Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
BAB 124- Acara Penyambutan


__ADS_3

Meski merasa sedikit aneh dengan sikap pelayan itu, namun Rahul tidak ambil pusing. Dia membuka pintu dan berjalan sembari menggendong anaknya dengan Zahra disampingnya.


Begitu pintu terbuka, seketika Rahul dan Zahra terkejut saat sebuah karangan bunga warna-warni yang dirangkai dengan begitu indah menyerupai kalung, dan diletakkan diatas pintu terjatuh menimpa dan melingkar dileher mereka berdua. Mereka bertiga tampak begitu serasi sebagai sebuah keluarga kecil yang harmonis.


"SURPRISE!!!" Belum hilang rasa terkejut mereka terhadap karangan bunga itu, mereka dikejutkan oleh suara seruan Helmi, Lesti dan Gala yang merasa puas dan sumringah karena acara penyambutan yang mereka buat berhasil.


Rahul dan Zahra menatap takjub kesekelilingnya. Dimana seisi ruangan yang luas dan mewah itu telah didominasi dengan dekorasi balon berwarna biru dan abu-abu. Tak ketinggalan pula dekorasi bertuliskan


*Welcome To Nyonya Zahra And Baby Chand*


"Ka-kamu sudah merencanakan semua ini bersama keluargamu?" Zahra menanyai Rahul dengan berbisik.


"Tidak. Aku bahkan tidak tau apa-apa soal ini. Kan kamu tau sendiri, selama seminggu ini aku sibuk menemanimu dan Chand dirumah sakit. Selain itu aku juga punya tanggung jawab diperusahaan, karena tidak mungkinkan, melimpahkan semuanya pada Kakak. Jadi aku mana ada waktu memikirkan semua ini. Aku rasa mereka sudah merencanakan semua ini tanpa sepengetahuanku"


Rahul membalas bisikan istrinya. Dia tidak menyangka jika keluarganya telah menyiapkan kejutan seperti ini tanpa sepengetahuannya.


Lesti mendekati Zahra kemudian membelai wajah menantunya dan berkata dengan lembut.


"Akhirnya kalian datang juga. Selamat datang ya Nak. Selamat datang sebagai menantu kami. Maaf, kami tidak menyambutmu sejak awal. Karena kami tidak tau yang sebenarnya"


"Tidak apa-apa Tante. Justru akulah yang seharusnya minta maaf. Gara-gara aku amnesia, semuanya jadi kacau" Ujar Zahra yang juga ikut merasa bersalah.


"Itu bukan kesalahanmu. Itu musibah hingga membuat kita semua terjebak dalam kesalah pahaman. Tapi sekarang semuanya sudah berlalu. Dan satu lagi, Tante itu adalah panggilan untuk istrinya Fajar. Bukan istrinya Rahul. Jadi tidak sopan, kalau menantu memanggil ibu mertuanya dengan sebutan Tante" Lesti menegaskan dengan suara lembut.


"Iya, Mama Lesti" Dengan mata berkaca-kaca Zahra menatap ibu mertuanya dengan perasaan haru dan malu.

__ADS_1


"Nah, itu baru benar" Ucap Lesti yang kemudian berpelukan dengan Zahra layaknya sepasang menantu dan mertua yang harmonis.


Zahra tidak menyangka dengan acara sambutan yang begitu meriah yang dia dapatkan dari keluarga suaminya. Yang membuat perasaan bahagia dan haru membuncah didadanya.


Dia ingat saat dulu menemani Rahul operasi mata, suaminya berjanji akan membawanya kehadapan keluarga besarnya sebagai istri dan menantu.


Meski sempat tertunda akibat musibah yang dialaminya, namun dia sangat bahagia karena Rahul benar-benar menepati janjinya. Dan semua itu membuatnya merasa menjadi wanita yang sangat beruntung dan bahagia didunia!


Rahul ikut merasa bahagia melihat istrinya yang mendapat perlakuan sangat baik dari orang tuanya. Semua kebahagiaan yang selama ini dia impikan kini telah tercapai. Tidak ada lagi yang dia harapkan sekarang. Karena kehadiran Zahra dan Chand sudah cukup untuk membuat hidupnya terasa begitu sempurna dan bertabur kebahagiaan.


Kini giliran Helmi yang mendekati Zahra dan memberikan ucapan selamat datang pada menantunya itu.


"Selamat datang ya Nak. Semoga kedepannya, kamu bisa terus menjadi istri yang baik untuk putra kami. Menantu dan ibu yang baik untuk kami dan cucu kami"


"Kamilah yang seharusnya berterima kasih, karena kamu telah menerima dan mencintai Rahul dengan tulus. Kamu sudah mendampinginya saat dia jauh dari kami dalam keadaan dia yang masih buta saat itu. Berkatmu, dia bisa kembali kesisi kami dalam keadaan seperti ini.


Kamu sudah banyak memberikan pengaruh positif terhadap Rahul. Jadi tidak ada alasan untuk kami tidak menerimamu. Dan yang terpenting adalah, karena kamu sudah memberikan kami seorang cucu kecil yang sangat tampan ini"


Tutur Helmi dengan tulus. Kemudian dengan hati-hati dia mengambil baby Chand dari tangan Rahul, dan menimang-nimangnya dengan penuh sayang. Sesekali dia mencium cucu semata wayangnya itu dengan gembira.


"Pa, Ma, Kak, aku juga minta maaf ya, atas sikapku terhadap kalian kemarin. Tidak seharusnya aku menyalahkan kalian atas apa yang terjadi. Karena kalau dipikir-pikir, aku juga bersalah karena tidak jujur sejak awal. Tapi aku terlalu emosi dan kalut saat itu, sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih"


Rahul menimpali dengan malu atas sikapnya yang kekanak-kanakan tempo hari.


"Kamu tidak perlu minta maaf. Papa sangat memaklumi posisimu saat itu. Dan Papa sama sekali tidak menyalahkanmu" Helmi tersenyum memaklumi.

__ADS_1


"Kita lupakan saja apa yang sudah terjadi, dan fokus pada masa depan" Imbuh Lesti dengan bijaknya.


Dengan senyum ramah yang terpancar diwajahnya, Gala mendekati Zahra dan ikut memberikan ucapan selamat datang pada adik iparnya itu. "Selamat datang adik ipar. Semoga kamu dan keponakan kecilku senang menjadi anggota keluarga kami untuk selamanya"


"Terima kasih Kak. Oh ya, Kak Amora dan Tante Naomi kemana ya? Tumben mereka tidak ada? Apa mereka sedang ada urusan?" Kata Zahra yang tampak celingukan. Dia merasa heran atas ketidak hadiran istri dan mertua kakak iparnya ditempat itu. Padahal biasanya keluarga ini selalu berkumpul.


"Yang jelas mereka sudah tidak ada urusan lagi dengan keluarga kita" Jawab Helmi dengan ketus. Bukan lantaran dia kesal pada Zahra, melainkan pada Amora yang menurutnya telah mengecewakannya.


"Maksud Papa? Aku tidak mengerti" Tanya Zahra bingung. Dia melihat Gala yang tampak sedih dan kecewa mendengar nama istrinya disebut-sebut. Apa dia sudah salah bicara?


Entah apa yang sudah terjadi pada keluarga suaminya. Terutama rumah tangga Kakak iparnya, hingga membuat suasana yang sebelumnya penuh dengan keceriaan dan keharuan, berubah menjadi muram dan pekat seketika.


Dia hanya berharap semoga masalah itu tidak terlalu pelik, dan dapat diselesaikan secara baik-baik.


"Rahul, jelaskan semuanya pada istrimu supaya dia juga mengerti" Lesti menimpali dengan wajah cemberut.


"Iya Ma" Jawab Rahul.


"Ya sudah, sekarang Papa mau main dulu dengan cucu kesayangan Papa" Helmi kembali memfokuskan perhatiannya pada baby Chand yang masih berada ditangannya.


"Cucu kesayangan Mama juga Pa" Lesti tidak mau kalah. Dengan hati-hati dan penuh kelembutan, dia mengambil cucunya dari tangan suaminya. Lalu gantian dia yang menimang-nimang dan mencium cucu kesayangannya itu.


Gala pun tidak mau ketinggalan, dia ikut mengambil bagian untuk menggendong dan memanjakan keponakan kecilnya.


Rahul dan Zahra tampak begitu sumringah, melihat anak mereka menjadi kesayangan semua orang yang ada dirumah itu. Mereka berharap semoga selamanya putra kecil mereka itu akan membawa senyum kebahagiaan bagi seluruh keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2