Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 80- Siapa Kamu Sebenarnya??!!


__ADS_3

Bukankah sejak awal dia memang sudah merasa jika ada banyak sekali kemiripan diantara mereka? Mulai dari sifat bar-bar dan cerianya. Masakan mereka yang rasanya sama persis hingga sangat sulit untuk dibedakan.


Wanita itu juga sedang hamil! Rahul mencoba mengira-ngira. Saat ini usia kehamilan Shreya sudah memasuki minggu ke 25 lebih. Saat terjadinya tragedi itu, usia kehamilan Zahra sudah memasuki bulan keempat, atau lebih tepatnya Minggu ketujuh belas! Jadi kalau dikira-kira, saat ini usia kehamilan Zahra pun seharusnya sudah memasuki minggu ke 25 juga?!


Bahkan usia kehamilan merekapun sama persis?! Kenapa dia tidak pernah kepikiran akan hal itu?! Satu lagi, mereka juga memiliki alergi terhadap kacang almond! Kalau melihat kemiripan mereka yang separah itu, mungkinkah apa yang dikatakan Chika memang benar adanya?! Shreya adalah istrinya yang selama ini dia cari?!


"Chika. Kamu yakin seratus persen, kalau wanita yang ada dalam foto itu adalah Zahra? Kamu yakin, wajahnya sama persis?" Rahul bertanya memastikan dengan nada mendesak.


"Iya Kak, Chika yakin sekali. Aku tau betul seperti apa wajah Kak Zahra. Kan dulu aku pernah jadi pasiennya selama beberapa tahun. Jadi tidak mungkin akan lupa seperti apa wajah Kak Zahra" Chika menjawab dengan suara lancar dan yakinnya.


Rahul menatap wajah gadis itu dengan intens. Dari sorot matanya, Rahul tidak melihat adanya keraguan, candaan maupun kebohongan disana. Gadis ini terlihat yakin dan jujur dengan pernyataan yang dia lontarkan.


Hal itu membuat Rahul merasa tegang dan penasaran Hingga dia terdorong untuk menyelidiki masalah ini.


"Ya sudah kalau begitu, Pak Ricky, Bu Nilam, Chika, saya harus pergi sekarang. Pak Ricky, untuk kerjasama kita nanti, asisten saya yang akan mengatur semuanya. Sekarang saya ada urusan penting. Jadi saya permisi" Dengan buru-buru Rahul beranjak meninggalkan sepasang keluarga kecil itu.


"Iya Pak hati-hati" Pak Ricky menatap kliennya dengan heran akan sikap pria itu yang tiba-tiba menjadi aneh.


*********


Rahul melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Fajar. Sepanjang perjalanan, dia terus memikirkan ucapan Chika tentang Shreya. Haruskah dia mempercayai ucapan gadis lugu dan polos itu?! Haruskah dia percaya bahwa Shreya adalah istrinya?! Benarkah Shreya adalah Zahra?! Benarkah wanita itu adalah istrinya?


Kalau memang benar, kenapa dia malah mengaku-ngaku sebagai istri Fajar, dan bersikap seolah-olah tidak pernah mengenal dirinya?! Sebenarnya apa yang terjadi pada Zahra?!

__ADS_1


Saat mereka bersama, dia memang sedang dalam keadaan buta. Hingga dia tidak bisa melihat dan mengenali Zahra! Tapi Zahra kan tidak buta. Seharusnya perempuan itu dengan jelas bisa mengenalinya kan?! Tapi kenapa dia malah bersikap seperti orang asing terhadapnya selama ini?!


Arrgghhh!! Apa yang harus dia lakukan untuk membuktikan semua ini?! Haruskah dia mencecar Fajar dan Shreya?! Tapi apa mereka akan jujur dan mengakui semuanya?! Tapi apapun itu, dia harus tetap mencari tau. Jika benar Shreya adalah Zahra, maka dia tidak akan pernah mundur untuk mendapatkan istrinya kembali! Tidak akan!!


Saat mobilnya sudah hampir sampai dirumah Fajar, dia tidak menyadari mobil Fajar yang keluar gerbang dan berpapasan dengan mobilnya. Saking larutnya dia dengan pikiran yang sedang berkecamuk, dia sampai tidak menyadari keberadaan Fajar dan Shreya dalam mobil itu.


Dia terus saja melajukan mobilnya hingga memasuki gerbang dan pekarangan rumah mewah Fajar. Rahul memarkirkan mobilnya dengan sembarangan. Dan dia langsung menerobos masuk kedalam rumah sahabatnya itu, tanpa menghiraukan para security maupun pengawal yang menyapanya dengan penuh hormat.


"Fajar! Shreya! Dimana kalian? Fajar!" Teriak Rahul dengan mata bergerilya kesana kemari mencari Fajar dan Shreya. Namun kedua orang itu tak kunjung muncul.


Nampaknya rumah ini sedang dalam keadaan sepi. Kemana Fajar dan Shreya? Ah ya, dia lupa. Jam segini pasti Fajar ada dirumah sakit. Tapi Shreya? Apa dia juga sedang berada dirumah sakit menemui Fajar?


Rahul menengadah. Memandangi pigura besar berisi foto kebersamaan Fajar dan Shreya yang tampak begitu mesra terpajang dan menempel didinding. Kalau dilihat dari cara mereka berpose dalam foto itu, mereka terlihat seperti pasangan yang mesra dan saling mencintai.


Perkataan Chika kembali terngiang-ngiang dibenaknya. Benarkah wanita itu adalah Zahra?! Wanita yang dia nikahi atas dasar cinta dan ketulusan?!


Tapi jika wanita itu adalah Zahra, bagaimana dia bisa menjadi istrinya Fajar dan tinggal bersama lelaki itu selama ini?! Siapa yang harus dia percaya? Siapa sebenarnya yang berbohong, dan siapa yang berkata jujur disini?!


Tapi mungkinkah gadis sekecil Chika yang masih terlihat begitu lugu dan polos, bisa berbohong dan mempermainkannya?! Haruskan dia mempercayai atau meragukan ucapan anak manis itu?! Rahul benar-benar berada dalam posisi bimbang.


Dia kembali menatap foto besar dihadapannya. Mungkinkah Fajar dan Zahra yang telah berbohong padanya selama ini, dengan mereka mengaku-ngaku sebagai pasangan suami istri? Tapi apa alasannya?! Kenapa Zahra tega melakukan semua itu terhadapnya?! Apa salahnya?!


Bukankah sebelum terjadinya tragedi itu, hubungan mereka berdua baik-baik saja? Tidak ada masalah maupun perseteruan apapun yang terjadi diantara mereka? Wanita itu dengan sabar dan setia menemaninya menjalani operasi mata dirumah sakit.

__ADS_1


Bahkan saat wanita itu hendak pergi untuk menemui ibunya yang sakit pun, Zahra baru pergi setelah mendapat ijin darinya.


"Tuan Rahul? Anda disini?" Lamunan Rahul buyar saat mendengar suara lembut menegurnya. Dia menoleh dan tampaklah Bu Zaitun sedang berdiri didepannya.


"Bu, Fajar dan Shreya kemana ya?" Tanya Rahul tidak sabaran.


"Mereka baru saja pergi. Katanya mau keluar sebentar. Sepertinya mereka ingin memperbaiki


hubungan mereka yang mulai merenggang akhir-akhir ini. Saya rasa Tuan Rahul sangat tau penyebabnya, kenapa hubungan Tuan Fajar dan Nyonya Shreya sampai merenggang. Jadi saya mohon, mulai sekarang tolong Tuan jangan ganggu mereka lagi. Biarkan mereka bahagia"


Bu Zaitun mengoceh dengan suara yang agak bergetar namun tegas.


"Maaf Bu, kalau saya boleh tau, Ibu sudah sejak kapan ya, bekerja disini sebagai ART Fajar?" Tanya Rahul menyelidik.


"Saya sudah bekerja dengan keluarga Tuan Fajar, sejak dia masih berusia sekitar dua belas tahun Tuan"


"Itu artinya, Ibu tau semuanya tentang Fajar, yang tidak diketahui oleh saya dan keluarga saya?" Rahul bertanya penasaran.


"Ya.... tentu saja saya tau semuanya tentang Tuan Fajar" Bu Zaitun menjawab dengan anggukan kepala. Namun dia agak bingung dengan tujuan Rahul yang tiba-tiba mempertanyakan hal seperti itu padanya.


"Apa Ibu yakin, jika Fajar dan Shreya, adalah pasangan suami istri yang sesungguhnya?" Rahul menatap wajah Bu Zaitun dengan intens. Mencoba menilai ekspresi yang akan muncul diwajah wanita paruh baya itu, saat mendapat pertanyaan seperti itu darinya.


"Maaf, maksud Tuan apa ya, bertanya seperti itu pada saya?" Bu Zaitun agak terkejut saat tiba-tiba mendapat pertanyaan seperti itu hingga dia bertanya balik dengan menyelidik.

__ADS_1


"Tidak-tidak, saya hanya iseng. Lupakan saja" Rahul berkilah. Rasanya percuma saja dia bertanya pada kepala ART itu. Bu Zaitun terlihat sangat setia dan menyayangi Fajar. Kalaupun dia tau semuanya, belum tentu dia akan jujur dan mengatakan yang sebenarnya.


Begitupun dengan semua orang yang bekerja dirumah ini. Mereka semua adalah abdi setia Fajar. Yang mungkin saja sudah disetting untuk mengikuti skenario yang telah dibuat oleh lelaki itu. Sepertinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang dia butuhkan disini.


__ADS_2