Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 107- Mengetahui Rahasia


__ADS_3

Fajar memberi penjelasan dengan datar dan tanpa melihat Rahul. Dia tampak canggung dan salah tingkah. Sepertinya dia masih khawatir jika kemarahan Rahul padanya masih belum mereda.


"Aku mengerti kok. Ikut denganku. Kita bicara ditempat lain. Aku takut disini ada yang mendengarkan kita" Rahul mengajak Fajar ikut dengannya sembari merangkul pundak pria itu dan menatap kesekelilingnya untuk.


Raut wajahnya tampak biasa saja melihat Fajar. Tidak terlihat adanya kemarahan ataupun emosi yang ditunjukkannya sebulan yang lalu karena masalah wanita yang sama.


"Baiklah"


********


Rahul mengajak Fajar ke rooftop agar mereka bisa leluasa dan bebas berbicara empat mata, tanpa ada sepasang telinga pun yang ikut mendengar. Keduanya duduk santai diatas sofa yang terbuat dari anyaman dengan finishing cat warna hitam, sembari menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang terasa segar.


"Jadi, istrimu meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan? Dan dia juga sedang hamil tujuh bulan saat itu?" Rahul bertanya dengan lirih dan menatap Fajar dengan simpati.


"Iya. Dan itu semua terjadi karena kesalahanku. Karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Sehingga aku sampai mengabaikan Shreya yang pada saat itu merengek ingin ditemani olehku. Kamu tau, selama empat tahun kami menjalin hubungan, tidak pernah sekalipun aku menolaknya. Aku selalu menuruti apapun kemauannya.


Tapi hari itu, aku mengabaikannya karena urusan pekerjaanku dirumah sakit. Hingga Kecelakaan itu terjadi. Sejak saat itu, aku selalu menjalani hidup dalam perasaan bersalah. Aku menyalahkan diriku sendiri atas meninggalnya Shreya. Hidupku terasa hancur dan tidak ada gunanya.


Tidak ada satu wanita pun yang aku lihat, yang mampu membuatku tertarik. Hingga akhirnya aku bertemu dengan istrimu, yang baru saja menjadi korban dalam tragedi itu.... Keadaan dia saat itu yang membuatku harus berpura-pura sebagai suaminya. Hingga akhirnya....."


Fajar bercerita panjang lebar dengan datar dan wajah yang menunduk sedih. Namun tiba-tiba dia terdiam saat sedang membicarakan Zahra. Tampaknya dia merasa menyesal dan tidak enak, karena sudah lancang membicarakan seorang wanita didepan suaminya sendiri.


"Dan dari kepura-puraan itu, akhirnya kamu merasakan perasaan yang sebenarnya terhadap Zahra? Perasaan ingin memiliki? Dan perlahan-lahan kehadiran Zahra, mulai bisa membuatmu move on dan melupakan kesedihan karena istrimu?" Sambung Rahul yang seakan mengerti ucapan Fajar selanjutnya.

__ADS_1


"Aku minta maaf atas perasaanku ini. Semuanya terjadi begitu saja tanpa aku sadari, dan tanpa bisa aku cegah. Tapi kamu tenang saja. Aku janji akan berusaha untuk mengubur dalam-dalam, perasaan yang berkembang dihatiku ini. Aku akan tetap menjaga batasanku" Fajar berucap dengan lirih. Tampaknya dia terlalu malu untuk menatap Rahul.


"Justru aku yang seharusnya minta maaf. Karena pada saat itu aku terlalu emosi. Hingga aku berbicara seenaknya tentangmu. Seharusnya aku berterima kasih padamu. Karena kamu sudah membantu dan menjaga Zahra selama dia sakit dan terbaring tidak berdaya. Selama aku tidak ada disampingnya.


Atas nama istri dan anakku, aku berhutang Budi padamu. Dan soal istrimu, aku turut sedih atas apa yang menimpanya. Sebagai sesama lelaki dan suami, aku bisa merasakan kesedihanmu. Karena aku juga pernah berada diposisi itu. Tapi aku jauh lebih beruntung darimu, karena istri dan anakku bisa selamat dan kembali lagi kesisiku.


Dan aku juga minta maaf. Karena aku harus mengambil Zahra kembali dari tanganmu. Wanita yang kamu harapkan bisa menggantikan posisi Shreya dalam hidupmu. Aku sangat berharap kamu bisa memahami perasaanku. Karena aku tidak bisa menyerahkan istriku pada siapapun. Sekalipun kamu adalah sahabatku sendiri"


Rahul pun bertutur dengan lirih dan juga tanpa menatap Fajar. Jujur dia juga merasa bersalah, karena sudah ikut menjadi bagian dari penyebab kesedihan yang dirasakan oleh sahabatnya.


Namun dia tidak punya pilihan lain. Dia harus menegaskan bahwa istrinya hanyalah miliknya seorang. Yang sampai kapanpun tidak akan pernah rela dia bagi, apalagi dia berikan pada pria lain. Sekalipun pria itu adalah orang yang sudah dia anggap saudaranya sendiri.


Fajar menanggapinya dengan seulas senyuman. "Kenapa kamu harus minta maaf? Kamu sama sekali tidak bersalah. Kamu hanya melakukan apa yang harus kamu lakukan. Kalau aku ada diposisimu, aku juga pasti akan melakukan hal yang sama. Karena tidak ada seorang suamipun didunia ini, yang rela menyerahkan istrinya pada pria lain"


"Tapi kita masih tetap menjadi sahabatkan?" Fajar mengulurkan tangannya pada Rahul.


"Memangnya sejak kapan kita menjadi musuh?" Rahul tersenyum tipis dan membalas uluran tangan itu.


Keduanya kembali melanjutkan perbincangan mereka dengan hati yang lega, karena segala bentuk ketegangan dan perseteruan diantara mereka kini telah berakhir.


Meskipun jujur dalam hatinya, Rahul masih tetap tidak terima dengan perasaan khusus yang dipendam Fajar untuk istrinya. Namun dia bisa apa? Dia tidak bisa mengatur hati dan perasaan seseorang.


Dia hanya berharap, semoga Fajar bisa menemukan wanita lain yang bisa menggantikan posisi Zahra dalam hatinya.

__ADS_1


Namun tanpa mereka sadari, sedari tadi Amora bersembunyi dibalik dinding dan ikut mendengarkan percakapan mereka secara diam-diam.


Betapa syoknya wanita itu, mengetahui kenyataan yang sebenarnya dari mulut kedua lelaki itu. Hingga rasanya dia tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya. Jadi mereka berdua adalah suami asli dan palsu dari wanita carmuk itu?! Dan Rahul adalah suami aslinya?!


Pantas saja Fajar dengan begitu mudahnya, membiarkan perempuan itu dari Magelang ke Jakarta bersama Rahul. Dan membiarkan wanita itu tinggal dirumah ini dengan alasan sibuk diluar negeri!


Padahal kalau dipikir-pikir, alasannya tidak masuk akal juga!! Karena dirumahnya pasti banyak pelayan, pengawal dan pekerja lainnya yang bisa dia tugaskan untuk menjaga istrinya sekalipun dia tidak berada ditempatkan?! Ternyata mereka bukan suami istri yang sesungguhnya?!


Dan Rahul, pantas saja dia sangat peduli dan perhatian, bahkan tidak ragu untuk mencumbu wanita itu dengan penuh cinta!! Ternyata ini alasannya?! Jadi istrinya benar-benar masih hidup, dan selama ini perempuan itu tinggal dirumah ini bersama mereka?! Sulit dipercaya!!


*******


Amora menceritakan semua yang dia dengar dan ketahui kepada Mamanya, yang juga tak kalah syoknya mendengar berita yang disampaikan oleh anaknya.


"I-ini Mama tidak salah dengar?! Ka-kamu serius sayang?!" Naomi bertanya dengan terbata-bata bata. Raut keterkejutan dan setengah tidak percaya sangat terlihat jelas dari ekspresi wajah wanita paruh baya itu.


"Apa tampangku terlihat seperti sedang bercanda?!" Jawab Amora ketus.


"Sulit untuk dipercaya. Jadi selama ini kita sudah salah sangka? Mereka berdua tidak pernah berselingkuh? Justru mereka adalah pasangan suami istri yang sebenarnya? Dan semua ini terjadi gara-gara wanita dusun itu sedang amnesia, sampai dia tidak bisa mengingat Rahul sebagai suaminya?"


Naomi mencoba mencerna fakta demi fakta yang sebenarnya dengan wajah tegang, efek dari syok yang melandanya.


"Ya.... Menurut yang aku dengar dari pembicaraan Rahul dan Fajar sih, seperti itu"

__ADS_1


"Jadi wanita itu bukan Shreya? Tapi dia adalah Zahra, istrinya Rahul yang hilang dalam bencana itu? Jadi dia dan anaknya berhasil selamat saat kejadian itu?"


__ADS_2