Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 90- Dia Bukan Milikku!!


__ADS_3

"Iya Om terima kasih. Aku tau kalian pasti bisa diandalkan. Karena itulah aku tidak ragu mengirim Shreya pada kalian. Mmm.... Sudah dulu ya Om, Tante. Aku masih banyak kerjaan. Nanti kapan-kapan saja kita bicara lagi"


"Oh ya sudah kalau begitu. Semangat kerjanya ya. Selamat malam" Ucap Helmi.


"Iya Om, Tante. Selamat malam" Fajar mengakhiri panggilan video dengan mata yang mulai berkaca-kaca menahan kesedihan.


"Bagaimana, sekarang kalian percaya kan, kalau semuanya baik-baik saja. Tidak ada masalah yang berarti antara aku, Fajar dan Shreya?" Tanya Rahul yang sedari tadi duduk santai saat kedua orang tuanya sedang berkomunikasi dengan Fajar yang ada di Magelang sana.


"Mmm.... Iya" Jawab Lesti ragu.


"Ya sudah kalau begitu. Aku kekamar dulu ya. Aku lelah sekali. Mau istirahat"


"Iya Nak. Selamat istirahat ya. Selamat malam" Ujar Lesti.


"Oke. Selamat malam juga" Rahul bangkit dari sofa dan berjalan menuju tangga.


********


Fajar membuka lemari yang ada dalam ruang kerjanya. Lalu dia mengambil dan mengeluarkan kotak yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang didalamnya terdapat rahasia besarnya, yang hanya diketahui oleh para abdi setianya saja. Yaitu potret-potret mesranya bersama almarhum Shreya.


Jika diperhatikan dengan seksama, posisi foto-foto itu sedikit berbeda dari saat terakhir dilihatnya. Ditambah lagi, ada satu pigura yang kosong. Padahal dia ingat betul, bahwa semua pigura itu dia isi dengan foto-fotonya bersama istrinya.

__ADS_1


Dia ingat saat Rahul mengamuk padanya dirumah sakit, lelaki itu memegang foto berisi dirinya dengan Shreya. Dengan cepat Fajar mengambil dan membuka kotak perhiasan berisi kalung dan cincin milik Shreya palsu, yang dia ambil saat perempuan itu masih belum sadarkan diri dirumah sakit tempo hari.


Dan seperti dugaannya, kotak ini sudah kosong. kedua perhiasan itu sudah raib. Tidak salah lagi, Rahul pasti sudah menyelinap dan menggeledah isi ruangannya ini untuk mencari informasi tentang istrinya. Karena itulah, kalung dan cincin wanita itu sekarang bisa berada ditangannya.


Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini? Kenapa wanita yang dia cintai? Wanita yang sudah berhasil mengobati sakit hatinya akibat kepergian istrinya dari hidupnya untuk selama-lamanya, harus lebih dulu terikat dalam hubungan yang sakral dengan Rahul?


Sahabatnya sendiri!!


Kenapa harus wanita itu yang menjadi istrinya Rahul?! Kenapa?! Saat dia sudah bisa move on dari almarhum istrinya, dan membuka hati untuk wanita lain, lagi-lagi takdir tidak berpihak padanya untuk bersatu dengan wanita itu!!


Jika wanita itu memang tidak ditakdirkan untuk menjadi miliknya, untuk menjadi pendamping hidupnya. Lalu kenapa Tuhan harus mempertemukannya dengan wanita itu setelah lebih dulu mengikatnya dengan pria lain?! Kenapa Tuhan harus menjadikannya sebagai orang ketiga diantara sepasang suami istri itu?! Kenapa?!!


Bu Zaitun memasuki ruangan itu dengan perlahan-lahan. Dia merasa sangat iba melihat Tuan mudanya sedang berkutat dengan foto-foto kenangannya bersama istrinya, sembari termenung sedih.


"Kemarin saya tidak sengaja melihat Tuan Rahul keluar dari ruangan ini. Kalau saya perhatikan, gerak-geriknya sangat mencurigakan. Dia keluar dari sini sembari mengendap-endap. Seolah-olah takut ada yang memperhatikannya. Saya pikir itu hanya perasaan saya saja.


Ternyata, Tuan Rahul memang menyelinap masuk kedalam ruangan Tuan untuk mencari bukti tentang siapa Nyonya Shreya yang sebenarnya. Maaf Tuan, seharusnya saat itu saya langsung melapor pada Tuan. Supaya keadaannya tidak menjadi seperti ini.


Sekarang Tuan Rahul berhasil membawa Nyonya Shreya pergi dari sini. Dengan menggunakan statusnya sebagai suami asli dari perempuan itu. Tuan pasti sangat sedih dan terpukul atas kepergian Nyonya Shreya dari rumah inikan?" Lirih Bu Zaitun yang seolah-olah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Tuannya itu.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan kok Bu. Mungkin ini memang sudah garisnya. Mungkin memang sudah saatnya Shreya dipertemukan dan dipersatukan kembali dengan suaminya yang asli. Selama ini cintaku pada wanita itu memang bertepuk sebelah tangan. Karena wanita itu telah lebih dulu mengikat cintanya dengan Rahul.

__ADS_1


Aku memang bodoh sehingga tidak bisa melihat, seperti apa hubungan mereka selama ini. Tidak bisa melihat cinta yang terpancar diantara mereka. Padahal selama berbulan-bulan bersamaku, sangat jelas terlihat bahwa Shreya seperti orang yang tidak memiliki jiwa. Tidak memiliki semangat hidup.


Meskipun aku sudah berjuang keras untuk mendapatkan hatinya, tapi dia tidak pernah sekalipun meresponku. Tapi semuanya berubah setelah Rahul datang. Shreya jadi terlihat begitu ceria. Terlihat seperti orang yang tidak memiliki beban apapun. Dan kesedihan itu kembali terpancar diwajah Shreya, saat Rahul meninggalkan rumah ini.


Betapa bodohnya aku yang tidak bisa menyadari itu. Tidak bisa melihat cinta dimatanya, cinta yang hanya dia peruntukkan untuk Rahul. Dan cinta itu tidak pernah sedikitpun tersisa untukmu. Tidak pernah. Ditambah lagi aku bukanlah suaminya yang asli.


Sangat berbeda dengan Rahul. Pria yang sudah mengucapkan ijab qabul, untuk menjadikan dia sebagai miliknya. Dan sudah menanamkan benihnya dirahim Shreya" Tutur Fajar sendu dengan tatapan termenung, tanpa menatap Bu Zaitun yang berdiri disampingnya.


"Mungkin Tuan Rahul memang benar suami Nyonya Shreya yang asli. Tapi bukankah hingga saat ini, Nyonya Shreya masih dalam keadaan amnesia? Dia masih belum juga ingat, siapa suaminya yang sebenarnya"


"Maksud Ibu?" Fajar menoleh dan menengadah, menatap Bu Zaitun dengan tatapan bertanya-tanya.


"Tuan, semua adil dalam perang dan cinta. Kondisi Nyonya Shreya saat ini sebenarnya masih bisa Tuan gunakan, untuk membuat dia tetap berada disisi Tuan. Meskipun Tuan Rahul mengaku sebagai suaminya, dan dia punya bukti yang kuat akan pengakuannya itu.


Tapikan kita masih belum mendengar pengakuan apapun dari mulut Nyonya Shreya. Dia bahkan belum ingat, siapa suaminya yang sesungguhnya. Jadi saya rasa, sebenarnya Tuan masih ada kesempatan untuk mendapatkan Nyonya Shreya, dan membuatnya menjauhi Tuan Rahul"


"Jadi maksud Ibu, aku harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan perempuan yang bukan milikku? Termasuk menggunakan cara kotor, untuk menghancurkan rumah tangga dan kebahagiaan orang lain. Padahal orang itu adalah sahabatku sendiri. Orang yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri.


Harus aku hancurkan kebahagiaannya, demi kebahagiaanku sendiri? Ibu ingin aku sejahat itu? Apa Ibu lupa, kalau aku juga pernah ada diposisi Rahul, saat aku kehilangan Shreya dan calon anak kami dalam Kecelakaan itu? Rahul juga merasakan hal itu, saat dia kehilangan Zahra dan calon anaknya dalam tragedi itu.


Hanya bedanya, istri dan calon anak Rahul berhasil selamat. Dan mereka masih hidup sampai sekarang. Beda dengan istri dan calon anakku yang sudah tewas. Dan yang selamat dari musibah itu adalah Zahra. Bukan Shreya. Dan Zahra itu bukan istriku. Dia istrinya Rahul.

__ADS_1


Dan sebagai suami yang tau betul bagaimana sakitnya kehilangan istri, bagaimana aku bisa memberikan rasa sakit yang sama pada suami yang lain, dengan aku merebut istri yang selama ini dia cari mati-matian? Apa Ibu pikir aku bisa selicik itu?" Ucap Fajar dengan tatapan menerawang.


Perkataannya membuat hati Bu Zaitun terasa mencelos. Rasa bersalah menerjangnya. Karena terlalu menyayangi Tuan Fajar dan ingin melihatnya bahagia bersama wanita yang dicintai setelah kepergian istrinya, dia sampai gelap mata dan bersikap egois dengan menghalalkan segala cara.


__ADS_2