
Karena tidak ingin bertindak gegabah, Helmi memutuskan untuk menyelidiki kebenaran dan keaslian pada foto beserta video-video yang dia dapatkan dari sipengirim misterius itu.
Semua dia lakukan demi menghindari fitnah, yang mungkin saja sedang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang memiliki masalah pribadi dengan menantu sulungnya.
Pria paruh baya itu mendatangkan tiga orang pakar ahli telematika yang sudah sangat ahli dan profesional, untuk menganalisis keaslian dari foto dan video-video itu.
Namun lagi-lagi mereka harus menelan kekecewaan. Khususnya Gala yang sudah tidak bisa lagi mengelak atau membela istrinya. Saat ketiga pakar itu secara kompak membenarkan keaslian dari foto dan video-video itu seratus persen.
Dengan yakin dan tegas mereka mengatakan tidak ada editan maupun rekayasa dalam hal itu. Dengan kata lain, semua adegan syur itu memang benar dilakukan oleh Amora bersama pria-pria itu. Dan hal itu membuat hati Gala semakin terasa sakit dan hancur sehancur-hancurnya, hingga rasanya dia ingin mati saja!
Tak berhenti sampai disitu, Helmi juga memutuskan untuk menyelidiki tentang seluk beluk menantunya itu. Dia ingin tau wanita macam apa sebenarnya Amora. Dia takut sudah salah pilih menantu.
Dulu dia tidak pernah berpikir untuk melakukan semua itu. Karena dia hanya melihat Gala yang begitu mencintai wanita itu. Sehingga dia berpikir jika wanita itu adalah istri yang tepat untuk anak sambungnya itu.
Tapi tidak untuk sekarang, saat dia sudah kehilangan respectnya mengetahui kelakuan wanita itu diluar sana! Namun dia malah menemukan fakta yang semakin mengejutkan tentang masa lalu Amora yang melibatkan Rahul!
"Rahul? Ja... Jadi dia dan.... Amora...?" Helmi terkejut melihat foto-foto mesra antara Rahul dan Amora, yang tampaknya foto itu diambil dari tiga tahun yang lalu.
Tepatnya sebelum anaknya itu mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan dia buta. Benarkah sebelum itu mereka sudah saling mengenal, bahkan memiliki hubungan spesial?!!
"Me-mereka pernah.... Menjalin hubungan Pa?" Timpal Gala dengan perasaan shock yang semakin menjadi-jadi dia rasakan. Melihat adegan syur istrinya dengan pria lain saja sudah membuatnya sangat terkejut.
Dan sekarang dia harus melihat foto mesra istri bersama adiknya sendiri?!! Lelucon apa lagi ini?!! Jika mereka memang sudah saling mengenal sebelumnya, lalu kenapa selama ini mereka bersikap layaknya orang asing?!!
__ADS_1
"Benar Tuan. Menurut informan, Tuan Rahul dan Nyonya Amora pernah menjalin hubungan spesial selama tiga tahun. Namun hubungan itu kandas setelah Tuan Rahul mengalami kecelakaan yang mengakibatkan beliau mengalami kebutaan, akibat menyelamatkan Nyonya Amora dari kecelakaan itu. Nyonya Amora memutuskan hubungan mereka begitu saja secara sepihak"
Salah seorang dari tiga detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki, memberi penjelasan dengan detail tanpa ada yang terlewatkan atau ditambahkan.
"Jadi.... Kecelakaan Rahul itu, ada hubungannya dengan Amora?" Helmi semakin terpana mengetahui fakta demi fakta tentang Amora. Dan kali ini, fakta itu berhubungan dengan Rahul. Anak bungsunya, alias anak kandungnya sendiri?!
"Benar Tuan" Detektif itu mengangguk dengan tegas membenarkan informasi yang dia berikan.
"Ya sudah terima kasih. Kalian boleh keluar sekarang" Titah Helmi.
"Baiklah Tuan, kami permisi" Ketiga detektif itu keluar dari ruangan Helmi diikuti oleh para pengawal.
"Jadi.... Selama ini aku menikahi mantan kekasih Rahul? Wanita yang terlibat dalam kecelakaan yang membuatnya buta. Rahul pasti sangat terluka saat itu. Disaat dia sedang terpuruk dan tersakiti, aku malah menabur garam keatas lukanya dengan aku menikahi Amora dan membawanya kerumah. Kakak macam apa aku ini?"
Gala meracau dengan lirih. Perasaan sedih dan kecewa semakin bertambah menghantamnya. Entah dia harus merasa marah atau bersalah pada Rahul.
Helmi memegang pundak Gala dan mencoba untuk menenangkannya. "Sudahlah, tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Papa yakin kok, Rahul juga tidak menyalahkanmu sama sekali. Buktinya selama ini dia diam saja. Sekarang Papa ingin tanya, apa rencanamu selanjutnya soal rumah tangga kalian?"
Helmi mencoba bertanya dengan nada lembut dan pelan. Dia berharap Gala bisa memberikan jawaban yang diinginkannya. Karena setelah mengetahui semua kebenaran ini, rasanya dia sudah tidak sudi lagi wanita seperti itu masih menjadi menantunya!
Namun Gala hanya terdiam dengan tatapan kosong. Hati dan pikirannya masih terlalu galau untuk bisa berpikir dengan jernih dan mengambil keputusan yang tepat. Dia begitu bimbang dan bingung harus bersikap seperti apa!
Harus kearah mana sekarang dia membawa rumah tangganya?! Memaafkan, Melupakan dan melanjutkannya kembali? Atau melupakan dan mengakhirinya dengan perceraian?!!
__ADS_1
******
Rahul merasa heran karena tiba-tiba Mamanya menghubungi dan mendesaknya untuk kembali sebentar dari rumah sakit. Dengan alasan ada hal penting yang harus dibicarakan. Ada apa sebenarnya?
Rahul jadi menerka-nerka. Apa ini ada hubungannya dengan Amora? Apa keluarganya tau kalau dialah yang mengirim bukti perselingkuhan Amora pada Papanya? Apa mereka marah karena dia telah membuka aib saudara iparnya sendiri?
Rahul menggeleng. Ya sudahlah. Lagian video-video syur itu juga asli, tanpa rekayasa sedikitpun. Jadi kenapa dia harus takut? Kan kenyataannya dia tidak memfitnah siapapun. Dia hanya mengungkapkan fakta yang sebenarnya.
"Maaf, aku telat" Kata Rahul saat dia tiba diruang keluarga dan mendapati Papa, Mama dan kakaknya sudah berkumpul disana. Dan menatapnya dengan ekspresi yang sukar terbaca. Tampaknya mereka memang sedang menunggunya.
"Ayo duduk Nak" Ujar Lesti dengan suara lembut seperti biasanya. Sesuai dengan perkataan ibunya, Rahul menghenyakkan pinggulnya diatas sofa didepan kakaknya, dan disamping sofa yang diduduki oleh kedua orang tuanya.
"Bagaimana keadaan Zahra dan Chand? Mereka baik-baik saja kan?" Tanya Helmi datar.
"Alhamdulillah, mereka baik-baik saja kok. Sekarang masih dalam masa pemulihan. Kata dokter, mungkin beberapa hari lagi juga sudah bisa dibawa pulang" Jawab Rahul.
"Syukurlah kalau begitu" Helmi menganggukkan kepalanya. Namun raut wajahnya masih tampak datar.
Membuat Rahul bingung dan bertanya-tanya dalam hati. Sebenarnya ada masalah apa, hingga mereka melakukan perkumpulan seperti ini? Bahkan dari tatapan mereka, seperti tatapan menyelidik melihatnya.
Apa mereka sedang marah padanya? Tapi apa kesalahannya? Apakah feelingnya benar, jika ini ada hubungannya dengan perselingkuhan Amora?
"Sebenarnya ini ada apa ya? Kok kalian sampai menyuruhku kembali dari rumah sakit untuk berkumpul disini? Apa ada hal penting yang harus dibicarakan?" Rahul pun mempertanyakan rasa penasarannya, sembari menatap satu persatu orang-orang yang ada dihadapannya secara bergantian.
__ADS_1
"Bisa kamu jelaskan apa maksud dari semua ini?" Gala mendorong sebuah amplop berwarna coklat yang ada diatas meja agar benda itu mendekati posisi Rahul. Gesturnya tampak begitu datar dan dingin, seperti sedang memendam kekecewaan terhadapnya.
Rahul menatap kakaknya sebelum dia beralih pada amplop itu, lalu membukanya. Namun seketika isi amplop itu langsung membuatnya terkesiap. Karena itu adalah foto-foto mesranya dengan Amora. Lebih tepatnya adalah foto-foto masa lalu. Dimana mereka berdua masih menjadi sepasang kekasih yang bahagia.