Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 75- Salad dan jus strawberry


__ADS_3

Rahul membuka kulkas, lalu mengambil sebotol air dingin untuk mendinginkan kepalanya yang terasa panas. Namun matanya malah tertuju pada jejeran mayonaise yang juga tersimpan dalam kulkas itu.


Rahul tampak berpikir. Kondisi Shreya sejak insiden alergi itu tampak begitu memprihatinkan. Nafsu makan perempuan itu yang biasanya berkali lipat, kini semakin menurun.


Rahul kembali teringat momen saat Shreya ngidam tengah malam di Jakarta dulu. Shreya sangat antusias memakan salad buah dan jus strawberry buatannya. Jika sekarang dia membuatkannya lagi, apakah makanan itu akan ampuh untuk membangkitkan selera makan Shreya?


Rahul agak ragu mau membuatnya atau tidak. Takutnya nanti usahanya malah sia-sia. Akhirnya cuma buang-buang makanan dan mubazir. Namun akhirnya Rahul memutuskan untuk membuatkannya, dengan menggunakan buah-buahan dan sayur-sayuran yang ada dikulkas.


Karena Shreya masih dalam masa pemulihan, jadi dia akan membuatkan salad sayur juga. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Dia hanya berharap kali ini perempuan itu akan kembali menyukai makanan buatannya. Semoga saja.


"Eh. Tuan Rahul sedang apa?" Tegur Bu Zaitun dengan sopan saat melihat Rahul berkutat dengan buah-buahan, sayur-sayuran dan bahan-bahan membuat salad lainnya.


"Ini Bu, aku sedang membuat salad dan jus" Jawab Rahul tanpa menoleh atau menghentikan aktivitasnya.


"Memangnya Tuan bisa?" Bu Zaitun kembali bertanya dengan sangsi. Bukannya bermaksud untuk meremehkan sahabat Tuannya ini, tapi rasanya dia jarang melihat ada lelaki yang berasal dari kalangan atas, mau turun kedapur dan melakukan pekerjaan dapur seperti mereka.


"Kalau hanya membuat salad dan jus saja, aku sudah terbiasa kok Bu" Rahul kembali menjawab sembari memasukkan buah-buahan yang sudah diiris-iris kedalam mangkuk. Lalu menuangkan mayonaise diatasnya.


"Wah.... Tuan Rahul hebat ya. Sudah ganteng, pandai berbisnis, pintar juga dalam masalah dapur" Fina yang sedari tadi berdiri disebelah Bu Zaitun akhirnya ikut menimpali dengan senyum genit menatap Rahul.


"Hus" Bu Zatun menyikut lengan Fina dengan kerasnya. Membuat gadis itu tersentak.


"Kamu itu jangan ganjen Fina. Tuan Rahul ini sahabatnya Tuan Fajar. Bisa-bisanya malah digodain. Nanti saya aduin ya, sama Tuan Fajar. Sudah ayo, bantuin saya bersihkan lantai atas. Permisi Tuan" Omel Bu Zaitun. Wanita paruh baya pamit dengan sopan pada Rahul sebelum dia berbalik dan berjalan keluar dapur.

__ADS_1


"Cepat Fina!" Teriak Bu Zaitun sembari berjalan.


"Iya Bu" Sahut Fina dengan sewot dan bola mata yang diputar menghadapi wanita sepuh bawel itu. Dia melirik Rahul dan kembali memasang senyum genitnya. "Permisi Tuan Rahul"


"Iya-iya" Rahul membalasnya dengan senyum geli. Dia geleng-geleng kepala setelah pelayan muda itu meninggalkannya. Tidak habis pikir, kenapa pelayan yang bekerja dirumah ini unik-unik.


********


Shreya memasuki dapur dengan enggannya. Kondisi tubuhnya masih terlalu loyo untuk melakukan aktivitas. Ditambah lagi dengan perutnya yang semakin membesar.


Tapi dia bosan kalau disuruh istirahat dikamar terus. Apalagi dia merasa kelaparan sekarang. Tadi saat Fajar memaksa untuk menyuapinya, dia harus meyakinkan lelaki itu bahwa dia akan menghabiskan makanan itu sendiri.


Hanya itu yang bisa dia lakukan agar Fajar berhenti untuk menyuapinya. Dan Rahul tidak merasa sakit hati terlalu jauh melihat adegan itu. Karena melihat tatapan penuh kecemburuan dan kekecewaan Dimata lelaki itu, membuat hatinya ikut sakit.


Shreya membuka tudung makanan. Melihat-lihat makanan yang tersedia dalam tudung itu. Namun tidak ada satupun menu makanan disitu yang mampu menggugah selera makannya. Dia bingung, sebenarnya apa maunya?! Kenapa dia tidak mau makan apapun?!


Shreya mengelus-elus perutnya. Apakah ini bawaan bayinya yang sedang rewel tidak jelas? Seketika dia jadi teringat pada salad buah dan jus strawberry buatan Rahul waktu itu. Air liurnya terasa bercucuran membayangkan makanan dan minuman itu. Sekarang Rahul ada disini, haruskah dia meminta lelaki itu untuk membuatkannya?


Tidak, tidak! Dia sudah bertekad akan menjauhi pria itu. Tidak mungkin sekarang dia malah meminta salad dan jus, yang menunjukkan bahwa dia masih membutuhkan perhatian Rahul. Dia harus bisa membulatkan tekadnya. Dia harus ingat Fajar adalah suaminya, bukan Rahul!!


Ditengah-tengah nafsunya pada salad dan jus strawberry, tiba-tiba dia malah melihat makanan dan minuman itu tersaji dimeja makan. Shreya langsung mendekati meja makan itu. Senyum cerah merekah diwajahnya melihat dua mangkuk berisi salad buah dan sayur lengkap dengan segelas jus strawberry.


Tanpa pikir panjang dia langsung mencicipi makanan dan minuman itu. Matanya terbelalak merasakan kenikmatan dari salad dan jus itu. Rasa yang sama persis dengan yang pernah dibuatkan oleh Rahul dulu.

__ADS_1


Dia tidak mengerti, saat dia sedang ingin sekali makan salad dan minum jus strawberry buatan Rahul, tau-tau makanan dan minuman itu sudah muncul didepannya. Dan rasanya pun sama persis dengan buatan Rahul.


Apakah ada peri atau malaikat yang mengabulkan permintaannya? Saat permintaan itu tidak bisa dia utarakan langsung pada Rahul?


Shreya tersenyum aneh dan geleng-geleng kepala. Hehe. Ada-ada saja pikirannya. Bisa-bisanya dia berhalu seperti dalam cerita-cerita dongeng saja. Karena sudah terlalu ngiler dengan makanan dan minuman yang tersuguh dihadapannya, Shreya langsung duduk dan menyantap salad buah, sayur dan jus itu dengan antusiasnya


Dia tidak mau ambil pusing siapa pembuatnya. Tapi kalau dari rasanya yang sama persis dengan salad dan jus buatan Rahul, Shreya jadi berpikir, mungkinkah lelaki itu yang membuatkan semua ini untuknya?


Ah, tidak mungkin. Rahul pasti sedang sibuk sekarang. Dia pasti tidak ada waktu untuk melakukan hal seperti ini. Pasti Bu Zaitun atau pelayan lain yang membuatkan semua ini.


Terlalu asik makan, dia sampai tidak menyadari kehadiran Rahul yang mengamatinya dari jauh. Dia tersenyum sumringah melihat Shreya ternyata masih sangat menyukai salad dan jus buatannya. Dia senang karena usahanya untuk membangkitkan selera makan wanita itu tidak berakhir dengan kegagalan. Tapi justru malah berbuah manis.


Dia hendak melangkahkan kakinya menghampiri Shreya ketika ponselnya berdering. Mau tidak mau Rahul harus mengurungkan niatnya untuk menemui Shreya dan mengangkat panggilan suara dari asistennya itu.


"Iya Adam? Harus kesana sekarang? Ya sudah, saya akan segera kesana" Dengan ponsel yang masih menempel didaun telinganya, Rahul meninggalkan ruangan itu.


Merasa mendengar suara yang tak jauh darinya, Shreya menoleh untuk memastikan sumber suara itu. Namun dia tidak menemukan sosok siapapun disana. Dia menggidikkan bahunya sembari merapatkan bibirnya. Lalu kembali berkutat pada makanan dihadapannya.


********


"Eh Nyonya? Anda disini ternyata?" Tegur Bu Zaitun saat melihat Shreya sedang berada dimeja makan.


"Iya Bu. Aku lapar. Waktu kesini, ternyata ada salad buah, sayur dan jus strawberry disini. Ternyata rasanya enak sekali. Hingga membuatku ketagihan. Ini buatan Ibu ya?" Shreya menengadahkan wajahnya, menatap Bu Zaitun dengan senyum ceria. Lalu kembali melanjutkan makannya.

__ADS_1


Bu Zaitun memperhatikan dua jenis salad dan segelas jus yang sedang disantap oleh Shreya dengan nyalang. Sepertinya dia sangat tau, siapa yang membuatkan semua itu.


__ADS_2