Ikatan Cinta Kita

Ikatan Cinta Kita
PROMO NOVEL BARU


__ADS_3

Assalamualaikum Kakak-kakak Readers ku sayang. Apa kabarnya? Semoga sehat selalu ya dimana pun berada 😘


Semoga Readers puas ya dengan endingnya kisah babang Rahul dan neng Zahra. Kalau mungkin ceritanya masih kurang memuaskan, author minta maaf ya karena masih dalam tahap belajar πŸ™πŸ™


Terima kasih banyak untuk Readers yang udah setia mengikuti cerita saya dari awal hingga endingπŸ™πŸ™


Nah, berhubung novel pertama saya dengan kisah Rahul dan Zahra udah selesai, yuk sekarang kita beralih kenovel kedua saya yang berjudul


MENTARI UNTUK FAJAR


Dari judulnya pasti Readers udah bisa menebak dong ini kisah siapa πŸ€”


Iya, kisah si dokter tampan Fajar dan jodohnya supaya dia bisa move on dari Zahra😭


INI SINOPSISNYA YA


Fajar Lazuardi, seorang dokter muda ternama yang berstatus duda yang sedang berjuang menyembuhkan hatinya yang terluka akibat cintanya yang lagi-lagi berakhir pilu untuk kedua kalinya.


Namun dia harus kembali dihadapkan pada ujian baru saat dirinya dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap seorang gadis bernama Mentari Senja Pratama, hingga menyebabkan gadis malang itu hamil.


Alhasil, mau tidak mau Fajar harus menikahi gadis yang akrab disapa Tari itu demi mempertanggung jawabkan perbuatan yang sebenarnya dilakukan oleh lelaki lain.


Siapakah yang sebenarnya telah menghamili Tari?


Dan mengapa malah Fajar yang tertuduh sebagai pelakunya?

__ADS_1


INI CUPLIKAN BABNYA


Pikirannya yang sedang galau dan frustasi membuat Fajar tidak bisa terlalu fokus menyetir atau memperhatikan jalanan. Sehingga tanpa dia sadari, ada seorang gadis yang sedang menyebrang jalan dengan menggeret kopernya. Jarak mereka sudah sekitar 10 centi.


Untung Fajar cepat tersadar dari lamunannya. Dengan terlonjak dia langsung menginjak rem secara mendadak. Meski wanita itu tidak tertabrak, namun dia sedikit terserempet hingga membuatnya jatuh tersungkur diatas jalan bersama dengan kopernya.


"Ya Tuhan" Fajar yang merasa shock mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah. Dia bersyukur karena terhindar dari perbuatan menabrak orang. Setelah merasa tenang, dia keluar dari mobil dan menghampiri wanita itu untuk memastikan keadaannya.


"Mmm, Nona. Anda tidak apa-apa? Saya minta maaf. Saya benar-benar tidak


sengaja. Kamu tidak terluka kan?" Fajar berkata dengan gugup dan dibalut rasa bersalah atas ketidak hati-hatiannya. Dia berharap wanita itu tidak terluka parah.


Gadis itu bangkit berdiri sembari meringis kesakitan. Dia tidak terluka parah lantaran tubuhnya hanya terserempet sedikit. Namun karena dia terjatuh diatas jalanan beraspal, membuat tubuhnya sedikit lecet-lecet.


Fajar menatap wanita itu dengan terpana. Wajahnya cantik dengan hidung mancung. Matanya bulat dan besar dengan tatapan sayu. Bibirnya seksi serta kulitnya yang putih langsat. Jika dilihat dari penampilannya, tampaknya gadis ini berasal dari kalangan berada.


"Makanya kalau nyetir itu pakai mata! Jangan ugal-ugalan!" Damprat gadis itu dengan nada tinggi. Membuat Fajar terkejut mendengarnya. Moodnya yang sedang memburuk semakin bertambah mendengar hardikan gadis itu.


"Nona, tolong jaga bicaramu ya. Aku tidak pernah menyetir dengan ugal-ugalan. Lagipula kenapa kamu menyeberang jalan sembarangan?" Ucap Fajar datar.


"Oh, jadi kamu menyalahkanku?!" Gadis itu menaikkan volume suaranya. Perkataan Fajar yang ikut menyalahkannya membuatnya tersinggung dan semakin marah.


"Nona, tidak ada yang menyalahkanmu disini. Kita sama-sama bicara sesuai dengan argumen kita masing-masing" Sikap galak gadis itu yang hanya menyalahkan pihaknya membuat Fajar merasa geram.


Namun dia masih berusaha mengatur nada suaranya agar tetap terdengar rendah. Karena dia tidak ingin sampai terjadi pertengkaran dengan seorang wanita dan dipinggir jalan seperti ini.

__ADS_1


"Argument apa?! Jelas-jelas anda yang menyetirnya ugal-ugalan!" Perempuan itu masih tetap bersikeras dan tidak mau mengalah.


Membuat Fajar semakin geram dan kesabarannya mulai menipis. Ya Tuhan.... Kenapa wanita ini harus muncul disaat yang tidak tepat seperti ini?! Disaat pikirannya sedang kacau balau, namun kesabarannya masih saja diuji hingga membuat kepalanya bertambah puyeng! Sebenarnya apa kesalahan besar yang sudah dia lakukan?!


"Nona...." Fajar hendak kembali memprotes, namun....


"Tari!" Perdebatan mereka terputus saat terdengar suara nyaring milik seorang wanita dari seberang jalan. Keduanya kompak menoleh kearah sumber suara. Pandangan mereka langsung menangkap sosok seorang gadis yang duduk diatas sepeda motor Vespa berwarna pink yang sedang memandangi mereka berdua.


"Ranty!" Gadis cantik yang sedang berdebat dengan Fajar langsung berlari keseberang jalan menghampiri temannya.


"Tar, itu siapa? Tampan sekali. Gebetan baru ya?" Ranty tersenyum menggoda, sesekali dia melirik Fajar dan terpesona melihat ketampanan lelaki itu. Tari menoleh kearah Fajar dengan kesal.


"Hah?! Gebetan?! Yang benar saja! Lelaki menyebalkan seperti itu jadi gebetanku?! Sudah, ayo jalan" Tari berkata dengan ketus.


"Iya, iya. Ayo naik" Ranty yang hafal betul sifat keras kepala temannya itu mau tidak mau mengalah, karena dia tau percuma saja berdebat dengannya.


Tari meletakkan kopernya diatas pijakan kaki Vespa itu. Kemudian dia naik keatas motor dan duduk dibelakang Ranty, yang langsung tancap gas dan melajukan motornya.


Meninggalkan Fajar yang terperangah menatap kepergian kedua gadis itu, dengan sepeda motor yang melaju dan berbaur dengan kendaraan lainnya dijalan raya dan memecah keheningan malam.


"Dasar wanita aneh. Jelas-jelas dia yang menyeberang sembarangan. Tapi malah menyalahkan orang lain. Semoga aku tidak pernah bertemu dengan perempuan itu lagi" Gumam Fajar yang kemudian kembali masuk kedalam mobilnya dan kembali melanjutkan perjalanannya.


Dia tidak mau ambil pusing memikirkan gadis asing yang tidak dikenalnya. Karena saat ini, beban pikirannya sudah terlalu banyak.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Penasaran sama kisah mereka selanjutnya? Yuk mampir ke novel sebelahπŸ€—



__ADS_2