Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 114- Fakta Yang Mengejutkan!!


__ADS_3

Dan demi menyelamatkan reputasi dan nama baik, mau tidak mau mereka harus mendesak Fajar supaya membawa pulang istri palsunya itu kembali ke Magelang dan menjauhinya dari Rahul.


Dan itu akan menjadi peluang besar baginya untuk mendapatkan Rahul kembali, setelah dia berhasil menyingkirkan wanita kampung itu dari hidup lelaki itu. Amora mengulum senyum licik.


"Rahul! Jaga bicaramu! Kenapa kamu masih saja memperkeruh keadaan dengan menambah masalah?! Seharusnya kamu menyelesaikan masalah yang sudah kamu buat ini!!" Teriak Helmi dengan wajah memerah dan tubuh gemetar.


Kemarahan yang sedari tadi berusaha dia tahan kini tidak bisa dibendungnya lagi, melihat sikap putranya yang semakin membuatnya malu. Seakan-akan dia menambah kotoran kewajahnya.


"Kenapa malah aku yang memperkeruh keadaan?! Bukankah mereka yang memulai?!! Dan apa aku harus diam saja, melihat mereka seenaknya mencibir dan menghina istriku dihadapanku?!" Rahul pun tidak mau kalah. Dia balas berteriak dengan tubuh bergetar dan tatapan yang nyalang.


Dia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dia katakan dan apa resikonya. Karena ini sudah menyangkut karakter dan harga diri istrinya yang sedang dipertanyakan. Mungkin memang sudah saatnya dia untuk berterus terang.


Perkataan Rahul membuat suasana menjadi semakin heboh. Semua orang semakin terkejut dan terperangah. Merasa kurang paham dengan maksud dari apa yang dia katakan.


"I-istri? Maksudmu apa Rahul? Siapa yang kamu maksud dengan istrimu?" Lesti bertanya dengan kebingungan. Dia belum bisa mencerna ucapan anaknya.


"Fajar, Shreya! Rahul! Apa maksudnya semua ini?! Tolong jelaskan semuanya! Kenapa kamu menyebut Shreya sebagai istrimu?!" Helmi menimpali dengan ekspresi yang hampir sama dengan istrinya.


"Karena memang itulah kenyataannya Pa. Kami berdua adalah pasangan suami istri yang sesungguhnya. Dan hubungan kami ini adalah hubungan pernikahan. Bukan perselingkuhan seperti yang kalian pikirkan" Rahul menatap Papanya dengan tajam dan berbicara dengan suara tegas dan sedikit gemetar.


"Ta-tapi bagaimana mungkin? Bagaimana bisa istrinya Fajar tiba-tiba menjadi istrinya Rahul? Aku tidak mengerti?" Gala pun ikut menimpali dengan bingung, sama halnya dengan kedua orang tuanya. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh adiknya terlalu tidak masuk akal.


"Rahul! Tolong kamu jangan mengada-ada seperti ini. Bukan begini caranya kamu untuk membela diri! Dengan kamu mengakui Shreya sebagai istrimu!" Emosi Helmi kembali membumbung karena terlalu sulit untuk mencerna pengakuan Rahul yang menurutnya hanya membual saja.

__ADS_1


"Semua yang dikatakan Rahul memang benar Om. Shreya istriku, sudah meninggal satu tahun yang lalu. Dan wanita yang saat ini ada dihadapan kalian.... dia adalah Zahra, menantu kalian"


Dengan nada suara yang lirih dan guratan kesedihan yang tampak diwajahnya, Fajar akhirnya ikut angkat bicara dan membenarkan pernyataan Rahul. Dia menunjuk Zahra yang tampak sedang terpana menatap mereka.


Helmi dan Lesti menjadi begitu syok. Mereka menatap Zahra dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin wanita yang selama ini ada dihadapan mereka, yang mereka ketahui bernama Shreya istrinya Fajar, dalam sekejap bisa menjadi Zahra istrinya Rahul?!


Dengan kata lain, menantu mereka?! Sebenarnya apa yang telah terjadi?! Terlalu sulit untuk dimengerti!!


Zahra masih tampak terperangah mendengar pengakuan kedua pria itu. Ternyata benar, selama ini suami dia yang sebenarnya adalah Rahul!! Bukan Fajar!! Dan akhirnya dia mendengar sendiri pengakuan langsung dari mulut mereka.


Tapi yang membuat dia tidak habis pikir, kenapa mereka membohonginya selama ini?!! Apa sebenarnya motif mereka melakukan semua itu?!!


Disaat semua orang sedang kebingungan dan syok dengan kenyataan yang mengejutkan tentang dirinya, Zahra memegang kepalanya yang kembali terasa sakit, akibat bayangan-bayangan sekilas yang melintas dikepalanya.


Awalnya bayangan itu nampak tidak jelas dan terlalu sukar untuk dicernanya. Namun perlahan-lahan, semuanya nampak jelas. Dia bisa melihat bayangan dirinya bersama Rahul, dalam keadaan lelaki itu yang masih buta. Semuanya terlihat dengan jelas dibenaknya.


Pernikahan mereka selalu dipenuhi dengan kebahagiaan serta canda tawa. Hingga detik-detik dia menemani Rahul ke Jakarta untuk melakukan operasi mata. Lalu dia kembali lagi kedesa dan terjadilah bencana yang sangat mengerikan itu! Dimana dia dan ibunya ikut menjadi korban!


Iya, dia sudah mengingat semuanya! Rahul adalah suaminya!! Pria itulah yang telah menikahi dan menghamilinya!! Dia sudah mengingat semua tentang asal-usulnya!!


Seiring dengan ingatannya yang telah kembali, rasa sakit yang menjalar dikepala dan perutnya semakin menjadi-jadi dan tak tertahankan.


"Aauw! Sstt..." Zahra merintih kesakitan sembari memegang kepala dan perut buncitnya.

__ADS_1


Rahul menoleh dan betapa terkejutnya dia, melihat istrinya yang sedang merintih kesakitan. Dengan panik dia langsung menuju istrinya dengan langkah lebar.


Namun saat jarak mereka masih lumayan jauh, wanita itu sudah terjatuh tak sadarkan diri, diatas anyaman janur yang digunakan sebagai alas untuk melakukan siramannya.


"Zahra!!" Teriak Rahul yang akhirnya berlari agar cepat mencapai istrinya yang sudah terkapar tak berdaya.


"Zahra! Belle, bangun sayang! Buka matamu! Zahra!!" Rahul meraih Zahra kedalam pelukannya dan menepuk-nepuk pipinya dengan lembut. Perasaan takut dan panik membuncah didadanya, melihat keringat dingin bercucuran ditubuh istrinya yang terasa panas. Wajahnya pun terlihat pucat pasi.


Sementara yang lain masih terpana menyaksikan drama yang semakin tidak masuk akal dan sukar dipahami itu. Terutama Helmi dan Lesti yang masih belum hilang rasa shocknya, dengan fakta yang sangat mengejutkan dan tak terduga itu.


Apalagi melihat Rahul menunjukkan kekhawatirannya yang begitu besar dan memanggil wanita itu dengan nama Zahra. Membuat pikiran mereka dipenuhi tanda tanya. Benarkah demikian?! Benarkah jika wanita itu memang Zahra?! Menantu yang selama ini mereka cari-cari?!!


*******


Melihat Zahra yang tak kunjung sadarkan diri, mereka memutuskan untuk langsung membawanya kerumah sakit.


"Zahra! Aku mohon bertahanlah! Kamu harus kuat! Kamu harus bertahan demi aku, demi anak kita! Aku sangat mencintaimu. Aku sangat mencintai calon putra kita! Aku tidak bisa hidup tanpa kalian! Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi! Kamu tidak tau kan, betapa bahagianya aku, karena bisa bertemu lagi denganmu?!


Bisa melihatmu dalam keadaan sehat! Bisa melihat perut besarmu, yang berisi buah cinta kita. Tidak masalah, jika yang kamu anggap sebagai suamimu bukan aku, tapi lelaki lain! Aku masih bisa menahannya. Tapi aku tidak bisa menahan rasa sakit, jika kamu sampai meninggalkanku!"


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Rahul terus meracau tak karuan sembari menangis. Menangisi keadaan istrinya yang tidak berdaya dalam pelukannya. Sesekali dia mencium kening Zahra dengan putus asa.


Perasaan takut dan paniknya semakin lama semakin mendalam, melihat wanita itu tak kunjung membuka matanya dengan keringat dingin yang masih membasahi tubuhnya. Wajahnya pun semakin terlihat pucat. Dia tidak sanggup membayangkan hal buruk terjadi pada istri dan anaknya.

__ADS_1


Lesti dan Helmi ikut merasakan kesedihan yang sama, melihat putra mereka yang tampak begitu kalut.


"Rahul, tenanglah Nak. Zahra pasti akan baik-baik saja. Begitu juga dengan anakmu" Lesti yang duduk dijok belakang disamping mereka mencoba menenangkan Rahul dengan suara lembut.


__ADS_2