
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh jam, akhirnya Rahul tiba di India. Dia masih ingat nama toko yang menjadi tempatnya memesan kalung itu. Dan dia juga tau, bahwa toko itu berada di mall yang terletak dikota New Delhi.
Sebelum sampai disana, dia sudah terlebih dahulu menyuruh anak buahnya untuk mencari tau tentang toko itu. Sehingga begitu tiba dinegara Hindustan itu, dia tidak perlu membuang waktu untuk bisa langsung menuju ketempat yang dimaksud.
Dengan menggunakan nama besar keluarganya, dia bisa langsung dengan mudah menemui pemilik toko tanpa banyak drama.
"Anda yakin, kalau kalung itu dipesan dari toko ini?" Rahul bertanya memastikan dengan nada mendesak. (Menggunakan bahasa Inggris. Karena saya gak Jago bahasa Inggris, jadi pakai bahasa Indonesia aja ya π€)
"Kalau saya perhatikan dari bentuk dan suratnya, saya jamin jika kalung ini memang berasal dari toko kami Pak" Owner toko menjawab sembari memegang dan memindai kalung itu dengan seksama.
"Anda yakin, tidak ada yang bisa memesan kalung yang sama persis seperti itu?"
"Ini kalung emas asli dan langka Pak. Jadi tidak semua orang bisa memiliki bentuk yang sama persis seperti ini. Apalagi kalung ini dipesan khusus. Kecuali kalau ini imitasi. Jadi banyak yang bisa menyerupainya"
"Jadi, ini benar-benar kalung yang saya pesan disini?" Lirih Rahul dengan wajah menunduk dan tatapan menerawang. Dia memang sengaja memesan kalung asli dan khusus untuk Zahra. Dengan menggunakan uang dari hasil melawan pegulat waktu itu.
"Iya Pak. Saya sangat yakin" Pemilik toko kembali menjawab dengan yakinnya.
"Jadi benar, Shreya adalah.....?" Rahul tak mampu berkata lagi. Semua yang dikatakan Chika sekarang terbukti.
Dia tidak tau apakah dia harus merasa bahagia atau syok mengetahui kenyataan ini. Istri yang selama ini dia cari, ternyata selama ini wanita itu ada didekatnya. Sangat dekat dengannya! Tapi dia dituntut untuk menjauhi dan melupakannya! Karena dia mengira wanita itu adalah orang lain! Betapa bodohnya dia yang tidak pernah menyadari hal itu!
*******
__ADS_1
Rahul berjalan dengan gontai diantara para pengunjung mall yang lain. Dia masih terlalu syok dan bingung harus bagaimana dalam menanggapi kenyataan yang begitu mengejutkan. Hingga berbagai prasangka mendominasi pikirannya.
Disatu sisi, dia sangat bahagia tiada tara. Karena Tuhan telah mengabulkan doa-doanya selama ini. Doa yang dia panjatkan agar dipertemukan kembali dengan istri dan calon anaknya, dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun.
Sejak pertama kali melihat Shreya, dia memang sudah merasakan perasaan yang berbeda terhadap perempuan itu. Perasaan hangat dan nyaman yang juga dia rasakan setiap kali bersama Zahra dalam keadaan buta dulu.
Namun dia tidak pernah menyangka, bahwa perasaan itu muncul lantaran mereka adalah wanita yang sama. Dengan kata lain, mereka adalah satu orang. Dan itu artinya, bayi yang ada dalam kandungan wanita itu..... adalah anaknya! Darah dagingnya!!
Namun disisi lain, dia sungguh tidak paham, bagaimana istrinya bisa menjadi istri Fajar?! Kapan mereka menikah?! Dan bagaimana bisa hal itu terjadi?! Padahal dia tidak pernah menceraikan Zahra hingga saat ini!! Dan kenapa dia harus mengaku sebagai Shreya?!
Apa Zahra sengaja melakukan itu semua untuk menjauhinya? Tapi kenapa?! Kesalahan apa yang sudah dia lakukan hingga Zahra memperlakukannya seperti ini?! Padahal selama ini, dia selalu dihantui rasa bersalah. Karena dia mengira sudah menghianati istri dan pernikahan mereka, bersama istri sahabatnya sendiri!
Tapi ternyata, itu semua bohong!! Dia tidak pernah menghianati siapapun!! Baik istri maupun sahabatnya!! Justru merekalah yang telah menipu dan menghianatinya!! Dan lucunya, dia dengan begitu mudahnya dikelabui oleh mereka!! Dia terlalu naif saking percayanya pada sahabat!! Hingga dia tidak menyadari, bahwa lelaki itu telah menipunya beserta keluarganya!!
Dan Zahra? Kenapa wanita itu tega melakukan hal seperti ini terhadapnya?! Padahal wanita itu sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkannya! Akan selalu setia pada cinta dan pernikahan mereka. Lalu kenapa
Rahul memandang kalung dan cincin Zahra yang ada ditangannya. Dua perhiasan yang dia sematkan keleher dan jari manis wanita itu. Sebagai bukti cinta dan ikatan, agar mereka bisa memiliki hubungan yang sakral hingga maut memisahkan. Tapi dia malah menemukan semua ini tersembunyi dirumah pria lain!!
Rahul benar-benar tidak habis pikir. Apa yang sebenarnya terjadi?! Apa Zahra sengaja menyingkirkan kedua benda yang berhubungan dengannya, agar dia bisa menjauhinya dan hidup bersama Fajar?! Arrgghhh!! Memikirkan kemungkinan itu membuat hatinya terasa panas terbakar cemburu!
"Pak? Anda baik-baik saja?" Adam yang baru saja muncul langsung menegur bosnya dengan pelan. Memastikan keadaannya.
"Iya. Sangat baik. Siapkan penerbangan lagi. Kita kembali ke Magelang sekarang juga" Titah Rahul datar.
__ADS_1
"Kembali ke Magelang? Sekarang Pak? Bukankah kita baru saja sampai disini?" Adam bertanya dengan terkejut dan kebingungan. Saking tidak pahamnya dia dengan sikap atasannya yang menurutnya plin-plan itu.
Sebelumnya dengan keras memberi perintah supaya disiapkan penerbangan ke India. Sekarang, belum sampai dua jam di India, sudah minta disiapkan penerbangan ke Indonesia lagi? Dia benar-benar tidak habis pikir. Sebenarnya apa yang diinginkan oleh direkturnya itu.
"Aku tidak ada waktu untuk menjelaskannya! Lakukan saja sesuai dengan perintahku! Urusanku sudah selesai disini. Karena yang aku cari selama ini..... ternyata ada di Magelang. Bersama orang lain yang tidak memiliki hak apapun terhadapnya"
Rahul meninggikan nada suaranya. Moodnya yang sedang buruk membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih dan tenang. Apalagi bila dia menginat, bahwa saat ini istrinya sedang berada ditangan lelaki br*ngsek itu!
Ingin rasanya dia menghajar pria itu habis-habisan hingga tak berbentuk lagi!! Dan kali ini dia tidak perlu menahan diri lagi!! Karena dia sudah memiliki alasan untuk melakukannya!!
*******
Fajar dan Vera tampak sedang berjalan beriringan menyusuri koridor rumah sakit sembari berbincang-bincang.
"Bagaimana Dok, seharian jalan-jalan dengan istrinya? Semalam juga dinner bersama diluar. Pasti sangat menyenangkan ya? Pasti sekarang hatinya sangat berbunga-bunga kan?" Vera tersenyum menggoda.
"Istri siapa yang kamu maksud? Kamu tau kan, kalau dia bukan istri saya yang asli?"
"Ya tentu saja saya tau. Tapi Dokter sudah ada rencana untuk menjadikan dia sebagai istri asli Dokter kan?"
"Hentikan gurauanmu. Kamu tau kan, itu tidak mungkin?"
"Memang apanya yang tidak mungkin Dok? Apa salahnya coba? Dokter kan duda. Sedangkan dia ja...." Vera masih tidak mau berhenti menggoda dan memprovokasi atasannya. Membuat Fajar merasa jengkel sendiri.
__ADS_1
"Janda? Kamu yakin dia janda? Bagaimana kalau kamu salah? Bagaimana kalau ternyata.... keberuntungan juga bisa berpihak pada suaminya? Bagaimana kalau lelaki itu ternyata juga berhasil selamat dari bencana banjir itu? Bagaimana aku bisa menikahi perempuan, yang masih berstatus sebagai seorang istri dari pria lain?"
"Tapi kan kemungkinannya sangat kecil Dok. Jadi ya.... Menurut saya tidak perlu terlalu dirisaukan. Lagipula kan, wanita itu juga tidak mengingat apapun tentang suaminya. Jadi ya masih ada kesempatan untuk Dokter mengambil hatinya. Jadi Dokter maju saja terus. Lupakan saja suami wanita itu. Toh pria itu juga tidak ada disini. Dan Nyonya Shreya juga masih dalam kondisi amnesia sampai saat ini"