Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 41- Penolakan Rahul


__ADS_3

Fajar menggeleng-geleng, berusaha membuang segala macam pemikiran yang muncul dikepalanya. Hingga tanpa sadar, tangannya yang sedang menyuapi Zahra pun ikut bergerak, membuat sesendok bubur itu tumpah dan mengotori mulut serta baju pasien Zahra.


"Aauww!" Pekik Zahra terkejut dan kepanasan saat bubur itu mengenai kulitnya.


"Mmm.... Maaf, aku tidak sengaja. Sebentar" Fajar mengambil tissue, lalu mengelap baju dan mulut Zahra yang kotor dan belepotan dengan sisa-sisa bubur yang tumpah.


Matanya tak bisa beralih dari menatap wajah cantik Zahra. Ternyata setelah siuman, kecantikan wanita ini semakin terpancar.


Ya Tuhan, kalau begini terus lama-lama dia bisa jatuh cinta pada istri palsunya ini.


*******


Rahul sedang sibuk mengemasi barang-barangnya hingga tak memperhatikan pintu kamarnya dibuka oleh seseorang dari luar.


Betapa terkejutnya Lesti mendapati putra bungsunya sedang mengemasi dan memasukkan pakaian-pakaiannya kedalam koper.


"Lho, Rahul kamu mau kemana? Kenapa semua barang-barangmu dimasukkan kedalam koper?"


"Aku mau kembali lagi kedesa itu Ma" Jawab Rahul tanpa menghentikan aktivitasnya atau melirik ibunya.


"Hah. Kamu mau kembali lagi kedesa itu? Ada apa Nak? Ada masalah apa lagi? Apa Mama, Papa dan Gala menyakitimu lagi? Rahul kalau kami ada salah, tolong maafkan Nak. Tapi tolong kamu jangan tinggalkan rumah ini. Mama tidak mau kehilanganmu lagi Nak. Mama mohon"


Ujar Lesti dengan gelisah. dia takut telah terjadi perdebatan lagi antara suami dan anak bungsunya seperti dulu, hingga Rahul memutuskan untuk minggat dari rumah.


"Ma, Mama tenang saja. Aku tidak menyalahkan kalian. Aku juga ingin pergi dari sini bukan karena marah pada kalian, tapi karena Zahra" Rahul menggenggam tangan Lesti dengan lembut, berusaha menenangkan wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu agar tidak berpikiran yang macam-macam.


"Kamu ingin kembali mencari Zahra didesa itu?" Terka Lesti.


"Iya Ma. Aku tidak bisa tenang disini. Hanya duduk diam, sementara aku tidak tau bagaimana keadaan istriku diluar sana. Kemarin aku pulang kesini karena ingin mengurus pemakaman Bu Sakinah. Sekarang pemakaman itu sudah selesai, dan ini juga sudah satu minggu, tapi masih belum ada kabar apapun juga soal Zahra. Jadi aku rasa, aku juga harus kembali turun tangan untuk mencarinya" Jawab Rahul dengan perasaan ketar-ketir.

__ADS_1


"Mama mengerti perasaanmu Nak. Mama juga sangat mencemaskan menantu dan calon cucu Mama. Tapi bukan berarti jika kamu harus kembali lagi kedesa itukan? Apa yang bisa kamu lakukan? Bukankah kamu sendiri saja tidak tau seperti apa wajah istrimu? Begitu juga dengan kami semua, tidak ada yang mengenali Zahra. Jadi serahkan saja semuanya pada Papa. Papa sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk melakukan pencarian. Jadi kita tunggu saja hasilnya ya. Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah banyak-banyak berdoa"


Lesti berusaha meyakini dan membujuk Rahul dengan lembut. Rahul tampak berpikir. Sepertinya ucapan Lesti cukup mampu untuk mempengaruhinya.


"Mama benar Rahul" Timpal Amora yang tiba-tiba muncul dengan membawa nampan berisi segelas jus jeruk.


"Lebih baik kamu tetap disini. Kasian Mama, selama lima bulan ini, dia selalu sedih memikirkanmu. Masak sekarang kamu tega meninggalkannya lagi. Soal istrimu, serahkan saja semuanya pada petugas dan anak buah Papa. Mereka pasti akan melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin. Yang penting kamu jangan putus berdoa" Amora berbicara semanis mungkin dengan sok bijaknya.


"Amora benar Nak. Cepat atau lambat Zahra pasti akan ditemukan. Yang penting kita terus berdoa dan berusaha. Dan itulah yang sedang dilakukan oleh Papa saat ini. Tolong pertimbangkan lagi keinginanmu untuk meninggalkan rumah ini dan kembali lagi kedesa itu. Mama mohon Nak"


"Baiklah, demi Mama aku akan tetap berada dirumah ini" dengan seulas senyuman, akhirnya Rahul memberikan keputusan yang membuat senyum sumringah langsung menghiasi wajah Lesti.


"Alhamdulillah, Mama senang sekali mendengarnya Nak. Terima kasih sayang" Lesti merangkum wajah Rahul dan memeluk putra kesayangannya yang juga membalas pelukannya.


"Oh ya Rahul, kamu pasti haus kan? Ini aku buatkan jus jeruk untukmu. Kan saat ini kamu sedang banyak pikiran, khususnya masalah dengan istrimu. Jadi kamu harus banyak minum yang segar-segar agar pikiranmu lebih fresh"


Amora mengambil gelas jus dari nampan yang dibawanya dan menyodorkannya pada Rahul. Wanita itu kembali memulai modusnya untuk mendekati Rahul.


"Terima kasih banyak Kakak ipar Amora atas perhatiannya. Tapi sepertinya Kakak ipar lupa ya, kalau aku bukan anak kecil? Kalau aku mau minum, aku kan bisa mengambilnya sendiri didapur. Tidak perlu Kakak ipar repot-repot mengantarnya ke kamarku kan? Atau mungkin minuman itu dibuat untuk Kak Gala, tapi Kakak ipar lupa kamarnya dan malah nyasar kekamarku? Sebenarnya tidak masalah sih, salah kamar, asal jangan salah suami aja" Cemooh Rahul.


"Rahul, kok kamu bicaranya begitu sama Amora?" Tegur Lesti dengan suara lembut.


"Oh iya, kok aku tidak kepikiran ya? Sepertinya Kakak ipar membuatkan jus ini khusus untuk Mama. Ini Ma" Rahul mengambil jus dari tangan Amora dan menyerahkannya pada Lesti.


"Lihat Ma, betapa beruntungnya Mama mendapatkan menantu seperti Kakak ipar Amora. Yang mau repot-repot membuatkan minuman untuk Mama" Rahul lantas melirik Amora.


"Oh ya Kakak ipar, lain kali jika ingin membuatkan minuman untuk Mama, tidak usah malu-malu sampai berdalih bahwa jus itu untukku. Karena aku kan sudah dewasa, bukan lagi anak balita. Selain itu, sekarang aku juga sudah bisa melihat lagi kan? Bukan lagi lelaki buta yang tidak bisa apa-apa. Aku beritau satu hal, mungkin Kakak ipar tidak tau kan? saat aku masih dalam keadaan buta, aku bahkan pernah berhasil mengalahkan seorang pegulat handal asal luar negeri, hingga aku bisa membawa istriku liburan bulan madu keluar negeri berkat tiket yang aku dapatkan dari perlombaan itu"


"Jadi Kakak ipar tidak usah berpikir jika aku tidak bisa apa-apa saat aku bisa melihat seperti saat ini. Lagipula, aku rasa tidak pantas ya, seorang istri membawakan minuman atau makanan untuk pria yang berstatus sebagai adik iparnya. Aku saja sebagai lelaki takut, jika nanti hal itu sampai menimbulkan fitnah. Masak Kakak Amora yang seorang wanita tidak merasa takut"

__ADS_1


Rahul mencemooh Amora tanpa ampun. Lalu dia kembali melirik ibunya. "Ma, aku tinggal dulu ya. Aku harus menemui Papa dan Kak Gala untuk memastikan soal perkembangan pencarian Zahra. Dan.... jusnya segar, jangan lupa dihabiskan ya Ma" Sambungnya sebelum berlalu meninggalkan dua wanita beda generasi itu dalam kamarnya.


"Amora, sebenarnya kamu ada masalah apa sih dengan Rahul? Kok dia terlihat seperti tidak menyukaimu?" Tanya Lesti yang menilai sikap Rahul terhadap Amora sedikit aneh. Dia merasa anak bungsunya itu seperti tidak menyukai menantu pertamanya ini.


Entah ini hanya perasaannya saja, atau memang ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua?


Amora jadi gelagapan memikirkan alasan yang tepat untuk berkilah.


"A... Amora juga tidak tau Ma, kenapa Rahul tidak menyukai Amora. Padahal niat Amora tulus. Amora hanya ingin mendekatkan diri dengan semua anggota keluarga disini. Karena kan sejak menikah dengan Gala, dan menjadi bagian dari keluarga ini, baru kali ini Amora bertemu dengan Rahul. Kata Gala, dia sangat prihatin dengan kondisi Rahul yang kehilangan dan merisaukan istrinya yang sampai saat ini masih belum ditemukan. Sebagai istri dari kakaknya, Amora hanya mencoba untuk menghibur Rahul agar dia tidak terus berlarut-larut dalam kesedihannya. Hanya itu tujuan Amora Ma"


Amora memasang tampang sesedih mungkin untuk mendapatkan simpati Lesti, agar tidak mencurigai hubungan masa lalunya dengan Rahul, yang akan membuatnya kehilangan muka dan kepercayaan orang-orang dirumah ini.


Ya, setidaknya sampai dia berhasil membuat Rahul kembali jatuh cinta padanya.


"Mama minta maaf ya atas sikapnya Rahul. Dia memang keras kepala. Apapun yang dia katakan, tidak ada yang bisa membantahnya Mama harap kamu bisa mengerti, saat ini dia sangat terguncang dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga istrinya dalam tragedi itu" Lesti berkata dengan perasaan tak enakan sembari mengusap-usap pundak Amora dengan lembut.


"Iya Ma, Amora mengerti kok"


Amora menghela nafas lega karena masih berhasil membuat Lesti percaya padanya. Rahul benar-benar sudah membuatnya mati kutu.


Apa pria itu memang sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya? Apa wanita bernama Zahra itu benar-benar sudah berhasil menggantikan posisinya sebagai pemilik hati Rahul, hingga tidak ada lagi sedikitpun rasa yang tersisa untuknya dihati lelaki itu?


Ini tidak bisa dibiarkan. Dia tidak rela ada wanita lain yang memiliki Rahul. Apalagi dengan kondisi Rahul yang sekarang sudah bisa melihat lagi. Karismatiknya kini sudah kembali. Tentu saja sekarang Gala tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan adiknya itu.


Ditambah lagi, Rahul adalah anak kandung Helmi satu-satunya. Dengan kata lain, putra mahkota alias pewaris tunggal Dirgantara Group.


Tidak seperti Gala, yang posisinya hanya sebagai anak sambung. Sangat mustahil jika dia bisa dinobatkan sebagai pewaris tunggal.


Apapun caranya, dia harus bisa mendapatkan Rahul kembali, sebelum didahului oleh wanita lain. Apalagi jika Zahra benar-benar masih hidup, bersama janin dalam kandungannya. Lalu Rahul berhasil menemukan dan membawanya kerumah ini, seperti keajaiban yang pernah dikatakannya tempo hari.

__ADS_1


Pasti wanita itu akan dijadikan ratu dirumah ini. Tidak! Dia tidak boleh membiarkan hal itu terjadi! Hanya dia yang boleh menjadi ratu dihati Rahul maupun dirumah ini!


__ADS_2