
"Karena hanya kamu, satu-satunya orang yang pernah mengancamku dengan menggunakan video itu. Jadi kalau bukan kamu, siapa lagi yang tau soal semua itu?" Tukas Rahul dengan blak-blakan.
"A-aku memang pernah mengancammu soal video itu. Ta-tapi kan kamu sudah memberikanku ancaman balik. Ja-jadi aku mana berani.... Tetap nekad mengekspose video itu...." Amora berkilah dengan gugupnya. Dia berharap semoga Rahul bisa mempercayai, dan berhenti mencecarnya dengan tuduhan itu.
"Baiklah, anggap kali ini aku percaya padamu. Tapi ingat, jika ternyata terbukti kamu berbohong dan menipuku, maka aku tidak akan pernah tinggal. Karena dalam kamusku, tidak ada kata maaf bagi orang yang berani menyakiti istri dan anakku. Bahkan hampir membuatku kehilangan mereka untuk selama-lamanya. Dan hal itu berlaku bagi siapapun, termasuk dirimu. Camkan itu"
Rahul melontarkan kata-kata ancamannya. Ekspresinya terlihat begitu serius dan tidak main-main. Membuat Amora merinding ketakutan. Dia masih ingat betul, seperti apa menggilanya Rahul saat wanita dusun dan anaknya itu kritis dirumah sakit, dan terancam tidak bisa diselamatkan.
Dari situ terlihat dengan jelas, bahwa lelaki itu sangat mencintai istri dan anaknya itu. Dan cinta itu bisa membuat pria setenang Rahul menjadi sangat menakutkan! Semoga lelaki itu tidak akan bertindak macam-macam terhadapnya!
Puas memberi ancaman pada kakak iparnya itu, Rahul berbalik. Dia sedikit terkejut melihat kemunculan ibunya didepan mereka. Namun hal itu tidak serta merta membuatnya gelagapan ataupun salah tingkah.
Toh dia juga sudah tidak peduli lagi, seandainya keluarganya mengetahui tentang hubungan masa lalunya dengan Amora. Karena dia sangat yakin bahwa wanita itulah yang telah menyakiti Zahra, hingga istrinya masuk rumah sakit!
"Rahul, Amora? Kalian sedang apa disini?" Lesti menatap Rahul dan Amora secara bergantian dengan tatapan bingung.
"Mmm, ini Ma, Kakak ipar Amora bertanya bagaimana keadaan Zahra dan Chand. Ternyata dia sangat perhatian pada istri dan anakku. Aku sangat beruntung memiliki Kakak ipar sepertinya" Rahul berbicara semanis mungkin.
Namun ucapannya itu malah membuat Amora merasa was-was, karena kata-kata yang dia lontarkan lebih menyerupai sebuah ancaman baginya. Bahkan senyuman yang dia perlihatkan pun lebih menyerupai senyuman seringai. Amora membalas senyuman lelaki itu dengan senyum gugup.
"Oh begitu? Kamu baru pulang Nak?" Tanya Lesti yang tidak menyadari suasana ketegangan antara anak dan menantunya itu.
"Iya Ma, aku baru saja sampai"
"Ya sudah sekarang sebaiknya kamu istirahat saja dulu ya. Kamu pasti kelelahan kan, beberapa hari ini menemani istrimu dirumah sakit"
__ADS_1
"Aku mau makan dulu. Setelah itu aku akan keperusahaan sebentar. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Lalu setelah itu aku akan kembali lagi kerumah sakit. Biar nanti sisanya Kak Gala dan Adam yang mengerjakan. Kak Gala juga sudah bilang kok, kalau dia tidak keberatan untuk menghendel pekerjaanku selama Zahra dan Chand masih harus dirawat dirumah sakit"
"Ya sudah kalau itu maumu. Tapi jangan lupa, kamu juga harus istirahat dan jaga kesehatan. Jangan terlalu kelelahan. Nanti kalau kamu sakit, kasian anak istrimu"
"Iya Ma, Mama tenang saja. Selama Zahra dan Chand baik-baik saja, aku juga pasti akan baik-baik saja kok. Oh ya, Mama mau kemana?"
"Mama juga mau kembali kerumah sakit untuk melihat cucu Mama. Amora, kamu juga mau ikut Nak?" Jawab Lesti yang lantas mengajak Amora.
"Mmm.... Mama saja ya. Aku sedang tidak enak badan. Nanti lain kali saja aku kesana"
"Kamu sakit?" Lesti bertanya dengan agak khawatir.
"Tidak Ma, hanya kurang enak badan saja. Makanya aku butuh istirahat" Amora berkelit karena enggan untuk menjenguk wanita yang tidak penting itu.
"Oh.... Ya sudah kalau begitu. Selamat istirahat ya sayang. Mama pergi dulu ya"
Lesti pun meninggalkan anak dan menantunya itu. Selepas kepergian ibunya, Rahul juga meninggalkan Amora dengan meninggalkan tatapan tajamnya yang masih terus membayangi benak Amora. Membuat wanita itu bergidik ngeri.
Sial!! Rahul masih saja mempermasalahkan soal beredarnya video itu!! Apa jadinya, jika lelaki itu sampai berhasil membuktikan soal keterlibatannya dalam hal itu?! Dia bisa berada dalam masalah besar!!
Mana video itu tidak menghasilkan apapun untuknya, karena sekarang Rahul sudah tidak ragu lagi untuk mengakui hubungan pernikahannya dengan wanita dusun itu!! Ditambah lagi ingatan wanita itu yang sekarang sudah kembali! Tidak ada alasan lagi baginya untuk menyingkirkan perempuan itu dari sini! Apalagi dengan kelahiran bayi mereka!
Dan sekarang malah dia sendiri yang terancam akan tersingkir dari sini! Arrgghhh!!! Kenapa dia malah terjebak dalam permainannya sendiri?! Dan semua ini gara-gara kebodohannya yang terlalu mudah mengikuti rencana Mamanya!!
*******
__ADS_1
"Oh ya, aku ada kejutan untukmu"
"Kejutan? Apa itu?" Tanya Zahra dengan penasaran.
"Tutup dulu matamu"
"Kenapa harus tutup mata segala sih? Tinggal berikan saja" Zahra memprotes.
"Kan aku sudah bilang kejutan. Kalau kamu langsung tau, bukan kejutan lagi namanya. Lagian apa susahnya sih, hanya pejamkan mata saja"
"Iya baiklah" Akhirnya Zahra mengalah dengan memejamkan matanya. Rahul mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berwarna merah. Kemudian dia mengeluarkan isinya, yang tidak lain adalah kalung pemberiannya dan cincin pernikahan mereka.
Rahul memegang tangan kanan Zahra. Dengan pelan-pelan dia menyematkan cincin emas itu dijari manis istrinya. Setelah itu dia menyibak rambut Zahra, dan menyematkan kalung emas putih dengan bandul singkatan nama panggilan mereka berdua dileher istrinya itu.
"Nah, sekarang buka matamu" Ujar Rahul usai memasangkan kedua perhiasan itu ditubuh istrinya. Zahra menurut membuka matanya.
"Ci... cincin dan.... kalung ini....?" Zahra menatap cincin emas yang melingkar dijari manis tangannya. Dia juga memegang bandul kalung dengan nama SABEL yang menjuntai didadanya dengan takjub dan sedikit terkejut.
"Bagaimana? Apa kamu juga sudah ingat, pada cincin dan kalung itu?" Rahul bertanya untuk memastikan. Dia sangat berharap Zahra juga ingat pada kedua perhiasan itu.
"Tentu saja. Ini kan cincin pernikahan kita. Dan kalung ini, aku ingat ketika kita berada diatas perahu saat honeymoon di India. Kamu yang memakaikannya dileherku kan?" Jawab Zahra dengan senyum ceria yang merekah diwajahnya.
Jawaban yang diberikan Zahra membuat Rahul tersenyum puas. Ingatan istrinya benar-benar sudah kembali sepenuhnya. Tidak ada lagi yang perlu dia khawatirkan sekarang. Karena istrinya memang sudah kembali kedalam pelukannya dan hanya untuknya!
"Benar sekali. Anda lolos ujian Nyonya" Gurau Rahul sembari mengacungkan jari jempolnya.
__ADS_1
"Ih... Memangnya aku anak sekolahan" Zahra menepuk pundak Rahul dengan geramnya.
"Oh ya, kok.... kalung dan cincin ini bisa ada padamu? Seingatku, saat bencana itu aku masih memakainya? Selama ini.... Aku juga tidak memakainya? Bagaimana kamu menemukannya?" Zahra bertanya penasaran dan dengan tatapan menerawang. Memikirkan apa yang dia ingat sebelum terjadinya tragedi itu. Dan dia merasa yakin dengan ingatannya.