
Pigura itu berisi sebuah foto mesra Fajar bersama seorang wanita cantik dan elegan. Rahul menatap foto itu dengan kening mengernyit. Siapa wanita ini? Kenapa bisa berfoto dengan begitu mesra bersama Fajar?
Dari cara berpose, mereka terlihat seperti pasangan romantis yang saling mencintai. Apakah wanita ini adalah mantan kekasih Fajar sebelum Shreya? Kalau memang benar seperti itu, kenapa fotonya harus disimpan dalam arsip dan diselipkan dalam berkas? Seolah-olah seperti disembunyikan agar tidak ada yang melihat?
Tapi disembunyikan dari siapa? Apa dari Shreya? Mungkinkah diam-diam, Fajar masih memiliki perasaan pada mantannya ini dibelakang Shreya? Rasa penasaran membuat Rahul terus menerka-nerka, akan apa sebenarnya status perempuan dalam foto itu dikehidupan Fajar.
Awalnya dia tidak terlalu merasa aneh atau janggal melihat foto itu. Namun tidak setelah dia membaca nama yang tertera disana. Fajar love Shreya. Mata Rahul membelalak kaget.
Siapa sebenarnya perempuan ini? Kenapa bisa ada nama Shreya disini? A-apakah wanita ini sebenarnya adalah Shreya? Jika iya, lalu bagaimana dengan wanita yang selama ini dia kenal sebagai Shreya? Wanita yang menurut Chika adalah Zahra?!
Atau jangan-jangan, semua yang dikatakan Chika memang benar? Wanita itu memang Zahra, istrinya?! Lalu bagaimana dia bisa menjadi Shreya? Dan dimana Shreya yang asli? Pertanyaan itu terus berkecamuk dikepala Rahul.
Apa yang sesungguhnya terjadi, masih belum bisa dia tafsirkan. Dia merasa petunjuk yang dia butuhkan masih belum cukup, untuk membuktikan jika perempuan itu memang Zahra. Dia menyimpan kembali pigura itu kedalam arsip dan memasukkannya lagi kedalam lemari.
Dengan menggunakan bantuan jepit rambut ditangannya, dia kembali melanjutkan aksinya. Membuka laci-laci dan bagian-bagian lemari yang belum diperiksanya.
Setelah hampir dua puluh menit berkutat dengan berkas-berkas yang tidak penting baginya, akhirnya dia melihat sebuah kotak yang tersimpan dibagian dalam pojok lemari. Rahul meraih kotak itu dengan alis bertaut. Perlahan-lahan dia membuka kotak yang ternyata isinya adalah beberapa pigura sedang.
Rahul mengambil dan mengeluarkan satu persatu pigura itu dari kotaknya. Kemudian dia menatap pigura yang ternyata isinya sama saja dengan pigura yang dia temukan sebelumnya. Yaitu potret-potret mesra Fajar bersama wanita yang sama.
__ADS_1
Dia memindai foto itu satu persatu. Ada potret yang menampilkan Fajar bersama perempuan itu dengan mengenakan pakaian dan riasan pengantin khas India. Itu terlihat seperti foto pernikahan.
Ada juga foto-foto yang memperlihatkan keceriaan Fajar bersama perempuan itu yang tampaknya berada diluar negeri. Diantara monumen menara Eiffel yang merupakan salah satu keajaiban dunia yang terletak dinegara Perancis.
Potret lainnya ada yang menampakkan Fajar yang menyematkan cincin kejari manis wanita itu. Dan ada juga foto yang menampilkan perempuan itu dengan perut yang membuncit. Seperti wanita hamil. Serta beberapa potret mesra mereka lainnya.
Siapa sebenarnya perempuan ini? Apakah dia adalah Shreya yang asli, istrinya Fajar? Apakah ini adalah foto-foto mereka sejak menikah hingga istrinya hamil? Lalu bagaimana dengan Shreya yang selama ini dia kenal? Apakah wanita itu adalah Shreya yang palsu? Yang aslinya dia adalah Zahra, istri yang dia cari-cari selama ini?!
Lalu bagaimana dengan Shreya yang asli? Dimana dia? Kenapa Fajar malah memperkenalkan wanita lain sebagai istrinya? Dan kalau memang benar perempuan itu adalah Zahra, lalu bagaimana dan dimana dia bisa bertemu dengan Fajar setelah tragedi itu?
Apakah semua ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa wanita itu adalah istrinya? Atau belumkah, dan dia masih harus mencari bukti lain yang lebih kuat?
Rahul menyusun dan merapikan pigura-pigura itu sebelum dimasukkan lagi kedalam kotaknya. Namun dia baru menyadari, keberadaan sebuah kotak kecil berwarna merah yang sepertinya kotak perhiasan.
SABEL!! Dia ingat betul kalung yang dia pesan untuk Zahra saat mereka sedang honeymoon di India. Meskipun saat itu dia masih dalam keadaan buta, tapi dia sangat yakin bahwa saat itu dia memesan kalung dengan nama ini sebagai bandulnya.
Karena sabel adalah singkatan dari nama panggilan mereka berdua. Dan hanya mereka berdualah yang tau tentang nama itu. Rahul kembali mengenang memori honeymoonnya dengan Zahra. Bagaimana sumringahnya Zahra saat dia menyematkan kalung itu kelehernya.
Lalu bagaimana Fajar juga bisa memiliki kalung seperti ini? Dan kenapa dia harus menyembunyikannya disini bersama foto-foto ini? Apakah kalung ini milik Shreya? Kalau memang iya, maka tingkat kepercayaannya terhadap pengakuan Chika semakin bertambah.
__ADS_1
Tidak mungkin Shreya bisa memiliki semua hal yang dimiliki Zahra! Kecuali jika dia memang benar-benar Zahra!! Rahul beralih pada cincin yang juga berada dalam kotak merah itu. Dia memegang dan memindai cincin putih bertahtakan berlian itu dengan seksama.
Dia kembali terpaku saat melihat dua huruf besar yang ada dibalik cincin itu. R dan Z? Apakah arti dari kedua huruf ini adalah.... Rahul dan Zahra? Apakah ini adalah cincin pernikahan Zahra dengannya?! Dia tidak tau persis seperti apa cincin pernikahan yang dimiliki Zahra.
Tapi makin kesini, bukti yang dia temukan tampaknya semakin berpihak pada pengakuan Chika. Tidak salah lagi, ini adalah cincin pernikahan. Dan dia yakin ini adalah cincin pernikahan Zahra dengannya!! Karena jika ini adalah cincin pernikahan Fajar dan Shreya, seharusnya inisial yang terukir pada cincin ini adalah F dan S kan?
Rahul berpikir dengan sangat keras. Memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan selanjutnya, untuk membuktikan bahwa kalung ini memang benar miliknya! Serta membuktikan kebenaran tentang istrinya!
Hingga akhirnya sebuah ide muncul dibenaknya. Dia tau dia harus kemana sekarang. Rahul meraih ponselnya dan menghubungi asistennya.
"Adam. Siapkan penerbangan untuk saya ke India sekarang juga. Tidak usah banyak tanya. Lakukan saja sesuai dengan perintah saya" Titah Rahul dengan tidak sabaran.
Setelah mematikan ponselnya, dia langsung membereskan dan merapikan ruangan itu. Meletakkan kembali benda-benda pada tempat asalnya. Mengunci kembali setiap bagian lemari dan lacinya.
Lalu dia meninggalkan ruangan itu dengan membawa serta kalung dan cincin yang dia yakini adalah milik istrinya. Dan selembar foto mesra Fajar bersama perempuan yang dia yakini sebagai Shreya yang asli. Yang dia keluarkan dari dalam piguranya.
Sesampainya diluar, kepalanya celingukan kesekelilingnya. Setelah merasa cukup aman dan tidak ada yang lewat disekitaran sana untuk memergokinya, dia pun mengunci pintu dengan kembali menggunakan bantuan jepit rambut.
Namun tanpa dia sadari, ternyata ada Bu Zaitun yang kebetulan lewat dan memergokinya berjalan mengendap-endap meninggalkan tempat itu. Bu Zaitun memperhatikannya dengan tatapan tajam dan penuh tanda tanya. Apa yang dilakukan Tuan Rahul diruang kerja Tuan Fajar? Kenapa gerak-geriknya terlihat begitu mencurigakan?
__ADS_1
Atau mungkin, ini hanya pikiran negatifnya saja? Mungkin saja Tuan Fajar yang menyuruhnya kedalam ruangan itu untuk mengambil barangnya yang ketinggalan?
Tapi kalau memang benar seperti itu, kenapa lelaki itu harus mengendap-endap seperti maling saja? Bu Zaitun jadi kebingungan dan ragu. Haruskah dia menanyakan hal ini kepada Tuan Fajar? Atau dia tidak perlu ikut campur?