
Sepertinya selama ini dia terlalu naif dengan berpikir bisa kembali menaklukkan Rahul, dengan cara menyingkirkan wanita dusun itu. Karena rasanya perasaan Rahul terlalu kuat untuk bisa dia goyahkan.
Dan perasaan itu bisa membuat Rahul menjadi sangat menakutkan, dan mampu membantai siapapun termasuk dirinya!! Dan itu yang selalu membuatnya resah dan tidak bisa tenang.
"Memang ada masalah apasih? Masalah dengan suamimu yang membosankan itu? Amora-Amora, kalau kamu memang sudah segitu bosannya dengan lelaki itu, kenapa tidak kamu tinggalkan saja sih?"
Brandon menjilati telinga Amora. Lalu memberikan gigitan-gigitan kecil untuk kembali membangkitkan birahi wanita itu. Namun Amora tidak bergeming.
"Maksudmu cerai? Kamu pikir sesimpel itu aku bisa menceraikan dia?" Protes Amora dengan ketus.
"Memangnya kenapa? Kalau dia sudah tidak mampu lagi memuaskanmu diatas ranjang hingga kamu merasa jenuh, lalu apa lagi yang perlu kamu pertahankan? Lebih baik kamu tinggalkan saja dia, lalu setelah itu kamu bersamaku"
Brandon tersenyum menggoda. Kini gerakan lidah lelaki itu beralih pada leher mulus Amora. Dengan senyum ganas yang terus merekah diwajahnya, dia mengecup tengkuk wanita itu. Namun kali ini Amora menepisnya.
Dia tidak menyangka jika teman bercintanya akan berbicara seperti itu. Padahal sejak awal mereka sudah sepakat, jika hubungan mereka hanya sebatas intim. Selebihnya mereka bebas dengan kehidupannya masing-masing. Yang penting bisa saling memuaskan satu sama lain.
Karena kepuasan yang dia inginkan tidak bisa dia dapatkan dari suaminya yang membosankan itu! Sangat berbanding terbalik saat dulu dia masih bersama Rahul. Lelaki itu selalu mampu memuaskannya, dengan permainan cintanya yang begitu asik dan menyenangkan.
Tapi sekarang semuanya hanya tinggal kenangan. Dan semua terjadi gara-gara kecelakaan sialan itu! Karena insiden itu dia harus memutuskan Rahul, yang dia pikir akan menjadi lelaki buta untuk selamanya! Sekarang malah wanita lain yang mendapatkan hatinya! Wanita yang tidak setara dengannya!
"Memangnya kamu punya apa? Kelebihanmu hanya ada pada juniormu yang mahir diatas ranjang. Selebihnya kamu itu hanya nol. Sudahlah, tidak usah banyak ngoceh. Kita sudahi saja untuk malam ini. Besok kita lanjutkan lagi"
Amora berkata dengan blak-blakan saking kesalnya. Kemudian dia melepaskan dirinya dari lelaki itu dan beranjak dari kasur.
__ADS_1
"Eh, kamu mau kemana?" Brandon mengejarnya dan dia pun ikut turun dari tempat tidur yang empuk itu.
"Ya mau pulanglah. Nanti suamiku nyariin" Jawab Amora ketus sembari memunguti satu persatu pakaiannya yang tercecer dilantai.
"Ta-tapi...." Brandon hendak mencegah Amora untuk pergi. Namun tiba-tiba saja....
BRAAK!!
Suara pintu yang dibuka dengan sangat keras sontak membuat Amora dan partner bercintanya itu terlonjak kaget. Terlebih saat Amora melihat siapa sipembuka pintu itu yang langsung menerobos masuk.
"Ga.... Gala? Ka... Kamu di....?" Amora jadi gelagapan saat melihat kehadiran Gala ditempat itu. Terlebih melihat tatapan tajam yang ditunjukkan lelaki itu saat melihatnya. Bahkan wajahnya pun tampak memerah seperti menahan amarah.
Fix, Gala pasti marah besar memergokinya bersama lelaki dikamar hotel, dan dalam keadaan tubuh yang seperti ini! Entah akal bulus apa yang harus dia gunakan untuk mengatasi kemarahan suaminya itu! Dan entah alasannya itu bisa diterima atau tidak!
Kalau dia tidak salah, lelaki itu adalah salah satu pengacara keluarga Dirgantara. Perasaan Amora jadi ketar-ketir. Apa tujuan Gala datang memergokinya bersama lawyernya seperti ini?!
Hati Gala semakin terasa hancur berkali lipat, melihat pemandangan didepan matanya. Dimana dia harus melihat istrinya dalam keadaan tubuh yang polos tanpa tertutup pakaian satupun.
Dan yang lebih parahnya lagi, bersama seorang pria dikamar hotel!! Kemarin dia hanya melihatnya melalui video. Tapi sekarang dia harus melihatnya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri!!
Namun dia berusaha dengan sangat keras untuk mengontrol emosi. Sekalipun tangannya terasa begitu gatal, dan ingin sekali menghajar lelaki br*ngsek dihadapannya itu!! Hingga wajahnya hancur tak berbentuk! Lelaki baj*ngan yang sudah berani menyentuh dan meniduri istrinya!!
Namun dia sudah bertekad akan menyelesaikan masalahnya secara baik-baik, tanpa perlu menggunakan kekerasan. Iya, dia pasti bisa melakukannya!
__ADS_1
"Oh maaf. Aku sama sekali tidak ada maksud untuk mengganggu acara kalian. Silahkan kalau kalian masih mau lanjut. Karena tujuanku kesini hanya untuk memberikanmu surat ini. Surat yang akan membebaskanmu dari aku ataupun keluargaku. Jadi setelah ini, kamu bisa bebas bermain dengan pria manapun yang kamu mau. Tanpa perlu lagi takut ketahuan oleh kami"
Gala berkata dengan geram seraya menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat pada istrinya, yang menerima dan membukanya dengan bingung.
"Su-surat cerai? Ma-maksudmu apa memberikan surat seperti ini? Kamu mau kita bercerai?" Amora membaca surat dalam amplop itu dengan terkejut hingga pupil matanya membesar.
Dia tidak ingin brcerai dari Gala! Bukan karena dia sangat mencintai pria itu. Namun karena hanya Gala satu-satunya penghubung dia dengan Dirgantara group. Apalagi sekarang untuk mendapatkan Rahul kembali, rasanya sudah terlalu mustahil!
"Aku rasa ucapanku sudah cukup jelas untuk kamu pahami. Lagipula bukankah ini yang kamu mau? Bukankah selama ini kamu memang sudah menunjukkan jika aku adalah lelaki yang membosankan, dan tidak bisa memuaskanmu?
Jadi seharusnya kamu senang, karena sekarang aku menggugat ceraimu. Jadi kamu bisa sepuasnya bersama pria yang bisa memuaskanmu, dan menggantikan posisiku untuk memberikanmu nafkah batin. Benarkan?"
Gala menatap Brandon dengan geram dan muak. Seperti tatapan seekor elang yang hendak menerkam mangsanya. Namun dia tetap berusaha untuk menahan diri, agar jangan sampai kepalan tangannya melayang kewajah lelaki br*ngsek itu! Karena dia sudah terlanjur berjanji pada orang tuanya!
Sementara Brandon hanya membalas tatapannya dengan santai, sinis dan tanpa merasa malu atau bersalah sedikitpun. Seakan-akan apa yang terjadi dihadapannya adalah sebuah pertunjukan seru.
"Gala, i-ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Tolong dengarkan dulu penjelasanku. I-ini...." Amora berkata dengan gugup. Dia terlalu gelagapan harus memberi penjelasan apa, yang bisa membuat suaminya kembali luluh.
"Lalu apa yang harus aku bayangkan?! Setelah aku melihat kelakuan menjijikkanmu bersama lelaki lain dengan mata kepalaku sendiri!! Padahal selama berbulan-bulan kamu menghindari dan menolakku dengan alasan yang tidak jelas!! Tapi kamu malah dengan begitu mudahnya melempar tubuhmu untuk dinikmati oleh pria lain seperti ini!"
Ujar Gala dengan nada tinggi. Kemarahan yang sedari tadi dipendamnya, akhirnya meluap juga melihat istrinya yang masih bersikap sok suci dan tidak bersalah! Seolah-olah tidak terjadi apapun sekalipun sudah tertangkap basah!
"Bodohnya aku yang terlalu mencintaimu. Sehingga aku terlalu buta untuk melihat kenyataan wanita macam apa kamu! Tapi sekarang hal itu tidak akan terjadi lagi. Karena aku akan memperbaiki kebodohanku dengan aku mengakhiri pernikahanku denganmu! Jadi silahkan tanda tangani surat itu. Supaya kuasa hukum keluargaku bisa memproses semuanya"
__ADS_1
Gala menunjuk pengacaranya yang berdiri disampingnya. Dan sedari tadi hanya diam dan tampak malu menyaksikan pemandangan didepannya.