
Lagipula, Ibu Naomi juga sudah tidak bisa diandalkan untuk membantu mereka yang sedang dalam keadaan terjepit seperti ini! Apalagi power Dirgantara group jauh lebih besar dibandingkan Ibu dan anak itu!
"Tante Naomi?" Rahul menautkan alisnya dan bertanya memastikan, bahwa yang dimaksud adalah Naomi yang dikenalnya. Yang tidak lain adalah mertua kakaknya.
"Iya Pak, benar"
"Maaf Pak, menurut rekaman CCTV yang berhasil kami dapatkan dari halaman belakang rumah Bapak, Ibu Amora juga yang memprovokasi ibu Zahra ketika menjelang acara tujuh bulanan itu" Salah satu dari anak buah Rahul menimpali dan membuka laptop, kemudian dia memperlihatkan rekaman CCTV yang berasal dari halaman belakang rumah Rahul.
Iya, diam-diam dia sudah menyuruh salah satu pengawal dirumahnya, untuk menyelidiki gerak-gerik Zahra menjelang acara tujuh bulanan itu. Karena kalau menurutnya, sikap Zahra saat itu sedikit aneh. Dia jadi terlihat pendiam dan dingin terhadapnya.
Hati Rahul bergejolak jika penyebabnya adalah kehadiran Fajar atau pengaruh hormonnya. Feelingnya mengatakan, jika ada hal lain yang membebani pikiran istrinya. Makanya wanita itu terlihat begitu stres dan tidak bergairah saat itu! Dan ternyata feelingnya benar, penyebabnya adalah wanita licik itu!!
"Jadi dia yang sudah membuat Zahra stress dan tertekan hingga bersikap aneh saat itu?"
Rahul menonton rekaman CCTV itu dengan rahang mengeras dan tangan mengepal, menahan amarah yang bergemuruh didadanya.
CCTV itu dilengkapi dengan mic, sehingga dia bisa dengan jelas mendengar setiap kata demi kata yang dilontarkan Amora untuk meracuni pikiran Zahra, yang merasa bingung dan tertekan lantaran tidak bisa mencerna maksud dari perkataan wanita itu!
Pikiran Rahul berkecamuk. Kalau dari ucapannya, sepertinya Amora sudah tau semuanya tentang status dia dan Zahra. Jadi wanita itu sudah mengetahuinya jauh dari sebelum dia mengakuinya sendiri dalam acara tujuh bulanan itu?!
Tapi yang membuatnya bingung, darimana wanita itu tau semua itu? Yang tau masalah ini hanya dia dan Fajar. Apa mungkin Amora tau dari Fajar?! Tapi tidak mungkin. Karena dia tau betul seperti apa perasaan Fajar terhadap Zahra.
Meskipun dia tidak terima, dan rasanya ingin sekali menghajar lelaki itu, karena sudah berani menyimpan rasa untuk istrinya, namun dia yakin jika Fajar tidak akan sejahat itu menyakiti wanita yang dicintainya. Lagipula, sepertinya itu juga bukan hal yang terlalu penting untuk dia pikirkan saat ini.
__ADS_1
Karena apapun itu, ternyata ini penyebabnya?! Kenapa saat itu sikap Zahra jadi dingin dan menghindarinya dengan Fajar?! Karena wanita itu begitu bingung dan stress hingga merasa kecewa padanya, karena sudah merasa dibohongi?
Dan ini semua karena wanita licik itu!! Iya, dari kata-katanya sepertinya memang itulah tujuan Amora memprovokasi Zahra!! Untung saja racun yang dia berikan pada Zahra tidak sampai berlarut-larut, hingga membuat wanita itu membencinya!! Jika tidak maka....!!
"Maaf Pak, lalu bagaimana dengan dua orang ini? Apalagi yang harus kami lakukan pada mereka?" Lamunan Rahul buyar saat salah satu dari anak buahnya mempertanyakan perintah selanjutnya yang harus mereka lakukan, sembari menunjuk dua pria yang sedang berada dalam cengkeraman mereka.
"Serahkan saja mereka pada pihak yang berwajib. Untuk ibu dan anak itu, nanti akan aku berikan tugas baru pada kalian. Tentang apa yang harus kalian lakukan pada mereka"
"Baik Pak" Sesuai dengan perintah Rahul, seluruh anak buahnya pun meninggalkan tempat itu dengan menyeret kedua tawanan mereka untuk diserahkan pada pihak kepolisian, agar bisa mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
Rahul kembali berkutat dengan pikirannya yang sedang memendam kemurkaan yang memuncak. Kurang ajar!! Ternyata Amora benar-benar membuktikan ucapannya untuk menyebarkan video itu!! Dasar lancang!!
Kenapa wanita picik itu masih saja mengusik hidupnya dan istrinya?!! Padahal dia sudah move on dan melupakan apa yang telah terjadi antara mereka dimasa lalu, tanpa pernah mengungkit-ungkitnya lagi!!
Sekalipun mungkin, dia harus mengorbankan perasaan kakaknya sendiri!! Karena dua wanita licik itu sudah berani mengusik istri dan anaknya!! Dan dia tidak akan tinggal diam, ataupun memberi hati lagi pada mantan terburuknya itu!!
Lagipula mungkin memang sudah saatnya keluarganya tau, wanita macam apa yang telah dinikahi oleh kakaknya.
********
Satu minggu sudah berlalu. Kini Zahra dan baby Chand sudah diperbolehkan untuk pulang. Sebenarnya kondisi Zahra sudah memungkinkan untuk meninggalkan rumah sakit dari dua hari yang lalu.
Namun karena keadaan bayinya yang harus berada dalam inkubator selama satu minggu, membuat Zahra bersikeras untuk tetap berada dirumah sakit, sampai anaknya pun boleh ikut pulang bersamanya. Karena dia tidak ingin berjauhan dengan putra kecilnya.
__ADS_1
Mau tidak mau Rahul mengalah dan membiarkan istrinya. Karena dia sendiri juga merasa berat untuk berjauhan dengan putra semata wayang mereka itu.
"Kamu yakin, tidak perlu kursi roda?" Tanya Rahul saat mereka tiba dirumah dan baru saja keluar dari mobil.
"Iya aku yakin. Kan aku bisa jalan. Memangnya aku orang lumpuh?" Zahra bersikeras menolak tawaran suaminya untuk menggunakan kursi roda.
"Ya baiklah, kalau memang itu maumu" Rahul mengalah, kemudian dia melirik pelayan yang berdiri disamping mereka dan menggendong baby Chand. "Ina, tolong bawa Chand kedalam ya" Titahnya.
"Baik Tuan" Pelayan itu mengangguk dan berjalan terlebih dahulu.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau pakai kursi roda, aku gendong saja ya?" Rahul hendak menggendong Zahra, namun dengan cepat Zahra langsung menepisnya saat tangan suaminya mulai menyentuh tubuhnya.
"Ih.... Tidak perlu. Banyak orang disini?" Gerutu Zahra sembari menatap kesekelilingnya. Dimana para pengawal dan petugas keamanan yang sedang bertugas menjaga area pekarangan luas itu, sesuai dengan tempat dan tugas mereka masing-masing berada.
Mau tidak mau mereka harus menyaksikan apa yang dilakukan oleh Tuan dan Nyonya mudanya itu didepan mata mereka. Dan hal itu membuat Zahra merasa malu mengumbar-umbar kemesraan didepan umum.
"Memangnya kenapa? Mereka juga sudah tau kok, kalau kita suami istri. Jadi untuk apa malu?" Ucap Rahul dengan santainya.
"Tetap saja aku malu. Aku bisa kok jalan sendiri" Zahra tetap bersikukuh menolak tawaran Rahul untuk menggendongnya, lantaran dia merasa malu dan enggan harus menjadi tontonan gratis dari para abdi setia keluarga suaminya itu.
"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan mengalah. Ayo, aku bantu" Karena Zahra sudah dengan tegas menolak, akhirnya Rahul terpaksa mengalah demi menghindari amukan dari macan betinanya itu.
Yang bisa dia lakukan hanya membimbing dan memapah Zahra berjalan menuju teras, untuk kemudian memasuki rumah mewah keluarganya. Begitu sampai diteras, pelayan Ina menyerahkan baby Chand untuk digendong oleh Rahul.
__ADS_1
Dengan lembut Rahul mengambil putranya dan menggendongnya dengan penuh sayang. Sesekali dia mencium anak kesayangannya itu secara berebutan dengan Zahra. Ina juga mempersilahkan tuan dan nyonya majikannya untuk membuka pintu dan masuk terlebih dahulu.