Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 86- Melanjutkan Sandiwara!!


__ADS_3

"Aku mengerti apa yang kamu pikirkan. Tapi kamu tenang saja. Sampai saat ini, aku tidak pernah menyentuh istrimu sedikitpun. Selama ini kami memang tidur seranjang. Tapi semua itu aku lakukan, agar dia tidak merasa curiga dengan status kami yang sebenarnya. Tapi aku tidak selicik itu. Sehingga akan memanfaatkan kondisi wanita yang sedang tidak tidak tau apa-apa, supaya bisa memuaskan nafsuku.


Aku masih punya hati nurani. Jika kamu memang benar-benar suaminya, maka aku pastikan, hanya kamulah satu-satunya pria yang sampai saat ini pernah menidurinya hingga dia hamil. Kalau kamu tidak percaya, silahkan tanyakan sendiri padanya. Berapa kali aku pernah menyentuhnya.


Dan soal perasaanku padanya, Jika kamu sudah mendengar semua pembicaraan kami, maka aku rasa, tidak ada lagi yang perlu aku jelaskan, tentang bagaimana perasaanku pada istrimu. Karena kamu bisa menyimpulkannya sendiri. Tapi kamu jangan khawatir. Aku akan berusaha untuk menyingkirkan perasanku ini.


Karena aku tau, selama ini dia hanya mencintai suaminya yang asli. Dan ternyata orang itu adalah kamu. Jadi aku akan mundur. Ya sudahlah, aku rasa itu bukan hal yang penting untuk kita bahas saat ini. Karena ada hal yang jauh lebih penting dari itu"


Ujar Fajar dengan nada datar dan tegas. Dari sorot matanya, dia tampak bersungguh-sungguh. Untuk kali ini, sepertinya Rahul merasa masih bisa mempercayai pengakuan sahabatnya itu.


"Masalah apa?"


"Sampai saat ini Shre.... Mmm.... Maksudku Zahra. Sampai saat ini dia masih belum bisa juga mengingatmu sebagai suaminya. Dan dia sudah terlanjur berpikir bahwa aku adalah suaminya...."


"Langsung saja keintinya. Tidak perlu berbelit-belit" Tukas Rahul dingin. Memikirkan Fajar yang mengklaim dirinya sebagai suami dari istrinya, rasanya ingin sekali Rahul menghajar dan meremukkan wajah serta tubuh pria yang berstatus sebagai sahabatnya itu.


"Baiklah. Maksudku adalah, kita tetap lanjutkan sandiwara ini..."


"Maksudmu! Kita harus tetap bersandiwara bahwa kamu adalah suaminya?! Dan aku adalah selingkuhannya?! Untuk apa? Agar dia tetap bersamamu dan tetap menjaga jarak denganku?! Itu maksudmu?!" Tukas Rahul lagi dengan nada tinggi dan rahang yang mengeras.


"Bukan itu maksudku. Tolong dengarkan dulu penjelasanku"

__ADS_1


"Penjelasan apa? Penjelasan supaya kamu bisa bebas memeluk dan mencium istriku didepan mataku?! Dan aku harus terus bersandiwara sebagai lelaki bodoh yang hanya bisa pasrah, melihat istriku dicumbu oleh lelaki lain?! Itu maksudmu?! Coba bayangkan seandainya kamu berada diposisiku! Betapa aku hampir gila karena kehilangan istriku akibat sebuah bencana!


Bagaimana aku meratapi dan menangisinya setiap hari, setiap saat bahkan setiap detik! Dan saat dia sudah kembali padaku, aku malah melihatnya sebagai orang lain! Dan saat aku sangat ingin dekat dengannya serta menghabiskan waktu bersama, aku harus berusaha keras menahan diri. Dan menentang kata hatiku sendiri.


Karena aku berpikir jika kebersamaan kami adalah sebuah dosa dan penghianatan! Penghianatan terhadapmu, yang bersandiwara sebagai suami dari istriku. Dan sekarang kamu ingin aku tetap melanjutkan sandiwara itu? Apa kamu pikir aku sudah gila sama seperti kalian?!"


"Pak, bukan itu maksud kami. Tolong jangan salah paham dulu...." Vera kembali bersuara membujuk.


"Lalu apa maksudmu?! Kamu pikir aku tidak mendengar dengan jelas pembicaraan kalian?! Kamu pikir aku tidak tau, kalau kamu sangat mendukung atasanmu ini untuk mendekati dan memiliki istrimu kan?! Lalu apa yang akan kamu jelaskan sekarang?"


Rahul semakin meraung-raung. Emosi yang sebelumnya sudah mulai meredup kini kembali membumbung tinggi.


"Aku tidak memintamu untuk percaya padaku atau Vera. Tapi setidaknya, saat ini percayalah pada keadaan wanita yang kamu sebut sebagai istrimu itu. Pikirkan kondisinya, juga kondisi calon anak kalian. Saat ini aku sudah terlanjur mengakui diriku sebagai suaminya. Dengan segala bukti yang sudah aku manipulasikan.


Sama-sama pembohong yang mempermainkan hidupnya. Dan itu akan berakibat sangat fatal bagi kondisi dia dan bayinya. Jadi aku harap, kamu bisa memikirkan ucapanku baik-baik, serta dengan pikiran yang jernih. Bukan dengan emosi"


Rahul tampak berpikir. Sebenarnya dia sangat ingin memberitau Zahra, bahwa dialah suaminya yang asli. Agar istri tercintanya itu tidak perlu merasa sungkan lagi terhadapnya. Apalagi sampai berpikir untuk tetap membuat jarak diantara mereka. Lagipula dia juga tidak terima, ada lelaki lain yang mengaku sebagai suami dari istrinya!


Tapi disisi lain, dia juga takut jika apa yang dikatakan oleh kedua orang ini akan benar terjadi! Sebagai petugas kesehatan, mungkin mereka lebih mengetahui kondisi Zahra saat ini ketimbang dia. Dia tidak sanggup, bila hal buruk kembali menimpa istri dan calon buah hatinya untuk kedua kalinya!


Dia sudah sangat lega karena Zahra berhasil selamat dari tragedi itu. Bahkan sekarang dia dan bayinya dalam keadaan sehat. Tidak kekurangan suatu apapun. Dan itu sudah menjadi mukjizat terbesar baginya.

__ADS_1


Dan dia tidak ingin menyesal lagi untuk kedua kalinya, karena tidak bisa menjaga mereka dengan baik. Dia rela melakukan apapun supaya Zahra dan anaknya baik-baik saja, dan selalu ada disisinya!


Dan untuk itu, apakah dia harus mengikuti skenario gila mereka! Apakah dengan begitu Zahra serta bayinya akan baik-baik saja? Rahul menatap Fajar dan Vera dengan nyalang.


"Lalu sampai kapan, aku harus terus mengikuti skenario gila kalian?" Tanya Rahul ketus.


"Setidaknya sampai dia melahirkan. Setelah itu kamu bisa pelan-pelan mengobatinya dan memberitahunya, tentang status kalian yang sebenarnya. Sampai dia ingat kembali. Kamu jangan khawatir, meskipun dia tetap mengira aku sebagai suaminya, tapi dia akan tetap bersamamu.


Kamu bebas membawanya kemanapun yang kamu mau. Karena kamu adalah suaminya yang asli. Nanti aku akan bicara untuk meyakinkannya, agar dia bisa ikut denganmu, tanpa perlu merasa curiga" Tutur Fajar ragu.


"Jujur saja aku sangat muak dengan skenario gila ini. Tapi jika memang ini demi kesehatan istri dan anakku, maka baiklah. Aku akan mengikuti skenario kalian. Selain itu, aku juga masih mempercayaimu sebagai sahabatku. Dan aku yakin, bahwa kamu tidak akan pernah menghianatiku. Jadi aku mohon, tolong jangan kecewakan aku" Ujar Rahul menekan.


"Sebagai seorang sahabat, aku sama sekali tidak merasa keberatan untuk memberikan apapun yang kamu mau. Semua yang aku miliki meski itu nyawaku sekalipun. Tapi tidak dengan istriku. Bagiku Zahra adalah separuh nyawaku. Hartaku yang paling berharga. Yang tidak akan pernah bisa aku berikan pada siapapun"


Rahul memohon dengan lirih sembari menyatukan kedua telapak tangannya. Fajar hanya diam terpaku melihatnya. Mendengar permohonan pria yang tak lain adalah suami dari wanita yang dicintainya itu, membuat hatinya terasa begitu sakit bak teriris-iris senjata tajam.


Padahal dia sudah memimpikan untuk bisa menjadikan wanita itu sebagai miliknya suatu saat nanti. Namun sekarang, mimpi-mimpi indahnya harus kandas lantaran pemilik perempuan itu sudah datang untuk meminta miliknya dikembalikan!


Meskipun hatinya hancur berkeping-keping, namun dia harus tetap tegar. Dia bisa apa sekarang? Mungkin wanita itu memang bukan jodohnya!


********

__ADS_1


Rahul memarkirkan mobilnya didepan rumah mewah Fajar. Dia keluar dari mobil dan menatap rumah besar dan mewah didepannya. Rumah yang ternyata selama ini menjadi tempat tinggal istrinya. Dan dia tinggal disini sebagai istri dari pemilik rumah ini?! Bukan sebagai istrinya.


Skenario macam apa ini? Bisa-bisanya posisi dia sebagai suami Zahra malah tertukar dengan sahabatnya sendiri! Entah bagaimana dia harus menghadapi situasi seperti ini!!


__ADS_2