Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 85- Menjelaskan Segalanya


__ADS_3

Rahul merenggut kerah kemeja Fajar dan menariknya dengan keras serta penuh kemarahan.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada istriku?! Apa yang sudah kamu lakukan hingga dia tidak bisa mengenaliku sebagai suaminya?! Apa kamu sudah mencuci otaknya, hingga dia bisa berpikir bahwa kamu adalah suaminya?!


Katakan padaku apa yang sudah kamu lakukan pada Zahraku?! Dan dimana istrimu yang sebenarnya?! Kenapa kamu malah mengakui istriku sebagai istrimu?!" Rahul meraung-raung tak karuan.


Sementara Fajar sama sekali tidak berkutik. Dia masih terlalu syok dan bingung harus berbuat apa. Hal yang selama ini sangat takut untuk dia bayangkan, akhirnya terjadi juga. Yaitu kedatangan suami Shreya yang asli untuk mengambil istrinya kembali.


Dan yang lebih mengejutkannya lagi, pria itu adalah Rahul! Orang yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri! Apakah ini artinya, jika keberadaan Shreya disisinya sudah berakhir?! Apakah ini sudah saatnya, untuk dia melepaskan wanita itu? Secepat itukah?


"Pak. Pak saya mohon tolong tenang dulu. Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik. Tolong jangan buat keributan disini Pak. Sikap anda ini bisa mengganggu pasien dan semua yang lewat disini"


Vera kembali angkat bicara melihat Rahul yang semakin tidak terkendali. Dia takut perseteruan itu akan menjadi semakin jauh nantinya. Dan akibatnya, kedua pria itu bisa berakhir dengan baku hantam karena masalah wanita yang sama.


"Kalian pikir aku masih peduli dengan ucapan kalian!! Setelah kalian berani mempermainkan aku dan memanfaatkan amnesia istriku?! Agar kalian bisa bebas mengelabuinya?! Jadi tolong Nona jangan ikut campur lagi urusan kami. Ini urusanku dengan penipu ini!" Rahul menatap Fajar seekor singa yang hendak menelan mangsanya saja.


"Aku akan jelaskan semuanya. Ikutlah keruanganku. Tidak enak ribut disini. Banyak orang yang melihat kita" Ucap Fajar akhirnya, dengan datar.


"Kamu pikir aku peduli pada mereka?" Rahul menunjuk gerombolan manusia-manusia kepo yang sedang asik menyaksikan drama mereka dengan penasaran dan tegang. Lalu dia kembali melirik Fajar. "Yang aku inginkan hanya istriku! Bisa kamu kembalikan istriku sekarang juga?!"


"Kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan. Jadi aku mohon, tolong dengarkan aku sekali saja. Kita bicarakan semuanya baik-baik" Fajar kembali menawar dengan ekspresi yang masih datar.

__ADS_1


Rahul berpikir sejenak. Mungkin tidak ada salahnya dia ikut dengan komplotan ini. Dia juga ingin mendengar alasan apa yang akan mereka berikan. Hingga mereka bisa tega membohongi istrinya yang sedang hilang ingatan! Tapi apapun alasan mereka nantinya, dia akan tetap mengambil istrinya kembali!


Zahra adalah istrinya, makmumnya, miliknya!! Tidak ada orang yang lebih berhak atas perempuan itu selain dirinya!! Dan dia tidak akan pernah sudi menyerahkan istrinya pada siapapun!! Tidak terkecuali Fajar meskipun lelaki itu adalah sahabatnya sendiri! Tidak akan pernah!!


********


Akhirnya mereka bertiga berkumpul diruangan Fajar.


"Ada luka benturan keras yang cukup fatal dibagian kepalanya. Luka itulah yang menyebabkan dia kehilangan ingatannya. Atau.... dengan kata lain, disebut amnesia" Vera dengan sabar menjelaskan kondisi Zahra pada Rahul yang sedang memegang dan memindai hasil CT scan istrinya dengan seksama dan perasaan sedih.


"Saat itu kami tidak tau apapun tentang dia. Kami tidak tau asal usul ataupun keluarganya. Yang kami tau saat itu hanyalah, dia sedang hamil. Kami hanya memprioritaskan kondisi kesehatan dia dan janin dalam kandungannya. Kami bingung, jawaban apa yang harus kami berikan, jika nanti dia bertanya tentang keluarganya, maupun tentang suaminya.


"Dan akibat dari resiko itu sangatlah fatal. Dia bisa saja mengalami pendarahan hebat dikepalanya, juga pada janin dalam kandungannya. Karena itulah aku mengusulkan ide seperti itu.


Karena hanya itulah cara terbaik yang saat itu ada dipikiran kami. Yang kami pikir bisa membuat keadaan istri dan calon anak Bapak bisa sedikit membaik. Jadi saya mohon, tolong jangan salah paham dengan maksud kami melakukan sandiwara ini" Vera kembali menimpali dengan nada berharap.


Rahul hanya diam menyimak dengan mata yang masih memandang hasil CT scan itu dengan perasaan yang bagaikan tercabik-cabik. Dia tidak menyangka, istrinya akan mengalami masa-masa sesulit itu akibat tragedi yang telah memisahkan mereka.


Tidak terbayang sesakit dan setakut apa Zahra pada saat kejadian itu. Tapi dia tidak ada disampingnya. Rasanya Rahul ingin mengutuk dirinya sendiri! Dia sudah berpikiran sangat dangkal tentang istrinya sendiri!! Dia sudah menuduh Zahra membohongi dan menghianatinya demi bisa bersama pria lain!!


Padahal Zahra sama sekali tidak bersalah! Wanita itu tidak tau apa-apa! Bahkan selama menjadi Shreya pun, Zahra selalu ingin bersamanya. Hanya merasa senang setiap kali berada didekatnya.

__ADS_1


Dan itu sudah membuktikan bahwa cinta Zahra masih ada dan hanya untuknya seorang. Sekalipun saat ini dia tidak ada dalam ingatan perempuan itu. Namun dia yakin, jika dia masih ada dalam hati istrinya hingga saat ini!


"Jika memang hanya itu alasannya, kenapa harus Fajar yang berperan sebagai suaminya? Seorang dokter sukses dan ternama, dengan begitu mudahnya mau bersandiwara sebagai suami dari perempuan, yang bahkan dia sendiri tidak tau asal usulnya. Kamu yakin alasannya hanya itu?"


Rahul akhirnya tidak bisa lagi menahan diri untuk menanyakan hal yang sangat mengganjal dihatinya.


"Maksudmu?" Fajar mengernyitkan keningnya.


"Apa benar, jika perasaan yang kamu rasakan terhadap Zahra, murni hanya sebatas perasaan seorang dokter terhadap pasiennya? Kamu yakin tidak lebih dari itu?" Rahul menatap mata Fajar dengan intens. Berusaha menelusuri jawaban apa yang kira-kira akan dia temukan melalui mata itu.


Sebagai seorang suami, tentu saja dia tidak rela bila ada lelaki lain yang melihat istrinya dengan perasaan lebih. Apalagi lelaki itu sudah berbulan-bulan tinggal serumah dengannya! Makan bersama, Bahkan mungkin saja.... sudah berbulan-bulan mereka juga tidur satu ranjang?!


Memikirkan kemungkinan itu membuat emosinya kembali menghampiri. Dia sangat berharap Zahra masih bisa merasakan bahwa lelaki itu bukanlah suaminya! Sehingga dia tidak dengan begitu mudahnya menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati oleh Fajar!!


Dan Fajar, dia harap sandiwara yang dilakoni pria itu sebagai suami Zahra selama ini belum melewati batasannya.


"Aku mengerti apa yang kamu pikirkan. Kamu tenang saja. Sampai saat ini, aku tidak pernah menyentuh istrimu sedikitpun. Selama ini kami memang tinggal bersama dan tidur dalam satu ranjang. Tapi hanya sebatas itu. Tidak lebih sedikitpun. Dan semua itu aku lakukan pun, agar dia tidak merasa curiga dengan status kami yang sebenarnya.


Tapi aku tidak sebuas dan selicik itu. Sehingga akan memanfaatkan kondisi wanita yang sedang tidak tidak tau apa-apa, hanya demi memuaskan nafsu birahiku. Aku masih punya hati nurani. Jika kamu memang benar-benar suaminya, maka aku pastikan, hanya kamulah satu-satunya pria yang sampai saat ini pernah menjamah tubuhnya hingga dia hamil.


Kalau kamu tidak percaya, silahkan tanyakan sendiri padanya. Berapa kali aku pernah menyentuhnya selama ini" Jelas Fajar dengan nada datar dan tegas.

__ADS_1


__ADS_2