Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 47- Perkenalan


__ADS_3

"Fajar, Shreya. Kalian sudah datang?" Helmi yang tiba-tiba muncul langsung menegur Fajar dan Shreya.


"Iya Om, happy anniversary ya Om" Dengan senyuman yang merekah diwajah tampannya, Fajar langsung memeluk Helmi.


"Terima kasih" Helmi membalas pelukan Fajar dan menepuk-nepuk pundaknya.


"Happy anniversary ya Om" Timpal Shreya yang langsung menyalami tangan Helmi.


"Terima kasih ya Nak" Helmi menanggapi Shreya dengan senyuman. Kemudian dia melirik Lesti dan Rahul. "Ma, Rahul, kalian masih ingat tidak? Ini Fajar" Helmi menunjuk Fajar dan mengingatkan istri dan anak bungsunya akan siapa sosok pria tampan yang ada dihadapannya saat ini.


"Fajar..... Anaknya Mas Andre?" Tanya Lesti memastikan.


"Iya"


"Ya Tuhan..... Kamu Fajar? Kemana saja kamu selama ini Nak? Kamu semakin tampan saja ya sekarang" Dengan senyuman penuh haru dan mata berkaca-kaca, Lesti memeluk Fajar.


Lesti sudah menganggap Fajar seperti anaknya sendiri. Bahkan rasa sayangnya terhadap anak itu pun hampir sama dengan rasa sayangnya terhadap kedua putranya. Hal itu lantaran dia sudah bersahabat baik dengan kedua orang tua Fajar. Bahkan mereka sudah seperti keluarga.


"Terima kasih Tante. Tante juga masih terlihat sangat cantik dan awet muda seperti Shraddha Kapoor. Happy anniversary ya Tanteku sayang" Puji Fajar disertai sedikit candaan.


"Dasar anak nakal" Lesti mencubit pinggang Fajar dengan geramnya. "Terima kasih ya"


"Hey Bro, apa kabar. Sudah lama ya tidak bertemu" Fajar mengacungkan telapak tangannya pada Rahul. Keduanya pun melakukan tos sebagai dua orang sahabat yang baru bertemu kembali setelah terpisah lama.


Keduanya memang menjalin persahabatan saat masih kanak-kanak, sama halnya dengan orang tua mereka. Bahkan mereka juga menempuh pendidikan disekolah yang sama dari SD hingga SMP.


Namun saat keduanya beranjak remaja yakni lima belas tahun, Fajar harus ikut kedua orang tuanya pindah ke Polandia karena bisnis.


"Alhamdulillah kabarku baik. Bagaimana mau bertemu? Kamu saja menghilang tanpa kabar selama bertahun-tahun" Gerutu Rahul.


"Sorry Bro, ini semua kehendak kedua orang tuaku yang harus pindah ke Polandia untuk mengurus bisnis mereka. Oh ya, kenalkan ini Shreya, istriku. Shreya, kenalkan ini Rahul" Fajar memperkenalkan Shreya dan Rahul.


Tubuh Rahul kembali terpaku menatap wanita yang ternyata adalah istri dari sahabatnya itu. Hatinya kembali terasa bergetar.


"Rahul" Rahul mengulurkan tangannya pada Shreya.


"Shreya" Shreya membalas uluran tangan Rahul dengan jantung yang terasa berdebar-debar. Tubuhnya pun terpaku menatap wajah pria yang terasa familiar baginya. Apa mereka pernah bertemu sebelumnya? Tapi kapan dan dimana? Mengapa melihat pria itu membuat perasaannya terasa hangat dan nyaman.


Bayangan kala pertama kali bertemu dan bersentuhan tangan dengan Zahra kembali singgah dibenak Rahul. Kenapa dia merasa jika sentuhan tangan wanita ini sama persis dengan sentuhan tangan Zahra?


Bahkan perasaan yang saat ini dia rasakan pun sama seperti saat dia bersama Zahra kala itu.


Sebenarnya apa yang terjadi padanya?


Selama beberapa saat, keduanya saling membisu dengan tatapan mata yang terkunci. Saling menikmati rasa nyaman dan hangat yang menerjang perasaan satu sama lain. Hingga mereka tak lagi menyadari keadaan yang ada disekitar, termasuk orang-orang yang berada dihadapan mereka.


Sikap aneh mereka membuat Fajar, Helmi dan Lesti mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


"Ehem" Fajar berdehem dengan suara yang agak keras. Entah kenapa dia merasa tidak suka melihat cara Rahul menatap Shreya seperti itu.


Keduanya pun tersentak hingga kontak mata mereka langsung terputus.


"Kalian berdua tidak kenapa-napa kan?" Tanya Lesti sedikit cemas.


"Mmm..... Iya, aku tidak apa-apa?" Rahul tampak gugup dan salah tingkah.


"Mmm..... Tante, happy anniversary ya. Kenalkan nama saya Shreya" Shreya memegang dan mencium punggung tangan Lesti dengan kikuk dan malu.


"Tante Lesti. Senang bertemu denganmu. Terima kasih ya sayang, sudah hadir di acara Tante" Lesti tersenyum ramah.


"Iya Tante"


"Hey, kalian berdua sudah datang. Sudah lama?" Gala pun muncul didampingi Amora.


"Tidak kok Kak, kami baru saja sampai. Oh ya, ini istrinya?" Jawab Fajar lalu menunjuk Amora yang berdiri disamping suaminya.


"Iya, kenalkan ini istriku Amora. Sayang, kenalkan ini Fajar, dan ini Shreya istrinya" Gala memperkenalkan istrinya pada Fajar.


"Hai, Amora" Amora mengulurkan tangannya pada Fajar dengan senyum ramah yang merekah diwajah cantiknya.


"Fajar. Benar ya apa kata Kakak, istrinya cantik" Fajar membalas uluran tangan Amora dan memujinya hingga wanita itu semakin melebarkan senyumnya.


"Terima kasih. Istriku ini memang wanita tercantik didunia" Dengan bangganya Gala merangkul dan memuji istrinya.


Obrolan mereka pun berlanjut. Rahul, Shreya, Fajar, Gala, Amora, Helmi, Lesti dan Naomi tampak sedang duduk berkumpul dan bercengkrama ria dalam satu meja.


"Oh, jadi kalian bertemu saat di Magelang?" Tanya Lesti.


"Iya, waktu Papa dan Gala sedang mengurus proyek kita yang ada di Magelang beberapa minggu yang lalu" Jawab Helmi.


"Aauw.... Aauw sakit Tante" Fajar mengaduh saat tiba-tiba telinganya dijewer dengan keras oleh Lesti.


"Dasar anak nakal. Bisa-bisanya kamu menikah tanpa memberitau kami. Kamu anggap kami ini apa?" Omel Lesti yang terus menjewer telinga Fajar dengan gemasnya. Membuat yang lainnya hanya bisa menyaksikan adegan lucu dihadapannya seraya cekikikan.


"Maaf Tante, aku sibuk sekali mengurus bisnis Papa hingga lupa memberitau kalian. Lagipula saat itu kami menikah di Delhi" Dengan wajah berkerut Fajar memberikan alasan.


Sebenarnya dia bersyukur, karena tidak kepikiran untuk mengundang mereka saat pernikahannya dulu. Seandainya waktu itu mereka semua hadir dalam acara pernikahannya, maka pasti saat ini mereka semua akan mengetahui, jika wanita yang ada dihadapan mereka ini bukanlah istrinya.


"Udah Ma, lepaskan saja. Kasian pasti dia malu. Apalagi jika sampai ada yang merekam lalu menguploadnya disosial media. Mau ditaruh dimana muka Fajar. Seorang dokter tampan, gagah, dan hebat dijewer seperti seekor kucing hehehe" Ledek Rahul yang disambut dengan gelak tawa dari yang lain.


"Iya Ma, apalagi disebelah Mama ada istrinya tu istrinya sedang hamil. Bisa-bisa anak dalam kandungannya juga ikut menertawakan ayahnya, yang sedang dijewer seperti itu hehehe"


Timpal Gala yang membuat Lesti langsung melepaskan telinga Fajar, dan melirik Shreya yang duduk dikursi disampingnya.


"Kamu sedang hamil Nak?"

__ADS_1


"Iya Tante"


"Sudah berapa bulan kehamilanmu?"


"Sudah masuk lima bulan Tante"


"Wah. Pantesan ya, dari tadi Tante perhatikan perutmu terlihat begitu menonjol. Ternyata ada malaikat kecil yang sedang tumbuh disini" Lesti mengelus-elus perut Shreya dengan lembut. Entah kenapa hatinya terasa bergetar saat dia menyentuh perut buncit milik wanita itu.


Sedangkan Rahul mendadak bungkam mengetahui jika Shreya sedang berbadan dua. Dia kembali teringat Zahra yang sedang mengandung anaknya. Jika dipikir-pikir, saat ini usia kandungan istrinya juga sudah memasuki bulan kelima. Apa ini kebetulan?


Ada apa dengan wanita itu? Kenapa wanita itu seakan mampu menggugah hatinya? Mampu mengalihkan pikirannya dari beban dan keresahan yang berkecamuk dihatinya.


Padahal baru beberapa jam yang lalu, dia masih menjadi lelaki menyedihkan yang tersiksa batin karena kehilangan istrinya. Hingga dia begitu putus asa dan hampir kembali menjadikan minuman sebagai temannya.


Tapi sekarang, kemana lelaki menyedihkan itu? Kenapa sekarang dia justru merasa hatinya begitu lega dan tenang?


Melihat ibunya yang dengan leluasa menyentuh dan mengelus-elus perut Shreya, membuatnya merasa iri. Ingin rasanya dia berada diposisi itu. Mengelus-elus perut yang didalamnya berisi kehidupan baru yang sedang berkembang. Seperti yang dulu sering dilakukannya pada Zahra.


Ya Tuhan, sepertinya dia memang sudah gila. Bagaimana mungkin dia membayangkan untuk menyentuh tubuh wanita yang berstatus sebagai istri orang? Terlebih lagi, orang itu adalah sahabatnya sendiri.


Sepertinya otak mesumnya yang dulu sudah kembali saking stresnya memikirkan istrinya. Rahul menghela nafas panjang dan menggeleng kepala.


"Oh ya, kalian akan menginap disini kan selama beberapa hari?" Tanya Lesti pada Shreya dan Fajar.


"Wah, ide bagus itu Ma. Pokoknya kalian akan menginap disini selama beberapa hari ya. Biar nanti pelayan yang akan membawakan barang-barang kalian kekamar tamu" Timpal Helmi sebelum Fajar dan Shreya menjawabnya.


"Beberapa hari?" Tanya Fajar dengan berat hati.


"Iya, kalian kan baru saja sampai. Masak mau langsung balik ke Magelang. Tidak baik lho, dikondisi Shreya yang seperti ini bolak balik melakukan perjalanan jauh. Jika nanti dia sampai kelelahan bagaimana? Wanita hamil itu rentan kecapekan. Lagipula, anggap saja ini cara kalian untuk menebus kesalahan karena tidak mengundang kami saat pernikahan kalian. Tante kan juga ingin mengenal lebih dekat menantu Tante yang satu ini"


Lesti memeluk Shreya dengan sayangnya, seperti sedang memeluk anaknya sendiri.


"Lho, kok menantu Mbak? Kan Shreya itu istrinya Fajar. Bukan istrinya Gala ataupun Rahul" Naomi memprotes ucapan Lesti yang menyebut Shreya sebagai menantunya.


"Tapi kan Fajar juga sudah saya anggap seperti anak saya sendiri Mbak. Jadi istrinya Fajar menantu saya juga"


"Benar itu apa kata Mama. Kan sudah lama keluarga kita tidak bertemu dan berkumpul seperti ini. Ini momen langka lho. Masak kalian mau langsung pulang ke Magelang. Tega sekali"


Timpal Gala yang membuat Fajar terdiam dan berpikir dengan dengan keras. Akhirnya dia melirik Shreya dan meminta pendapat dari istri palsunya itu.


"Bagaimana menurutmu?"


"Terserah kamu saja" Jawab Shreya pasrah.


"Baiklah kalau kalian memaksa. Aku dan Shreya akan tinggal disini selama beberapa hari" Keputusan Fajar langsung disambut dengan senyum sumringah oleh semua orang tak terkecuali Rahul.


Entah kenapa hatinya terasa begitu gembira saat Fajar dan istrinya memutuskan untuk tinggal disini selama beberapa hari. Dia senang karena bisa berkumpul lagi dengan sahabatnya atau.....?

__ADS_1


__ADS_2