


"Aku ingin memperbaikinya Gladies,"


Gladies menggeleng lemah, "Tidak, aku tidak akan menerimanya. Aku mencintai mu, tidak akan pernah membagi mu pada siapa pun. Terlepas kau punya anak atau tidak, kita masih bisa punya anak Jho."


Gladies memeluk kedua kaki Jhonatan.


"Tidak, Gla. Aku tidak ingin menjadi ayah yang kejam, akan aku lakukan demi kedua anak ku. Mereka nyawa ku, Gla."


Jhonatan pun berbalik, tepat di ambang pintu. perkataan Gladies membuatnya menghentikan langkahnya.


"Aku tidak akan menerima pernikahan kalian dan menerima kedua anak mu."


"Aku tidak butuh perkataan mu, bagi ku, anak ku terpenting dalam segala apa pun. Aku akan memberikan hidup ku untuknya, kalau dia menginginkan aku bercerai dengan mu, maka akan aku lakukan. Karena aku tahu, kau tidak akan menerima anak-anak ku." Ucap Jhonatan yang langsung berlalu meninggalkan Gladies yang di penuhi dengan kesedihan. Dia berteriak sambil berteriak nama Jhonatan.


Bagi Jhonatan, cukup di masa lalu ia menyakiti ibunya dan sekarang ia tidak ingin menyakiti anak-anaknya.


Bella membuang arah pandangannya, dia tahu kalau yang datang adalah mantan suaminya itu.

__ADS_1


"Sepertinya kalian harus bicara," ucap tuan Alexander yang langsung mengerti suasananya itu.


__ADS_2