Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 84- Akulah Suaminya!!


__ADS_3

"Entahlah Vera. Rasanya aku tidak yakin, bisa mendapatkan wanita itu. Sepertinya itu terlalu sulit. Sampai sekarang saja, dia masih bersikap dingin dan kaku terhadapku. Padahal aku sudah berusaha untuk bisa mendapatkan hatinya. Tapi sepertinya percuma. Mungkin, karena aku bukan suaminya.


Jadi dia tidak bisa merasakan ikatan apapun denganku. Mungkin yang bisa aku lakukan hanyalah, menunggu ingatannya kembali. Setelah itu, mau tidak mau aku harus siap, dia kembali pada suaminya. Memikirkan kemungkinan itu, selalu membuat hatiku terasa tercabik-cabik. Rasanya aku ti...."


Lirih Fajar dengan tatapan menerawang. Namun tiba-tiba saja ucapannya terhenti. Dia tampak terkejut dan menatap lurus kedepan dengan terperangah.


Vera mengernyitkan keningnya. Menatap atasannya dengan bingung. Tidak mengerti kenapa tiba-tiba lelaki itu terdiam. Hingga dia mengikuti arah pandangan Fajar. Sama halnya dengan Fajar, betapa terkejutnya gadis itu melihat ada orang yang ternyata sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.


"Rahul? Ka-kamu disini....?" Fajar bertanya dengan gugup dan terbata-bata. Melihat Rahul yang menatapnya dengan tajam.


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kalian berhenti? Silahkan lanjutkan pembicaraan kalian. Tidak usah hiraukan aku. Anggap saja aku tidak ada disini" Rahul berkata dengan sinis.


"Rahul. Sejak kapan kamu ada disini? Apa kamu mendengar semua pembicaraan kami?" Fajar kembali bertanya dengan was-was.


"Pembicaraan yang mana? Oh.... tentang rahasia Shreya? Apakah pembicaraan kalian segitu rahasianya? Bahkan Shreya sendiri yang menjadi objek dari pembicaraan kalian tidak boleh sampai tau apa yang kalian bicarakan tentang dirinya saat ini?"


"Rahul. Sebenarnya apa maksudmu bicara seperti ini? Aku sama sekali tidak mengerti kenapa sikapmu tiba-tiba seperti ini? Dan, kenapa kamu masih ada disini? Bukankah kemarin kamu bilang, kalau kamu akan kembali ke Jakarta?"


Fajar bertanya dengan bingung dan mulai kesal dengan sikap Rahul yang tidak jelas, dan seperti sedang mengolok-oloknya.


"Kembali ke Jakarta? Jadi itu yang kamu tunggu-tunggu selama ini? Kamu sangat berharap agar aku cepat-cepat pergi dari sini ya? Kenapa? Supaya kamu bisa sepuasnya menghabiskan waktu bersama istriku disini?!"


"Istri? Siapa yang kamu maksud? Aku sama sekali tidak tau apapun tentang istrimu. Aku bahkan tidak mengenalnya" Fajar menjadi semakin bingung.

__ADS_1


"Kamu yakin, kamu tidak tau apapun tentang istriku? Baiklah, lalu apa ini?" Rahul mengeluarkan selembar foto dan kalung dari dalam saku celananya dan memperlihatkannya pada mereka.


Fajar dan Vera terkejut dan terperangah melihat kedua benda ditangan Rahul. Keduanya saling bertatapan dengan bingung.


"Ka-kalung dan foto itu? Ba-bagaimana bisa ada padamu? Kamu mengambilnya diruang kerjaku?" Fajar bertanya dengan terbata-bata.


Dia tidak mengerti, bagaimana Rahul bisa mendapatkan kalung Shreya? Dan yang lebih mengejutkannya lagi, pria itu juga memiliki fotonya bersama mendiang istrinya yang asli.


Padahal seingatnya, dia sudah menyimpan semua barang-barang itu dengan baik diruangannya. Darimana Rahul bisa mendapatkannya? Apa dia sudah menyelinap masuk kedalam ruangannya secara diam-diam?! Mengapa lelaki itu bisa bertindak selancang itu?!


"Oh.... Jadi aku sudah salah? Aku sudah masuk keruang kerjamu dan mengambil semua ini? Apakah dengan itu, aku bisa dikategorikan sebagai seorang pencuri? Baiklah, sebelum kamu menyebutku sebagai seorang pencuri, aku ingin bertanya dulu padamu. Sebenarnya siapa pencuri yang sesungguhnya disini? Aku, atau kamu?!"


"Tolong jaga ucapanmu! Langsung saja bicara keintinya. Jangan berbelit-belit dan membuatku bingung!" Fajar mulai meninggikan nada suaranya. Kesabarannya mulai menipis menghadapi sikap Rahul yang semakin menjadi-jadi menghujatnya.


"Oh. Jadi kamu bingung? Sama, aku juga bingung. Aku bingung bagaimana kamu bisa mendapatkan kalung ini?! Darimana kamu mendapatkannya? Dari Shreya? Wanita yang selama ini kamu akui sebagai istrimu? Jika benar bahwa kamu mendapatkannya dari wanita itu, bagaimana caranya kamu bisa mendapatkannya?


Rahul berkata dengan berkobar-kobar sembari menunjuk kalung ditangannya. Lalu dia beralih pada foto.


"Dan wanita ini? Siapa dia?! Apakah dia adalah Shreya yang asli?! Istrimu yang sesungguhnya?! Wanita yang sebenarnya kamu nikahi?! Dan kamu sengaja menyembunyikan foto, kalung dan semua hal yang berhubungan dengan istri asli maupun istri palsumu?!


Supaya wanita malang yang kamu bohongi dan kamu akui sebagai istrimu itu, tidak akan pernah tau bahwa kamu sudah menipunya?!Tapi mungkin kamu lupa satu hal. Yang namanya kebenaran, mau ditutup serapat apapun, suatu saat pasti akan terbuka juga secara perlahan-lahan!"


"Pak. Saya mohon tenang. Tolong jangan buat keributan disini. Sikap Bapak ini bisa mengganggu orang-orang, termasuk pasien disini" Vera yang sedari tadi hanya menjadi pendengar dari perdebatan dua lelaki tampan itu, akhirnya angkat bicara melerai, sembari memandang kesekelilingnya dengan rasa malu dan tidak enak.

__ADS_1


Sikap Rahul yang semakin tidak terkontrol telah menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang. Hingga mereka semua berhenti dan berkerumun untuk menonton drama yang sedang berlangsung didepan mata.


"Tolong jangan ikut campur. Saya tidak ada urusan dengan anda Nona. Karena ini adalah urusan saya dengan dia! Lelaki penipu!" Rahul melirik Vera dan berkata dengan suara rendah. Lalu dia kembali melirik Fajar dan berkata dengan sorot mata penuh kemurkaan.


"Rahul!!" Kesabaran Fajar kini sudah habis hingga dia berteriak.


"Tidak perlu berteriak setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku!! Pada hidupku, dan rumah tanggaku! Pada istriku yang telah kamu akui sebagai istrimu!!" Rahul tidak mau kalah. Dia juga balas berteriak dengan keras.


Kilatan rasa terkejut tampak diwajah Fajar mendengar pernyataan itu. Hingga membuatnya kembali terperangah.


"Mak-maksudmu?" Fajar bertanya dengan lirih. Tampaknya dia sudah mulai mengerti maksud Rahul. Namun dia masih belum berani untuk mengiyakannya.


"Masih belum jelas juga? Baiklah, dengarkan aku baik-baik! Kalung ini adalah milikku! Aku memesannya khusus sebagai hadiah untuk istriku, saat kami sedang honeymoon di India! Aku mendapatkan kalung ini dari hasil keringat dan tenagaku sendiri.


Lalu bagaimana kalung ini bisa berada diruang kerjamu, dan tersimpan dengan rapat didalam lemarimu?! Bisa kamu jelaskan? Atau kamu masih perlu bukti lain?" Dengan lantangnya Rahul berucap seraya menggerak-gerakkan kalung yang dipegangnya.


Kemudian dia merogoh saku celananya. Mengeluarkan sebuah cincin dan mencopot cincin yang melingkar dijari manisnya Lalu memperlihatkannya pada kedua orang itu.


"Lihat ini! Ini adalah cincin pernikahan kami! Dan didalam cincin ini tertera inisial nama kami berdua. RAHUL DAN ZAHRA!! Dan cincin ini juga aku temukan tersimpan, dan tersembunyi dengan rapat didalam lemari diruang kerjamu!!"


JEDAAR....!!


Bagai disambar petir disiang bolong, Fajar merasa syok mendengar penjelasan itu.

__ADS_1


"Ja-jadi.... Kamu adalah..... suaminya....?" Fajar bertanya dengan lirih dan terbata-bata. Tubuhnya terasa lemah hingga dia merasa tak mampu berkata lagi. Dia tidak pernah menyangka, bahwa Rahul adalah suaminya Shreya. Orang yang akan menjadi penghalangnya untuk memiliki Shreya kini sudah datang?!


Rahul merenggut kerah kemeja Fajar dan menariknya dengan keras serta penuh kemarahan.


__ADS_2