
Rahul membiarkan baby Chand bersama orang tua dan kakaknya. Dia mencoba memaklumi sikap mereka yang masih belum puas melepas rindu pada anaknya itu. Karena ini pertama kalinya mereka menggendong, membelai dan menciumnya secara langsung. Karena selama dirumah sakit, mereka hanya bisa melihatnya melalui inkubator saja.
Sedangkan dia sendiri mengajak Zahra kekamarnya untuk istirahat. Berhubung sekarang Zahra sudah tidak amnesia lagi, dan status mereka sebagai suami istri pun sudah terekspos, jadi sudah tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidur dikamar yang terpisah.
Zahra tersenyum kagum saat memasuki kamar tidur suaminya yang didominasi dengan warna emas, putih dan maroon. Rupanya Rahul telah mengubah dekorasi dan tatanan kamarnya, yang dulu didominasi dengan nuansa manly sesuai dengan karakternya, kini berubah dengan nuansa feminim yang mendominasi kamar luas itu.
Karena sekarang dia akan berbagi kamar maupun dipan bersama istri tercintanya. Jadi dia harus bisa membuat Zahra merasa bahwa kamar itu juga miliknya. Agar wanita itu merasa nyaman.
Zahra memindai setiap sisi ruangan. Barang-barangnya yang sebelumnya berada dalam kamar lamanya, kini sudah berpindah tempat kekamar itu. Mulai dari pakaian-pakaiannya yang telah tertata dengan apik, dalam satu lemari bersama pakaian-pakaian Rahul.
Perlengkapan make upnya juga berada diatas meja rias, dan berbaur dengan parfum dan minyak rambut Rahul. Serta barang-barangnya yang lain yang tampak bersanding dengan barang-barang suaminya.
Zahra yakin bahwa suaminya lah yang telah mengatur dan melakukan semua ini. Dia merasa sangat beruntung dan bahagia, memiliki suami yang sangat mencintai dan memperlakukannya bak ratu.
Sekalipun lelaki itu selalu bersikap menyebalkan terhadapnya, namun cinta yang diberikan lelaki itu untuknya begitu tulus. Zahra berjanji akan selalu mencintai dan menjadikan suaminya sebagai rajanya hingga akhir hayatnya.
Karena masih merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada kakak iparnya, Zahra terus merengek pada suaminya agar diceritakan ada masalah apa sebenarnya. Tidak ingin membuat istrinya terus berlarut dalam rasa penasarannya, Rahul pun menceritakan semuanya.
__ADS_1
Flashback on
"Masuk" Helmi meminta orang yang mengetuk pintu ruangannya untuk masuk. Pintu pun terbuka, dan tampaklah Gala yang berjalan mendekati ayahnya.
"Pa, maaf aku telah. Soalnya tadi harus meeting dulu menggantikan Rahul. Kalau boleh tau, ada apa ya Pa? Tumben Papa memanggilku keruangan Papa? Biasanya Papa sendiri yang datang keruanganku" Gala menatap Helmi dengan kebingungan, melihat sikapnya yang tampak dingin dan ketus. Aura kemarahan sangat terlihat dari gesturnya.
Gala tidak mengerti apa yang terjadi pada ayah sambungnya itu. Apa ada masalah perusahaan yang sedang kacau hingga mempengaruhi moodnya? Atau... Dia ada melakukan kesalahan hingga menimbulkan kemurkaan dari Papanya? Tapi apa? Dia rasa tidak ada.
"Lihat ini" Helmi menyerahkan foto-foto dan memperlihatkan isi laptopnya yang sedari tadi ditontonnya pada Gala, yang menerima dan melihatnya dengan kebingungan. Namun raut kebingungan itu seketika berubah menjadi terkejut, saat Gala melihat isi foto dan video-video yang diputar pada layar monitor laptop itu.
"A.... Amora? Di... Dia...? Dia...?" Gala merasa sangat shock ketika melihat foto dan menonton satu persatu video itu. Dimana semua isinya sama. Yaitu adegan vulgar Amora bersama pria-pria yang berbeda dalam setiap satu video. Dan jumlah video itu ada belasan.
"Apa ini Gala?! Wanita macam apa yang sudah kamu nikahi?! Bisa-bisanya dia melakukan hal menjijikkan itu bersama pria yang berbeda-beda seperti ini!! Ini namanya dia tidak menghargai kita!! Bahkan dia tidak menghargaimu sebagai suaminya!! Papa malu memiliki menantu seperti dia!!"
"A-aku sama sekali tidak tau soal ini Pa. Sudah berbulan-bulan Amora menolakku. Ta-tapi.... Dia malah...." Rasanya Gala tidak tau lagi harus bicara apa. Wajahnya tampak memerah. Tatapannya pun kosong. Dia terlalu shock dengan semua ini.
Helmi memegang pundak Rahul dan mulai berbicara dengan suara lembut. "Gala, kamu tau kan, meskipun kamu bukan anak kandung Papa, tapi Papa sangat menyayangimu sama seperti rasa sayang Papa terhadap Rahul. Selama ini Papa tidak pernah mendoktrin kalian dalam memilih pasangan hidup.
__ADS_1
Mau dia berasal dari kalangan atas atau bawah, bagi Papa itu bukan masalah. Yang penting dia berasal dari keluarga baik-baik dan memiliki kepribadian yang baik. Memiliki moral dan etika. Tapi kalau ternyata malah seperti ini, Papa jadi menyesal karena sudah merestuimu untuk menikahi wanita menjijikkan dan memalukan seperti ini.
Dan Papa yakin, Mamamu juga pasti akan menyesal, kalau dia tau kelakuan menantunya. Jadi saran Papa, sebaiknya kamu pikirkan baik-baik tentang kelanjutan rumah tangga kalian" Helmi mencoba untuk menasehati anak tirinya semampunya.
Melihat keterkejutan, kesedihan dan kekecewaan diwajah Gala membuatnya melunak. Dia tau jika perasaan Gala saat ini sedang hancur lebur.
Dan dia tidak ingin menambahkannya dengan cara mempertahankan egonya semata, yang akan menambah keterpurukan anaknya. Cukup Rahul saja yang pernah merasa kecewa terhadapnya. Dia tidak ingin Gala juga ikut merasakan hal yang sama.
Tak ingin menambah beban pikiran anaknya dengan perkataannya, Helmi memutuskan untuk meninggalkan ruangannya. Membiarkan Gala sendiri. Mencoba memberinya waktu dan peluang supaya dia bisa merenung dan memikirkan, apa yang harus dia lakukan untuk kelanjutan hubungan rumah tangga mereka.
Namun Gala masih terlalu shock hingga sulit baginya untuk bisa berpikir dengan jernih dan tenang. Fakta bahwa Amora telah menghianatinya dengan belasan pria yang berbeda-beda, sungguh membuat hatinya terasa sakit dan terluka bak dihujam ribuan belati.
Kenapa wanita itu tega memperlakukannya seperti ini?! Padahal dia benar-benar tulus mencintai istrinya dengan segenap jiwa dan raganya!! Tapi.... Apakah cinta yang dia miliki masih belum cukup untuk membuat Amora puas?!! Sehingga istrinya mencari kepuasan bersama orang lain!!
Apakah ini yang membuat Amora selama ini bersikap dingin dan cuek terhadapnya?! Apakah menurut Amora, dia sudah tidak mampu lagi memuaskannya diatas ranjang?!!
Tapi tidak!! Dia tidak boleh berburu nafsu dulu. Bisa jadi ini hanya rekayasa dan fitnah, yang dilakukan oleh seseorang yang berniat untuk menjatuhkan nama baik istrinya. Iya, bisa jadi seperti itu adanya. Yang namanya musuh pasti akan dimiliki oleh setiap orang kan?
__ADS_1
Tapi.... Bagaimana jika itu benar? Bagaimana jika Amora benar-benar telah menghianati pernikahan mereka?! Apa yang harus dia lakukan jika itu benar adanya?! Haruskah dia mempertahankan atau meninggalkan istrinya itu?!! Sanggupkah dia melakukannya?!!
"AARRGGHH!!!" Gala berteriak histeris seraya menepis dan menjatuhkan benda-benda yang ada dimeja, hingga terjatuh, hancur dan berserakan dilantai. Seperti itulah kehancuran hatinya saat ini. Sama seperti keadaan ruangan itu yang tak ubahnya bagai kapal pecah. Bahkan jauh lebih parah!!