Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 103- Rencana Amora


__ADS_3

Betapa terkejutnya Amora melihat potret kemesraan Rahul dan Shreya melalui ponsel ibunya.


"Ma, aku tidak salah lihat? I... ini beneran Rahul? Be.... bersama Shreya? Istrinya Fajar?" Dengan mata yang membesar dan mulut yang ternganga, Amora bertanya dengan terbata-bata. Dia tidak benar-benar tidak menyangka akan melihat potret dan video seperti ini.


Sebenarnya dia tau bahwa ini bukanlah adegan vulgar pertama yang dilakukan Rahul bersama sembarangan wanita. Sebagai wanita yang pernah memiliki hubungan asmara dengannya, tentu saja dia mengetahui betul jika Rahul tidaklah sealim itu.


Namun dia berpikir jika lelaki itu sudah berubah, setelah dia kembali dari menghilang beberapa bulan silam. Usai dia mengaku telah menikahi seorang gadis dusun yang katanya alim dan soleha, yang hingga sekarang masih belum jelas dimana rimbanya.


Rahul terlihat lebih religius dari sebelumnya. Sehingga tidak mudah tergoda olehnya. Dia pikir hal itu lantaran Rahul sangat mencintai istrinya itu. Namun ternyata, lelaki itu malah kepincut pada wanita caper, sok alim dan lugu namun ternyata munafik itu!!


"Ya iyalah sayang. Coba perhatikan baik-baik. Masak kamu lupa, sama mantanmu sendiri melalui foto dan video" Jawab Naomi asal-asalan.


"Mama dapat foto-foto ini darimana?" Tanya Amora penasaran.


"Dari teman Mama yang kebetulan sedang ada acara didaerah kota B. Lalu dia tidak sengaja, melihat Rahul sedang bersama seorang perempuan di Caffe yang sama dengannya. Karena dia kepo, akhirnya difotoin. Terus dia kasih unjuk ke Mama"


"Gila! Aku saja mantannya yang sudah dia pacari dan membuat dia bucin selama bertahun-tahun, sekarang dia menolakku mentah-mentah karena aku sudah menjadi istri dari kakaknya.


Tapi dia malah selingkuh dengan istri temannya sendiri yang baru dikenalnya selama beberapa bulan?! Bahkan perempuan itu sedang hamil tua! Aku benar-benar tidak mengerti selera Rahul! Mau dia apa sih sebenarnya?!"


Amora mengomel dengan nada tinggi. Perasaan amarah menguasainya. Entah itu perasaan cemburu. Sungguh dia tidak habis pikir. Rahul bisa menolak dan menghujatnya habis-habisan?!


Tapi dia bisa tertarik hingga berhasrat pada wanita yang berstatus sebagai istri sahabatnya sendiri?! Bahkan jelas-jelas wanita itu sedang hamil tua! Apa yang membuat Rahul bisa kepincut pada wanita itu?!

__ADS_1


"Kamu cemburu, melihat mantanmu lebih tergoda dengan istri temannya, ketimbang kamu istri kakaknya?" Goda Naomi yang seolah-olah memahami isi pikiran anaknya saat ini. Dan hal itu semakin membuat Amora uring-uringan.


"Apaan sih Ma! Siapa juga yang cemburu?! Yang ada aku muak melihat perempuan sok alim dan lugu itu, tapi ternyata tukang selingkuh. Rahul juga, katanya cinta mati sama istrinya! Bahkan setiap saat, yang dia bicarakan didepan keluarganya selalu perihal istrinya!


Seolah-olah dia cinta mati, sangat menderita dan tidak bisa hidup tanpa perempuan dusun itu! Ternyata dibelakang, malah bersenang-senang dengan istri temannya sendiri. Padahal dia selalu menyebutku sebagai wanita munafik, karena menghianati dan mencampakkannya demi kakaknya! Ternyata dia lebih parah dari aku!"


"Iya ya sayang. Kok bisa-bisanya mereka berdua main gila seperti ini? Kalau keluarganya atau Fajar sampai tau semua ini, kira-kira gimana ya reaksi mereka?" Naomi menyetujui pendapat anaknya dengan tatapan menerawang.


"Ya sudah, kita tunjukkan foto ini pada mereka semua! Aku yakin mereka pasti akan sangat murka! Karena aku tau betul, mertuaku itu adalah orang yang sangat mementingkan reputasi dan nama baik!


Sedangkan perbuatan mereka berdua inikan sangat memalukan, dan bisa mencoreng reputasi mereka. Apalagi mereka sudah menganggap Fajar seperti anaknya sendiri. Dan Fajar, aku yakin dia pasti akan marah besar, mengetahui kelakuan istri bersama orang yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri!


Dan aku sangat berharap, dia akan menendang wanita tidak tau diri ini dari kehidupannya! Karena aku juga kesal sekali, melihat mertuaku yang selalu memberikan perhatian besar pada Shreya, hanya karena dia sedang hamil dan rajin didapur!


Amora memberi usul dengan menggebu-gebu. Saking marahnya dia pada Shreya yang sudah berani-beraninya merebut Rahul darinya.


"Sabar dulu sayang. Kita jangan gegabah. Mama rasa ini bisa kita jadikan kartu As untuk kamu mendapatkan Rahul kembali, dan membuat dia tunduk padamu" Naomi memberi saran dengan liciknya.


"Maksud Mama?"


"Mama punya ide" Naomi membisikkan idenya pada Amora yang menanggapinya dengan menganggukkan kepala seraya tersenyum licik.


********

__ADS_1


Rahul dan Zahra tiba dirumah saat hari sudah larut malam. Yakni sekitar jam sebelas malam. Kedatangan mereka disambut oleh Lesti yang didampingi oleh Amora.


"Rahul, Shreya. Kalian berdua darimana saja? Udah malam begini baru pulang. Tadi pagi katanya hanya mau kerumah sakit untuk memeriksa kandungan" Tegur Lesti dengan raut wajah yang tampak cemas.


"Mmm, begini Ma, tadi habis dari rumah sakit aku dapat telpon penting dari Adam. Katanya ada meeting dadakan. Habis itu aku juga harus mengecek beberapa lokasi proyek yang akan segera dibangun dalam waktu dekat.


Dan ternyata itu memakan waktu lama hingga malam begini. Saking sibuknya.... aku sampai tidak ada waktu untuk mengantar Shreya pulang. Jadi aku terpaksa mengajaknya bersamaku sampai kerjaanku selesai"


Rahul terpaksa berbohong, lantaran dia tidak memiliki alasan lain untuk dia berikan pada Mamanya. Tidak mungkin dia berkata jujur, bahwa seharian ini dia menghabiskan waktu bersama Zahra dengan berkeliling desa.


Hingga saat ini mereka taunya wanita itu adalah Shreya, bukan Zahra. Kejujurannya hanya akan membuat situasi menjadi semakin runyam.


Sedangkan Zahra hanya terdiam, akibat perasaan bersalah yang menerjangnya. Lantaran mau tidak mau, dia harus mendukung kebohongan yang sedang dilakukan Rahul terhadap ibunya sendiri.


Karena dia sendiri pun bingung harus memberikan alasan apa pada wanita itu. Dia takut dicap sebagai wanita yang buruk jika mereka sampai tau apa yang dia lakukan bersama Rahul.


"Kalau kamu tiba-tiba sibuk masalah kerjaan, kan kamu bisa menyuruh salah satu karyawanku untuk mengantar Shreya pulang. Atau telpon saja kakakmu untuk menjemputnya. Gala pasti tidak akan keberatan kok. Daripada begini, kamu mengajaknya seharian. Kasiankan kalau dia sampai kelelahan sedangkan dia lagi hamil seperti itu" Lesti mengomel tak karuan.


"Iya maaf Ma. Tadi aku terlalu buru-buru sehingga tidak sempat kepikiran untuk itu" Rahul berkilah dengan gugupnya.


Sementara Amora yang sedari tadi berdiri disebelah Lesti, hanya diam menyimak dengan senyum licik yang tersungging dibibirnya. Mereka mengira dia tidak tau kemana, dan apa yang mereka lakukan seharian ini?


Dia tidak menyangka, ternyata dua sejoli ini sangat mahir dalam bersilat lidah. Namun untuk saat ini, dia masih harus tetap bersabar sebagai penonton, tanpa perlu ikut campur dalam adegan ini. Hingga tiba bagiannya nanti.

__ADS_1


__ADS_2