Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 79- Dia Adalah Zahra??!!


__ADS_3

Curhatan gadis itu membuat Rahul berempati. Membuatnya sadar, bahwa dia bukanlah satu-satunya orang yang merasakan sakitnya kehilangan orang yang dicintai. Bahwa dia bukanlah satu-satunya orang dengan problem hidup terberat didunia.


Tapi masih ada orang lain yang mungkin jauh lebih sengsara darinya. Contohnya Chika. Mungkin ujian hidupnya masih belum seberapa dibandingkan dengan ujian hidup gadis malang itu. Iya, tentu saja dia ingat. Dulu Zahra pernah menceritakan semua itu padanya.


"Chika juga yang sabar ya. Kita sama-sama berdoa untuk orang yang kita sayangi. Semoga, Tuhan bisa mempertemukan kita lagi dengan mereka" Rahul mengelus-elus pundak Chika, dan menepuk-nepuknya dengan lembut. Bermaksud untuk menghiburnya.


"Iya Kak" Chika tersenyum simpul.


"Jadi, Pak Ricky dan istrinya ini, adalah orang tua angkatmu?" Rahul bertanya pada Chika seraya menunjuk Pak Ricky dan istrinya yang duduk didepan mereka.


"Iya Kak. Jadi setelah tragedi itu, Chika bertemu dengan Papa Ricky dan Mama Nilam. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik. Mereka merawat Chika dengan sangat baik sampai Chika sembuh. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi dan menjadikan aku sebagai anak mereka" Chika bercerita dengan riangnya.


"Chika bahagia, jadi anak mereka?" Rahul kembali bertanya seraya tersenyum penasaran.


"Bahagia sekali dong Kak. Akhirnya sekarang Chika udah bisa merasakan, kasih sayang dari orang tua yang lengkap. Hanya Papa Ricky yang bisa membuatku merasakan kasih sayang seorang ayah. Tidak seperti Ayah kandungku sendiri"


Nada suara Chika yang terdengar begitu ceria membanggakan kedua orang tua angkatnya. Namun terdengar sedih diakhir kalimatnya, karena mengingat orang tua kandungnya. Rahul tersenyum simpul. Dia bisa memahami perasaan gadis belia itu.


"Saya dan istri saya sudah bertahun-tahun menikah. Tapi kami belum juga dikaruniai seorang anak. Sampai akhirnya kami bertemu dengan Chika. Dan dia bisa membuat kami merasakan bagaimana rasanya menjadi orang tua" Timpal Pak Ricky yang sedari tadi diam menyimak percakapan mereka.


"Saya tidak menyangka, jika anda adalah orang yang berhati mulia. Oleh karena itu, saya merasa tertarik untuk menjadikan anda sebagai kontraktor tetap dirgantara Group. Yang nantinya akan mengurus pembangunan proyek-proyek group kami. Selain itu, saya juga akan memperkenalkan anda dengan rekan-rekan bisnis keluarga saya. Saya yakin, usaha anda pasti akan lebih berkembang pesat dari sebelumnya"


Rahul melirik Pak Ricky lalu berbicara dengan bangga dan yakinnya. Chika adalah salah satu orang yang disayangi oleh Zahra. Dan Pak Ricky sudah sangat berbaik hati merawat dan menjadikan gadis itu sebagai anak mereka. Jadi harus ada apresiasi untuk orang sebaik mereka.

__ADS_1


Dia yakin seandainya Zahra ada disini, dia juga pasti akan sangat senang dan berterima kasih pada Pak Ricky, atas apa yang sudah beliau dan istrinya lakukan terhadap Chika. Setidaknya hanya ini yang bisa dia lakukan untuk menebus kesalahannya, yang telah menyia-nyiakan perempuan itu demi perempuan lain.


"Bapak serius?! Terima kasih Pak atas kepercayaannya! Menjadi rekan bisnis dirgantara Group adalah sebuah kehormatan bagi kami!"


Pak Ricky tersenyum sumringah mendengar tawaran itu. Lalu dia memeluk Chika dengan sayang. "Chika, terima kasih ya sayang. Kamu memang bidadari kecil dalam hidup Papa"


"Iya Pa, sama-sama. Papa dan Mama juga malaikat dalam hidupku" Chika membalas pelukan Papa angkatnya itu dengan perasaan yang sama.


Rahul terharu menyaksikan kebahagiaan keluarga kecil itu. Dia berharap dan akan selalu berdoa, agar kebahagiaan seperti itu juga akan menghampirinya suatu saat nanti.


"Oh ya Kak Rahul, Kakak tinggal dimana sekarang?"


"Kak Rahul tinggal di Jakarta, bersama keluarga Kakak. Malam ini juga Kakak akan kembali kesana"


"Ya, tentu saja boleh. Ini, pakai ponsel Kakak saja fotonya" Rahul menyerahkan ponselnya ketangan Chika, yang dengan riangnya langsung menyentuh kamera dan merekam mereka berdua.


Gadis kecil itu tampak begitu ceria berpose dengan gaya yang konyol dan kocak. Rahul hanya berpose ala kadarnya sembari tersenyum tipis. Berpose konyol seperti ini kembali mengingatkannya pada Shreya.


Ahkh! Kenapa hal sekecil ini lagi-lagi harus mengingatkannya pada Shreya?! Padahal dia sudah bertekad akan melupakan wanita itu dan fokus pada Zahra saja!


Setelah beberapa menit melakukan pose yang tidak berguna itu, akhirnya Chika merasa puas dan kembali kekursinya.


"Sebentar ya Kak. Aku lihat-lihat dulu hasil fotonya" Ujar Chika seraya menatap layar ponsel Rahul yang ada ditangannya. Rahul hanya tersenyum masa bodo dengan apa yang dilakukan anak itu pada ponselnya.

__ADS_1


"Wah! Foto Kak Rahul dan Kak Zahra lucu-lucu ya. Apalagi Kak Zahra, gokil habis gayanya! Hehe!" Chika tertawa terkekeh dengan mata yang masih fokus menatap layar ponsel. Rahul terkesiap mendengar gadis itu kembali menyebut nama Zahra.


"Dimana Zahra?!" Rahul bertanya dengan suara bergetar saking penasarannya.


"Ini.... Difoto bersama Kakak" Chika menyodorkan dan memperlihatkan layar ponselnya pada Rahul.


Mata Rahul terbelalak melihat gambar yang ada digaleri ponselnya. Yang mana dalam foto itu adalah dirinya bersama Shreya. Kebersamaan mereka saat dikota tua yang dia abadikan dalam memory ponselnya. Rahul terkejut bukan main. Jelas-jelas ini adalah Shreya! Kenapa Chika menyebutnya sebagai Zahra?!


"Mmm.... Chika, kamu salah orang. Ini istri teman Kak Rahul. Namanya Shreya, bukan Zahra" Rahul berusaha tenang saat menjelaskan. Meski perasaannya sudah ketar-ketir.


"Hah? Shreya? Tapi kok mirip sekali dengan Kak Zahra? Kak Rahul yakin ini bukan Kak Zahra? Masak Kakak tidak menyadari, wajah wanita difoto ini sama persis dengan wajah Kak Zahra?" Chika terkejut dan kembali menatap gambar yang ada dilayar ponsel itu dengan bingung.


"Mmm.... Saat kami bersama hingga terjadinya tragedi itukan, Kak Rahul masih belum bisa melihat. Jadi.... Kakak tidak tau, seperti apa wajah Zahra" Rahul menjawab dengan gugup.


Iya, gara-gara dulu dia buta, dia sampai tidak tau seperti apa wajah istrinya! Tapi mau diapakan? Itu sudah takdir yang terjadi diluar kendalinya.


"Aneh. Kok bisa sih, ada dua orang yang mukanya bisa semirip ini? Masak sih ini bukan Kak Zahra? Sulit dipercaya!" Chika masih terus mengoceh sembari menatap gambar itu dengan bingung.


"Chika. Kamu jangan ngotot begitu dong sayang. Kalau Kak Rahul bilang itu bukan Kak Zahra, mungkin memang benar, itu bukan Kak Zahra. Banyak kok, orang didunia ini yang mirip" Bu Nilam yang sedari tadi hanya diam akhirnya ikut menimpali menegur anak angkatnya.


"Tapi ini miripnya udah kelewatan Ma. Bahkan saudara kembar pun, tidak mungkin bisa semirip ini. Chika sih sangat yakin ini memang Kak Zahra" Chika masih tetap bersikeras dengan pernyataannya.


Rahul diam terpaku. Dia tidak terlalu fokus lagi pada ocehan-ocehan dihadapannya. Namun perkataan Chika yang menyebut bahwa Shreya adalah Zahra, membuat Rahul kembali teringat pada kebersamaannya dengan dua wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2