
"Jadi.... Kalian juga sudah tau soal ini?" Rahul menatap satu persatu wajah Papa, Mama dan kakaknya secara bergantian. Namun ekspresi mereka menatapnya masih sama.
Dia tidak menyangka jika keluarganya sudah tau tentang hubungannya dengan Amora dimasa lalu. Padahal dia tidak pernah berniat untuk membuka hal itu pada mereka. Yang dia buka hanyalah affair dan perzinahan yang dilakukan Amora bersama belasan pria yang berbeda.
Tanpa perlu mengusik masa lalu mereka, yang hanya akan beresiko pada hubungan dia dan kakaknya. Yang bisa saja mereka akan merasa canggung, bersitegang atau bersalah. Namun ternyata semuanya malah berakhir seperti ini.
"Jadi benar, sebelum menikah dengan kakakmu, Amora pernah memiliki hubungan khusus denganmu? Dan dia meninggalkanmu, gara-gara kamu buta, dan itupun karena menyelamatkan dia?" Helmi bertanya untuk memastikannya sendiri dari mulut anaknya.
"Iya Pa, itu semua benar" Rahul menjawab lirih dengan wajah menunduk. Ternyata mereka sudah tau sedetail itu. Mungkin mereka menggunakan detektif untuk menyelidikinya.
Mendengar jawaban Rahul membuat Gala bangkit berdiri dan meluapkan emosi yang sedari tadi ditahannya. Wajahnya tampak memerah. "Lalu kenapa selama ini kamu diam saja?! Kenapa kamu tidak jujur pada kami semua?! Apa maksudmu melakukan semua itu?! Membiarkanku menikahi mantanmu?!"
Melihat kemarahan dan hardikan kakaknya, membuat Rahul ikut terpancing. Dia pun ikut bangkit berdiri dan mensejajarkan intonasi suaranya dengan Gala.
"Karena aku tidak ingin merusak kebahagiaan Kakak! Karena aku tau Kakak sangat mencintai Amora! Begitupun dengan aku, yang pada saat itu masih sangat mencintai dia! Aku sadar dengan kekuranganku saat itu! Aku sadar jika Amora tidak akan pernah mau lagi denganku!! Karena dia sudah mengakhiri hubungan kami!!"
Melihat kesedihan dan kekecewaan diwajah kakaknya membuat Rahul terdiam. Rahul menatap Gala dengan simpati. Dia tau jika saat ini kakak semata wayangnya sedang sangat hancur dan kecewa mengetahui kenyataan pahit ini. Dan inilah yang ditakutinya selama ini. Inilah alasannya kenapa selama bertahun-tahun dia lebih memilih diam.
Namun benar kata orang, serapat-rapatnya bangkai ditutupi, suatu saat pasti baunya akan tercium juga. Rahul mengubah nada suaranya menjadi lirih. Dengan ekspresi yang datar dan tanpa menatap Gala.
__ADS_1
"Dan dia terang-terangan mengatakan alasannya adalah kebutaanku. Dan saat aku tau kalau dia malah menjerat Kakak, hatiku hancur sehancur-hancurnya. Ditambah lagi saat kalian mengatakan akan menikah. Tapi aku bisa apa? Kalian berdua adalah orang yang aku sayangi.
Aku berpikir, mungkin dengan menikahi Kakak, dia bisa tulus mencintai Kakak, dan kalian berdua bisa bahagia. Begitu juga sebaliknya. Kakak bisa bersatu dengan wanita yang Kakak cintai. Hubungan kita saat itu memang sedang merenggang. Tapi bukan berarti aku membenci kalian semua termasuk Kakak.
Ditambah lagi setelah aku bertemu dengan Zahra. Aku banyak belajar tentang keikhlasan darinya. Aku ikhlas melupakan apa yang telah terjadi dimasa lalu. Aku pikir kita semua bisa hidup damai dan tenang, tanpa bersinggungan sedikitpun dengan bayang-bayang masa lalu. Tapi sayangnya, istri Kakak itu masih terus menggangguku.
Berkali-kali dia mencoba untuk menggodaku. Bahkan, berkali-kali dia bilang kalau dia tidak pernah mencintai Kakak. Tidak hanya itu, dia bahkan mengancamku. Dan karena kelicikannya, nyawa Zahra dan Chand sampai berada diujung tanduk. Gara-gara video itu"
Panjang lebar Rahul membeberkan semuanya. Rasanya percuma saja jika masih ada yang dia tutupi. Lagian mereka semua juga sudah tau. Jadi apa bedanya? Ibaratnya, sudah terlanjur basah.
Apa bedanya dia siramkan airnya hingga habis tak bersisa. Agar semuanya jelas dan tidak ada lagi kesalah pahaman lainnya yang terjadi dikemudian hari. Penjelasan Rahul membuat mereka bertiga semakin terperangah.
"Jadi.... Amora yang memutar video itu saat acara tujuh bulanan kemarin?" Tanya Lesti.
Rahul bercerita dengan kesal dan berusaha keras menahan emosinya, setiap kali mengingat tindakan Amora terhadap istrinya! Untung saja wanita itu tidak ada disini sekarang! Jika tidak, mungkin dia juga bisa lupa, jika kakak iparnya itu adalah seorang wanita!
"Jadi kamu, yang mengirim bukti perselingkuhan Amora pada Papa?" Timpal Helmi memperjelas pengakuan Rahul.
Rahul mengangguk dengan cepat. "Iya! Dan sebenarnya hanya itu tujuanku. Aku tidak pernah ada niat untuk membongkar soal hubungan dimasa lalu kami. Karena seperti yang aku katakan, aku sudah ikhlas untuk melupakan apa yang sudah terjadi dimasa lalu.
__ADS_1
Aku percaya jika semua itu memang sudah menjadi bagian dari garis hidupku. Tapi soal Zahra dan Chand, aku tidak bisa memaafkan wanita itu! Aku tidak bisa memaafkan siapapun yang sudah menyakiti mereka berdua!" Rahul berkata dengan tegas.
"Papa mengerti perasaanmu. Kamu sudah melakukan hal yang benar dengan memberitau semua kebenaran ini pada kami" Imbuh Helmi.
*******
Amora sedang menghabiskan waktunya disebuah kamar hotel bersama salah seorang partner ranjangnya, yang sedang saling memuaskan hasrat satu sama lain. Sebenarnya ini adalah dunianya sejak dulu. Saat dia masih menjalin hubungan dengan Rahul, mereka juga sering melakukannya.
Namun saat dia beralih pada Gala, Dia tidak bisa memuaskan hasratnya bersama lelaki itu. Karena Gala sedikit alim. Berbeda dengan Rahul dan mantan-mantannya yang sebelumnya. Yang sangat menyukai permainan panas diatas ranjang.
Oleh karena itu, dia menjadikan lelaki-lelaki yang biasa ditemuinya diklub malam sebagai pemuas hasratnya. Dan sebisa mungkin dia harus berhati-hati dalam melakukannya agar tidak ketahuan oleh keluarga agung itu. Karena jika sampai terjadi, maka bisa menjadi boomerang untuknya.
Apalagi setelah dia resmi menjadi istri Gala dan bagian dari keluarga Dirgantara. Awalnya dia bisa tahan hanya dengan Gala. Namun lama kelamaan pria itu semakin jelas membosankan, dan tidak bisa lagi membuatnya bergairah. Karena permainan ranjangnya yang terlalu monoton.
Akhirnya dia kembali mencari kepuasan bersama lelaki lain. Dan hal itu sudah dia lakukan selama berbulan-bulan. Dan untungnya hingga saat ini, tidak ada satupun dari mereka yang tau kelakuannya diluar.
"Kamu kenapa sih? Tumben cemberut begitu? Biasanya kalau sedang enak-enakan begini, kamu selalu sumringah dan menikmati permainan surga dunia ini"
Tanya lelaki muda bernama Brandon, yang saat ini sedang tampak asik menikmati percintaannya dengan Amora. Tubuh keduanya sedang dalam keadaan polos, tanpa tertutup sehelai benang pun.
__ADS_1
"Itukan biasanya, bukan sekarang" Amora menjawab dengan suara hambar dan sedikit ketus. Biasanya dia akan selalu merasa semangat kalau sedang bersenang-senang seperti ini. Namun tidak untuk sekarang.
Ancaman Rahul terus terngiang-ngiang dibenaknya. Dari tatapannya dia yakin jika itu bukanlah main-main! Entah apa yang akan dilakukan Rahul, jika lelaki itu sampai berhasil membuktikan keterlibatannya dalam tersebarnya video mesra dia dengan istrinya yang kampungan itu!