Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 89- Tinggal Bersama??


__ADS_3

Dia masih ingat betul. Dulu orang-orang didesa sering mengatakan, bahwa Zahra adalah gadis perawat tercantik disana. Dan sekarang dia sudah membuktikannya sendiri, bahwa apa yang dikatakan oleh mereka semua benar.


Istrinya ini memang wanita yang sangat cantik. Seperti bidadari tanpa sayap yang dikirim Tuhan untuk melengkapi hidupnya. Rasanya dia masih tidak percaya, bahwa wanita yang ada dihadapannya saat ini adalah istrinya.


Wanita yang selama ini sangat ingin dia jauhi. Lantaran dia mengira bahwa mereka tidak akan pernah berjodoh. Namun ternyata, Tuhan telah lebih dulu menjadikan mereka sebagai jodoh.


Entah takdir macam apa yang sedang digariskan dalam kehidupannya, sehingga Tuhan mengembalikan istrinya dengan cara seperti ini? Tapi apapun itu, dia akan tetap bersyukur. Setidaknya sekarang Zahra sudah berada dalam jangkauannya.


Dan dia tidak perlu lagi merasa resah atau cemas, memikirkan nasib dan keadaan istrinya diluar sana. Dia berjanji pada dirinya sendiri, akan selalu mencintai dan menjaga Zahra dengan segenap jiwa dan raganya.


"I love you my wife. Putri Belle ku sayang. Bidadariku" Rahul berbisik dengan suara lembut dan mesra ditelinga Zahra. Lalu dia mencium pipi istrinya yang tidak sedikitpun merespon aksinya. Karena memang wanita itu sedang terlelap dalam tidur dan mimpinya.


********


Mereka pun tiba di Jakarta. Kedatangan mereka disambut dengan terkejut dan bingung oleh keluarga Rahul, lantaran dia pulang dari Magelang bersama Shreya. Bahkan dia mengatakan, jika wanita itu akan tinggal bersama mereka dirumah itu selama beberapa bulan kedepan.


"Hah? Jadi Fajar menyuruh Shreya untuk ke Jakarta bersamamu?"


"Iya Ma" Jawab Rahul santai.


"Kok aneh ya? Bisa-bisanya Fajar menyuruh istrinya pergi bersama orang lain. Keluar kota lagi" Helmi menautkan alisnya dengan tatapan menerawang.


"Kan aku bukan orang lain Pa. Aku dan Fajar adalah sahabat sejak kecil"


"Maksud Papa itu bukan kamu dan Fajar. Tapi kamu dan Shreya. Kalian berdua kan bukan suami istri. Shreya itukan istrinya Fajar. Kok bisa-bisanya dia meminta istrinya untuk pergi denganmu?" Timpal Lesti memperjelas ucapan suaminya.


"Kata Fajar, dia harus keluar negeri selama beberapa bulan untuk mengurus masalah kerjaan Tante. Dia bilang, sampai aku melahirkan kemungkinan dia akan tetap disana. Jadi dia takut tidak ada yang menemaniku selama dia tidak ada. Maaf ya Tante, kalau kedatanganku kesini membuat Om dan Tante merasa bingung dan keberatan"

__ADS_1


Zahra ikut menimpali dengan ragu. Dia merasa tidak enak sudah membuat keluarga ini menjadi heboh dan bingung karena kedatangannya.


"Mmm, tidak Nak. Tolong jangan salah paham dulu. Tante dan Om tidak sedikitpun merasa keberatan kok, kamu tinggal disini selama apapun yang kamu mau. Kalau memang itu menjadi keputusannya Fajar, semoga kamu betah ya, tinggal disini" Lesti tersenyum lembut.


Dia pun ikut merasa tidak enak sudah membuat Shreya merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang mereka lontarkan. Biar bagaimanapun mereka tetap harus memperlakukan wanita itu dengan baik. Tidak mungkinkan mereka mengusirnya dari sini?


"Iya Tante terima kasih" Ujar Zahra dengan seulas senyuman.


"Sebentar. Mirna! Mirna!"


"Iya Nyonya" Sahut pelayan Mirna yang berlari tergopoh-gopoh keruang tamu memenuhi panggilan Nyonya besarnya


"Mir, tolong antar Shreya kekamarnya. Nanti sekalian, bantu dia untuk merapikan dan memasukkan barang-barangnya kedalam lemari. Karena selama beberapa bulan kedepan dia akan tinggal disini bersama kita" Titah Lesti.


"Baik Nyonya. Mari Nyonya muda. Biar saya temani" Ujar Mirna dengan sopan dan penuh hormat.


Setelah kedua perempuan itu lenyap dari pandangan mereka, Helmi kembali mencecar Rahul dengan pertanyaan yang masih membuatnya bingung.


"Rahul, semuanya baik-baik saja kan?"


"Maksud Papa?"


"Ya maksud Papa, Shreya dan Fajar tidak bertengkar kan?"


"Kenapa Papa bisa punya pikiran seperti itu?"


"Ya karena menurut Papa aneh saja. Tidak ada apa-apa, tapi Fajar malah menyuruh istrinya datang kemari bersamamu"

__ADS_1


"Papa dan Mama tidak perlu berpikiran terlalu jauh. Tidak ada pertengkaran kok diantara mereka. Semuanya baik-baik saja. Kan sudah dijelaskan tadi. Fajar harus keluar negeri selama beberapa bulan karena urusan kerjaan. Kaliankan tau sendiri kondisi Shreya yang sedang hamil besar.


Jadi ya mungkin.... Fajar ingin istrinya mendapatkan suasana baru dan perhatian khusus dari kita. Karena kan dia sudah menganggap kita seperti keluarganya sendiri" Rahul berkilah hingga lidahnya terasa panas, karena harus menyebut istrinya sendiri sebagai istri Fajar.


"Pokoknya Papa tidak mau ya, sampai terjadi fitnah antara kamu dan Shreya. Hanya karena kalian berduaan dari Magelang kesini" Helmi menekankan dengan tegas.


Membuat Rahul jadi pusing sendiri menghadapi orang tuanya. Kenapa masalahnya jadi serumit ini? Padahal tadinya dia berpikir, tidak akan ada masalah apa-apa setelah dia membawa Zahra kerumah ini. Tapi ternyata orang tuanya malah berpikir yang macam-macam, hingga masalahnya merembet kemana-mana.


Padahal sama sekali tidak ada pertengkaran antara Fajar dan Shreya. Yang ada adalah pertengkaran antara dia dan Fajar. Lantaran dia murka karena lelaki itu sudah membohonginya dan Zahra. Serta memberikan identitas palsu pada istrinya.


Tapi tidak mungkin dia mengatakan semua itu pada mereka kan? Yang ada semuanya akan kacau. Sekarang yang harus dia pikirkan adalah, bagaimana caranya supaya Papa dan Mamanya bisa diam dan tidak banyak tanya lagi.


Jangan sampai mereka nanti malah punya ide, untuk mengantar Shreya pulang ke Magelang. Kembali kerumah Fajar. Sampai matipun dia tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi! Susah payah dia menemukan istrinya kembali, serta membawanya kemari.


"Ya sudah begini saja. Kalau Mama dan Papa masih tidak percaya, kalian hubungi saja Fajar. Tanyakan sendiri padanya apa yang terjadi. Supaya kalian tidak berprasangka buruk terus terhadap kami"


Helmi dan Lesti tampak berpikir sejenak. Kemudian keduanya beradu pandang, sebelum akhirnya mereka menuruti saran Rahul untuk menghubungi Fajar melalui sambungan video call


"Jadi kamu harus ke Swiss selama beberapa bulan ini karena urusan pekerjaan?" Helmi bertanya memastikan.


"Iya Om. Karena itulah aku menyarankan Shreya, untuk tinggal disana bersama kalian sampai dia melahirkan. Karena kalau dia disini, aku khawatir tidak ada yang bisa menjaga dan menemaninya dengan ekstra. Karena semua pelayan disini pasti akan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Takutnya nanti Shreya malah merasa bosan dan kesepian. Kalau dia disanakan, ada Tante Lesti yang bisa menemaninya setiap saat. Supaya dia tidak kesepian. Karena aku sangat percaya bahwa kalian bisa menjaga Shreya dengan baik, dan membuatnya merasa nyaman.


Selain itu, Tante kan juga sudah berpengalaman soal hamil dan melahirkan. Jadi mungkin nanti Tante bisa mengajarkan Shreya tips menjaga kehamilan dengan baik. Supaya dia bisa melahirkan anak yang sehat dan tampan seperti Rahul dan Kak Gala"


Fajar berbicara setenang mungkin dengan disertai sedikit gurauan, seraya memperlihatkan senyumannya untuk menutupi kesedihan yang sedang membuncah didadanya.

__ADS_1


"Kamu tu bisa aja ya. Tapi ya sudahlah. Kalau memang kamu sangat yakin ingin Shreya tinggal disini, ya.... Tante sih sama sekali tidak keberatan. Malahan Tante senang. Selain Amora, Tante seperti dapat anak perempuan satu lagi dengan kehadiran istrimu disini"


__ADS_2