Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 113- Video Yang Menghebohkan!!


__ADS_3

Sedangkan Amora dan Naomi tampak tersenyum sinis menyaksikan drama seru yang melebihi drama India itu. Tentu saja karena mereka tau cerita yang sebenarnya. Tapi sayangnya, drama yang sesungguhnya, yang jauh lebih seru dan spektakuler lagi belum dimulai. Amora berpikir dengan liciknya.


"Ta-tapi aku...." Saat semua orang sedang sibuk menciduk dan mencecar Fajar, tiba-tiba saja layar LED yang sedari tadi menampilkan foto-foto cantik dan anggun Zahra dengan perut bulat dan buncitnya, berubah menjadi video yang menampilkan adegan ciuman panas yang dilakukan oleh Rahul dan Zahra ketika dirooftop Caffe tempo hari.


Sontak saja video itu langsung membuat semua orang geger dan melongo saking terkejutnya.


"Rahul, Shreya! Apa-apaan ini?!" Lesti melirik Rahul dan Zahra dengan nyalang, dan mencecar mereka dengan suara yang terdengar agak gemetar. Zahra bangkit dari kursi dan berdiri dengan tegang.


"Si-siapa yang menyebarkan foto-foto itu?" Rahul memandangi video itu dengan bingung. Entah siapa orang tidak bertanggung jawab yang telah mengekspose video mesra dia dan istrinya dihadapan khalayak seperti ini!!


"Seharusnya kami yang bertanya! Apa maksud dari foto-foto itu?! Jangan bilang kalau kalian berdua...." Helmi tidak mampu melanjutkan ucapannya yang terdengar sangat memalukan baginya. Wajahnya tampak memerah. Tampaknya dia begitu marah dan malu dengan semua itu.


"Pa, dan kalian semua yang ada disini. Tolong tenang dulu. Tolong jangan salah paham dulu. Ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Aku bisa jelaskan semuanya. Jadi aku mohon, tolong jangan berasumsi yang macam-macam oke?" Rahul mencoba membujuk dan menenangkan orang tuanya yang sudah terlihat sangat emosi dan murka.


"Apa yang akan kamu jelaskan?! Setelah kalian berdua membuat malu seperti ini!!" Helmi mengkretakkan giginya sembari menatap Rahul dan Zahra dengan murka. Zahra menunduk ketakutan melihat kemarahan yang ditunjukkan Helmi.


"Fajar, ka-kamu kenapa diam saja? Kamu tidak marah, melihat semua ini?" Gala ikut angkat bicara.


Dia menatap Fajar dan merasa heran melihat raut kesedihan dan kegelisahan diwajah lelaki itu, yang tidak tampak menunjukkan kemarahannya melihat adegan vulgar yang dilakukan oleh istrinya bersama lelaki lain. Dengan kata lain, wanita itu telah berselingkuh darinya.


"Om, Tante, Kak Gala. Aku mohon dengarkan saja apa yang dikatakan Rahul. Baik Rahul maupun Shreya, sama sekali tidak bersalah. Apapun yang mereka lakukan didalam foto itu, itu bukanlah kesalahan"

__ADS_1


Fajar berkata dengan lirih. Membuat semua orang semakin terkejut dan tidak mengerti dengan sikapnya. Termasuk Zahra yang semakin merasa yakin, bahwa lelaki itu bukanlah suaminya!


"Kenapa kalian bertiga menjadi aneh seperti ini?! Terutama kamu Fajar! Om benar-benar tidak mengerti dengan sikapmu ini!! Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian?!" Helmi mulai menaikkan nada suaranya. Sikap tidak jelas anak-anak itu semakin membuatnya bingung dan kesal.


Melihat situasi yang semakin runyam, Lesti mendekati Zahra. "Shreya, Tante mohon padamu, tolong jelaskan apa maksud dari semua ini? Tolong katakan kalau semuanya ini hanya salah paham. Tolong jangan mempermalukan keluarga kami dihadapan orang sebanyak ini"


Lesti berbicara dengan suara lembut. Dia memandangi para tamu yang sedang asik menyaksikan video panas Rahul dan Zahra, serta drama keluarga itu secara langsung. Meskipun dia merasa kecewa pada wanita itu, namun dia tetap berharap Shreya bisa menjelaskan dan menyelesaikan masalah ini.


apalagi melihat mereka semua mulai mengeluarkan ponselnya masing-masing, dan merekam adegan yang ada dalam video dilayar LED itu. Hal itu pasti akan merusak reputasi keluarganya yang akan dinilai publik tidak memiliki moral dan etika.


"A... aku..." Zahra bingung harus memberikan jawaban apa. Lidahnya terasa kelu untuk berucap. Air mata mulai membasahi pipi chubbynya.


Dia bahkan tidak tau, apakah perbuatannya dengan Rahul itu salah atau tidak. Karena dia masih belum tau pasti, apakah lelaki itu benar suaminya atau bukan.


"Ma, cukup! Aku janji akan menjelaskan semuanya. Tapi tolong jangan berikan tuduhan apapun terhadapnya. Dia tidak bersalah. Dia tidak tau apapun. Jadi tolong jangan salahkan dia" Rahul berkata dengan nada memohon.


Membuat Zahra terpana menatapnya. Dia kembali berpikir dengan bingung dan ragu. Baik Rahul maupun Fajar sama-sama mengatakan jika dia tidak bersalah! Itu artinya, apa yang dia lakukan bersama Rahul dalam video itu bukan kesalahan atau dosa?! Apa jangan-jangan memang benar, dia dan Rahul adalah suami istri?!!


"Lalu siapa yang harus disalahkan?! Kamu?! Fajar?! Kalau memang begitu, coba jelaskan pada kami semua yang ada disini! Sebelum ada tudingan miring tentang keluarga kita!"


Timpal Helmi dengan menekan dan tidak sabar. Masalah ini benar-benar sudah membuatnya tidak lagi memiliki muka dihadapan para tamu, yang berasal dari kalangan orang-orang penting.

__ADS_1


"Aku akan jelaskan semuanya nanti! Tapi tidak sekarang. Aku mohon kalian bersabar. Karena, masalah ini tidak semudah yang kalian bayangkan! Kenapa kalian tidak bisa mengerti...?!" Rahul mulai kesal.


Kesabarannya mulai menipis menghadapi sikap orang tuanya yang tidak mau mengerti dan mendengarkannya untuk bersabar. Dia takut sikap mereka yang terus menekan Zahra, bisa mempengaruhi kondisi istri dan anak mereka itu.


"Ya Tuhan. Kok bisa ya, ada wanita seperti itu?" Tiba-tiba mereka mendengar suara wanita yang terdiri dari bagian tamu, sedang nyinyir membicarakan Zahra.


"Iya, mempermalukan kaum wanita saja ya. Jujur, saya sebagai perempuan merasa malu dengan kelakuannya itu" Timpal wanita lainnya.


"Sama, saya juga malu sekaligus jijik melihat semua ini. Wanita tidak tau diri seperti itu, pantasnya dihukum rajam oleh suami yang sudah dia selingkuhi itu"


"Iya, saya setuju. Itu hukuman yang setimpal untuk wanita tukang selingkuh seperti itu"


Darah Rahul terasa berdesir melihat dan mendengar wanita-wanita sosialita yang sedang bersikap nyinyir sembari mencibir istrinya tanpa ampun.


Dia menghampiri gerombolan wanita paruh baya yang tampak cantik dan elegan dalam balutan busana formal yang tertutup serta polesan make up itu, dengan kemarahan yang menggebu-gebu didadanya


"Tolong jaga bicara kalian Nyonya-Nyonya yang terhormat! Jika kalian tidak tau apapun, sebaiknya kalian diam dan tidak perlu berasumsi sesuatu yang belum tentu kebenarannya! Bukankah kalian para wanita yang berasal dari kalangan terpandang?! Terpelajar dan berpendidikan tinggi?!


Lalu dimana attitude kalian?! Apa kalian lupa mempelajarinya, sehingga kalian bisa mengeluarkan kata-kata sampah yang lebih menjijikkan dari ucapan orang-orang yang berada dikolom jembatan?!"


Rahul menatap wanita-wanita itu dengan tajam. Dengan tubuh bergetar menahan amarah, dia berusaha berbicara dengan nada suara yang tetap terdengar rendah. Membuat wanita-wanita sosialita nyinyir itu, seketika menjadi tegang akibat rasa takut melihat kemarahan yang ditunjukkan Rahul terhadap mereka.

__ADS_1


Sedangkan Amora dan Naomi tampak tersenyum puas menikmati pertunjukan langsung yang terjadi akibat ulah licik mereka, yang nekat menyuruh anak buahnya untuk memutar video itu.


Amora berharap agar situasi ini menjadi semakin kisruh dan memanas. Terutama dengan cibiran publik yang akan membuat mertuanya semakin malu dan marah besar. Hingga mereka tidak lagi bisa menerima wanita dusun itu, untuk tetap tinggal bersama mereka dirumah itu.


__ADS_2