Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 106- Kedatangan Fajar


__ADS_3

Dan jika semua itu benar terjadi, sama saja dengan dia mencari penyakit. Membangunkan singa yang sedang tertidur. Rahul beranjak dari ranjangnya.


"Baiklah, aku rasa pembicaraan kita malam ini sudah selesai. Sekarang kamu silahkan keluar. Karena aku sudah sangat mengantuk. Pintu keluarnya ada disebelah sana" Rahul kembali merentangkan tangannya kearah pintu.


Bermaksud untuk mengusir Amora secara halus.


Membuat wanita itu tidak lagi bisa berkutik, selain hanya bisa memendam kekesalan hatinya. Sial!! Niat hati ingin menakut-nakuti dan membuat Rahul tunduk padanya, sekarang malah dia yang terpaksa tunduk akibat ditakut-takuti balik oleh lelaki itu.


Ini namanya senjata makan tuan dan penghinaan terbesar baginya!! Karena tidak ada pilihan lain, mau tidak mau Amora akhirnya meninggalkan kamar itu dengan membawa kekalahan.


Huh, Rahul menghela nafas berat setelah Amora meninggalkan kamarnya. Dia berpikir urusannya dengan wanita itu sudah selesai. Tapi ternyata.... Apakah wanita itu bisa membahayakan Zahra jika seperti ini terus? Apa sebaiknya, dia singkirkan saja perempuan culas itu?


Tapi kalau dia melakukan itu, kasian Kak Gala. Dia sudah terlanjur bucin pada istrinya. Ya sudahlah dia lupakan saja. Amora tidak mungkin berani menyakiti Zahra. Apalagi wanita itu juga selalu berada dalam jangkauan dan pantauannya. Wanita itu pasti tidak akan pernah mau ditendang oleh keluarganya.


Dia tidak perlu ambil pusing memikirkan perempuan itu. Dia hanya perlu fokus pada Zahra dan bayinya. Pada kesembuhan istrinya. Iya, hanya itu prioritasnya saat ini.


********


Sebuah mobil Lexus warna putih berhenti didepan pekarangan rumah mewah Dirgantara. Dari dalam mobil itu keluarlah Fajar, yang menatap rumah mewah dan besar dihadapannya dengan perasaan hampa.


Setelah sekian lama, akhirnya hari ini dia akan kembali bertemu dengan Shreya.


Tidak, namanya aslinya adalah Zahra. Wanita yang telah berhasil membuatnya merelakan kepergian Shreya untuk selama-lamanya. Wanita yang dicintainya, namun sampai kapanpun tidak akan pernah bisa menjadi miliknya. Karena Rahul telah lebih dulu memilikinya.


Perasaannya ini memang sangat menyedihkan, ibarat pungguk merindukan bulan. Dia mengira setelah lama tidak bertemu dengan wanita itu, akan membuat perasaannya perlahan memudar dan menghilang.


Namun ternyata.... semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi sekarang dia diharuskan untuk bertemu kembali dengan perempuan itu. Sebenarnya dia sudah berusaha untuk menghindari pertemuan ini. Karena dia tau wanita itu juga tidak akan merasa senang bertemu dengannya. Karena sudah jelas dia lebih bahagia bersama suaminya.

__ADS_1


Tapi semalam dia malah mendapat telpon dari Om Helmi yang mendesaknya agar datang ke Jakarta, untuk membahas persiapan acara tujuh bulanan Shreya yang akan mereka gelar dirumah ini. Ya, usia kehamilan wanita itu kini sudah memasuki bulan ketujuh. Usia yang sama dengan janin dalam kandungan istrinya ketika meninggal dulu.


Dari nada suara Om Helmi ketika menelponnya semalam, dia bisa mendengar betapa bahagia dan antusiasnya beliau terhadap acara itu. Tentu saja. Tanpa mereka sadari, mereka sedang mempersiapkan acara untuk calon cucunya sendiri. Fajar tersenyum kecut memikirkan kenyataan itu.


Amora yang baru muncul diatas balkon, tersenyum sinis melihat kehadiran Fajar yang sedang berdiri didepan pekarangan. Drama ini pasti akan lebih seru dan menarik dengan kehadiran lelaki itu. Entah apa yang akan terjadi, jika lelaki itu sampai mengetahui hubungan gelap antara istri dengan sahabatnya sendiri.


Namun sialnya, dia tidak bisa menggunakan scandal itu untuk mengambil keuntungan, lantaran Rahul bukan pria bodoh yang bisa dengan mudah takut dan tunduk pada ancamannya! Lelaki itu malah memiliki scandal yang bisa dia gunakan untuk memberinya ancaman balik!


Dan dia sama sekali tidak memiliki cara apapun untuk mengatasi ancaman itu!! Sungguh sial!! Tapi, dia tidak perlu bersikap terlalu santun kan? Dia bisa memanas-manasi keadaan secara perlahan-lahan dan diam-diam tanpa diketahui oleh Rahul.


*******


"Eh, Fajar" Amora menyambut Fajar yang baru saja memasuki kediaman mertuanya dengan seramah mungkin.


"Eh, hai Amora. Sudah lama ya kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu dan Kak Gala?" Fajar membalas sapaan Amora dengan tak kalah ramahnya.


"Syukurlah. Aku turut senang mendengarnya"


"Oh ya Bu, tolong buatkan minuman untuk Fajar ya. Dia pasti kelelahan habis perjalanan jauh" Titah Amora pada Bu Susan yang baru saja membukakan pintu kala Fajar datang.


"Mmm, tidak usah repot-repot. Nanti aku bisa mengambilnya sendiri didapur kalau aku haus" Tolak Fajar.


"Tidak apa-apa. Kamu kan tamu. Ingat, tamu itu adalah raja. Bu" Amora bersikeras memerintah Bu Susan.


"Baik Nyonya muda. Permisi Tuan" Sesuai perintah Nyonya mudanya, Bu Susan meninggalkan mereka berdua untuk melaksanakan tugas yang diberikan padanya.


"Iya terima kasih Bu" Amora kembali melirik Fajar. "Oh ya Jar, aku dengar katanya kamu sedang sibuk di Swiss?"

__ADS_1


"Iya, aku sedang ada urusan kerjaan disana. Semalam aku dihubungi oleh Om Helmi. Beliau memintaku untuk datang kemari. Katanya Om dan Tante ingin mengadakan acara tujuh bulanan kehamilan Shreya dirumah ini. Jadi aku diminta datang kesini, untuk membahas tentang persiapannya"


"Oh begitu? Jadi bukan Shreya yang memintamu untuk datang kemari?" Amora bertanya untuk memastikan.


"Bukan"


"Oh ya, Shreya kan sudah lebih dari satu bulan tinggal disini. Apa selama ini, dia pernah menghubungimu atau kalian sering kabar-kabaran?"


"Mmm.... Aku terlalu sibuk di Swiss. Jadi kami jarang berkomunikasi" Jawab Fajar gugup.


"Kasian sekali ya kamu. Lelaki sebaik dan setulus kamu, tega dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai dan sayangi. Semoga kamu bisa tabah ya, menghadapi semua ini" Amora memulai rencananya.


"Maaf, aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Bisa tolong bicara yang jelas tanpa harus berbelit-belit?" Fajar mengernyitkan keningnya. Merasa tidak paham kemana arah pembicaraan Amora.


"Kamu pernah mendengar istilah.... Musuh dalam selimut tidak? Aku rasa istilah seperti itu saat ini sudah terjadi padamu. Jadi saranku, sebaiknya kamu berhati-hati ya. Jangan terlalu percaya pada orang yang kamu lihat baik, lugu, polos dan tulus. Karena bisa saja mereka sudah menusukmu dari belakang. Mmm, ya sudahlah. Lupakan saja kata-kataku. Aku hanya bercanda"


Usai memprovokasi Fajar dengan kata-katanya yang panjang lebar, Amora meninggalkannya yang kebingungan karena tidak mengerti juga, apa sebenarnya maksud dari setiap perkataan yang dilontarkan wanita itu.


"Kenapa dia bicara seperti itu ya? Aneh" Fajar menggidikkan bahunya. Kemudian kembali berjalan menuju ruangan lain, tanpa mau ambil pusing dengan ucapan wanita yang tidak lain, adalah istri dari pria yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.


********


Rahul yang baru saja keluar dari lift langsung bertemu dengan Fajar. Pria itu tampak kaku dan tegang melihat Rahul. Rasa bersalah dan tidak enak hati sangat terlihat dari gestur tubuhnya.


"Rahul. A-aku diminta datang kesini oleh Om Helmi. Sebenarnya aku sudah berusaha menolak dengan berbagai macam alasan. Tapi Papamu tidak menerimanya. Dia bersikeras aku harus datang kesini untuk membahas tentang persiapan acara tujuh bulanan kehamilan Shre.... Maksudku Zahra. Kamu tau kan, hingga saat ini aku masih bersandiwara sebagai suami dari istrimu..."


Fajar memberi penjelasan dengan datar dan tanpa melihat Rahul.

__ADS_1


__ADS_2