Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 129- Nifas??!!


__ADS_3

"Gala, aku tau aku memang bersalah padamu, tapi tolong maafkan aku. Aku berjanji aku akan menjadi istri yang baik. Aku tidak akan pernah menghianati dan mengecewakanmu lagi. Tapi aku mohon jangan ceraikan aku ya. Aku masih ingin menjadi istrimu...." Dengan wajah memelas Amora menggenggam buku tangan Gala. Berusaha membujuk dan menarik simpati suaminya agar kembali luluh padanya.


"Sampai kamu bisa mendapatkan Rahul kembali?" Tukas Gala sinis.


"Ma-maksudmu...?" Amora menanggapi perkataan suaminya dengan bingung. Kenapa Rahul dibawa-bawa dalam permasalahan mereka?


Gala menarik tangannya dari genggaman Amora dengan sembarangan. "Kamu pikir aku masih bodoh seperti biasanya?! Sampai aku masih tidak tau, kalau kamu hanya menjadikanku pegangan sampai kamu bisa mendapatkan adikku kembali! Setelah kamu mencampakkannya karena kebutaannya, akibat kecelakaan gara-gara menyelamatkanmu dua tahun yang lalu?!"


Amora terkesiap mendengar perkataan Gala. Ternyata suaminya sudah tau semuanya tentang masa lalu dia dengan Rahul! Tidak salah lagi, pasti Rahul yang sudah memberitahunya! Lelaki itu pasti marah setelah berhasil membuktikan soal keterlibatannya dalam tersebarnya video itu!


Tamat sudah riwayatnya sekarang!! Setelah ini pasti tidak akan ada alasan lagi bagi keluarga besar Dirgantara group untuk tetap menerimanya! Pasti mereka akan membuangnya!


"Ka-kamu sudah tau semuanya? A-pa Rahul yang memberitahumu tentang semua itu....?" Amora mencoba bertanya sekalipun dia sudah tau jawabannya.


"Tidak penting siapa yang memberitauku! Yang jelas sekarang aku ingin berpisah darimu! Sudah cukup kamu membuatku menyakiti adikku sendiri selama bertahun-tahun.


Dan sekarang aku tidak mau lagi melakukan kesalahan yang sama, dengan aku masih mempertahankan perempuan yang sudah hampir membuat adik ipar dan keponakanku tiada! Lagipula aku juga tidak butuh kok, wanita yang hanya mencintai harta keluargaku! Bukan aku! Ayo Pak" Gala menepuk-nepuk dadanya.


Puas mengungkapkan uneg-uneg dihatinya, Gala mengajak kuasa hukumnya untuk pergi. Meninggalkan tempat yang menyuguhkan pemandangan yang membuat dadanya terasa sesak dan sakit.


"Gala! Gala tunggu! Aku tidak mau bercerai! Gala!!" Amora berteriak-teriak, namun Gala tidak menggubrisnya. Amora hendak mengejar suaminya, namun tubuhnya sudah keburu ditarik oleh Brandon.


"Sayang sudahlah, biarkan dia pergi. Kan masih ada aku" Brandon mendekap tubuh Amora, dan kembali mengecup serta menjilati pundak wanita itu dengan penuh nafsu.


Dengan kesal Amora mendorong tubuh pria mesum itu. "Ih! Memangnya kamu punya apa?!" Dampratnya yang kemudian memunguti pakaiannya dan memakainya satu persatu.


Flashback off


"Jadi.... Kak Amora itu adalah mantan yang dulu sering kamu ceritakan?"

__ADS_1


"Iya"


"Jadi dia menikahi Kak Gala dan meninggalkanmu setelah kamu buta, dan itupun karena menyelamatkannya?"


Rahul menjawab pertanyaan istrinya dengan anggukan kepala.


"Ya Tuhan.... Kok bisa sih, kamu pernah segitu bucinnya pada wanita sepicik itu?" Zahra mengomel. Ada kilatan rasa cemburu yang tampak dari nada suaranya.


Sekalipun semua itu hanya bagian dari masa lalu suami dan kakak iparnya, namun tetap saja dia merasa cemburu. Apalagi status mereka saat ini adalah sebagai ipar dan tinggal dalam satu atap.


"Kamu cemburu, karena aku pernah mencintai Amora, hingga aku rela kecelakaan dan buta demi dia?" Goda Rahul yang bisa membaca adanya kecemburuan dari nada bicara istrinya.


"Kata siapa? Orang aku biasa saja?" Zahra memalingkan wajahnya yang tampak memerah akibat rasa malu. Dia takut akan menjadi bulan-bulanan suaminya lagi.


"Oh ya? Masak sih? Bagaimana jika sampai sekarang, perasaanku untuknya masih tersisa? Kamu yakin.... Tidak akan cemburu?" Rahul tersenyum dengan jahilnya


"Maksudmu?!!" Zahra bertanya dengan suara nyaring dan mata melotot.


"Sebelum kamu hadir, perasaan itu memang ada. Sekalipun saat Amora sudah menjatuhkan pilihannya pada kakakku sendiri. Perasaanku untuknya tetap tersisa selama bertahun-tahun. Meskipun aku tau, perasaan itu akan berakhir dengan sia-sia. Tapi semuanya berubah setelah kamu datang dalam hidupku. Kamu langsung mendapatkan tempat dan menjadi ratu disini" Rahul meletakkan tangan Zahra diatas dadanya.


"Dan sekarang, hati ini sepenuhnya milikmu. Tidak ada sedikitpun tempat yang tersisa untuk wanita lain, apalagi Amora"


"Masak sih? Buktinya?" Seloroh Zahra yang berpura-pura meragukan ucapan suaminya.


"Kamu mau bukti apa? Kamu bisa membelah dadaku kalau mau"


"Benarkah? Kalau begitu mana pisaunya?" Zahra menanggapi kata-kata lebay suaminya dengan lelucon.


"Kamu serius?"

__ADS_1


"Kan kamu sendiri yang menawarkan. Hahahaha!" Zahra tertawa terbahak-bahak. Dia merasa puas karena berhasil membuat wajah suaminya tampak memerah dan tegang. Itu balasannya karena dia sudah berani bercanda soal perasaannya pada Amora. Dan hampir membuatnya darting.


Beberapa saat kemudian dia merangkum wajah Rahul dan menggesek-gesekkan hidungnya pada hidung suaminya. Lalu dia mengecup bibir lelaki itu.


"Tanpa kamu menjelaskan, aku bisa melihatnya melalui matamu. Aku tau kalau kamu hanya mencintaiku. Buktinya, kamu rela bersabar menungguku selama berbulan-bulan aku amnesia. Dan aku sangat beruntung, bisa menjadi istrimu"


"Kalau begitu, berarti aku pantas dong, mendapatkan hadiah dari kesabaranku selama ini"


"Hadiah? Memangnya kamu mau hadiah apa?"


"Apalagi, kalau bukan ini? Berbulan-bulan aku harus bersabar menahan diri untuk merasakannya" Rahul menyentuh bagian yang berada diantara kedua paha istrinya sembari mengerling nakal.


"Masalahnya.... Kamu masih harus bersabar lagi kalau soal ini" Zahra mengambil tangan suaminya dengan lembut dan menjauhkannya dari bagian sensitifnya.


"Memangnya apalagi masalahnya? Kan kamu sudah tidak amnesia lagi sekarang?"


"Iya, aku memang sudah tidak amnesia lagi. Tapi kamu lupa, kalau aku habis melahirkan? Perutku masih terluka akibat operasi Caesar. Jadi kamu masih harus bersabar kurang lebih.... 40 hari lagi" Zahra mengacungkan empat jari tengannya.


"Hah?! 40 hari? Mana mungkin luka operasi Caesarmu sembuhnya bisa selama itu? Paling juga beberapa hari lagi sudah mengering. Tidak mungkinlah sampai 40 hari"


Rahul terkejut dan menyangkal pernyataan istrinya. Karena luka yang dialami istrinya hanya akibat operasi Caesar saja. Mana mungkin penyembuhannya bisa selama itu. Sepertinya wanita itu sedang mencoba untuk membodohinya.


"Ini bukan soal lukanya satyaku sayang. Tapi soal nifasnya yang baru berakhir setelah 40 hari usai aku melahirkan"


"Nifas? Apa lagi itu?" Rahul bertanya dengan polosnya. Membuat Zahra kesal. Entah suaminya benar-benar polos, atau hanya berlagak sehingga dia bisa tidak tau tentang hal ini?


"Cari tau saja sendiri. Sekarang jamannya sudah canggih. Semuanya ada diinternet. Sudahlah, aku mau ambil Chand dulu dari Mama dan Papa. Sekarang sudah waktunya dia menyusui" Zahra beranjak dari dipan dan berjalan keluar tanpa menghiraukan suara Rahul yang memanggil-manggilnya.


"Tapi.... Kan pembicaraan kita belum selesai"

__ADS_1


Rahul hanya bisa menghela nafas kecewa. Kemarin amnesia, sekarang nifas. Besok apalagi?


Kenapa selalu saja ada penghalang untuk dia menyentuh istrinya sendiri? Padahal dia sudah sangat merindukan tubuh ranum istrinya, yang sudah lama tidak dia rasakan.


__ADS_2