ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 100


__ADS_3

Pagi harinya, Albirru yang bangun lebih dulu daripada sang istri pun mulai beranjak dari sofa yang terletak tak jauh dari brangkar milik sang istri. Ya, setelah bergadang karena Arasa yang masih rewel membuat sepasang orang tua baru itu tertidur lebih larut.


Albirru mengusap wajah tampannya sejenak sebelum dirinya semakin mendekatkan dirinya ke brangkar yang dimana menjadi tempat istirahat untuk sang istri.


Tangan besar laki-laki itu mengusap perlahan puncak kepala milik Jazira dengan sangat halus. Albirru mengecup singkat kening milik Jazira dengan ingatan semalam dimana dirinya dan Jazira berusaha menenangkan putri kecil mereka.


"Ra, bangun dulu yuk," bisik Albirru kepada sang istri sambil menatap wajah cantik milik wanita yang telah dia sia-sia kan itu. Jazira yang memang masih sangat merasa kelelahan pun sama sekali tak merespon panggilan dari Albirru.


Sementara Albirru yang masih membangunkan sang istri karena pagi ini mereka akan melakukan metode baru agar ASI milik Jazira segera keluar pun seketika terkejut karena mendengar tangisan dari sang putri.


Albirru segera menolehkan kepalanya kepada sang putri yang masih berada di inkubator tersebut. Dengan sedikit tergesa-gesa Albirru pun segera menyentuh tubuh mungil milik sang putri dan menggendongnya dengan perlahan.

__ADS_1


Terlihat raut wajah khawatir dari Albirru ketika mendengar tangisan dari Arasa. Memang tangisan Arasa kali ini berbeda dengan tangisan semalam yang terlihat sangat kehausan. Kali ini tangis Arasa sedikit lebih tenang namun terdengar menyesakkan hati Albirru.


"Kamu kenapa, Nak? Apakah kau sangat haus?" tanya Albirru perlahan kepada sang putri sembari mengelus punggung kecil milik Arasa yang tak lebih besar dari telapak tangan besarnya tersebut.


Di waktu yang sama, seorang perawat yang memang dijadwalkan untuk memberikan susu formula untuk Arasa pada jam tersebut pun sedikit terkejut karena mendengar tangisan dari Arasa.


Dengan sedikit tergesa-gesa sang perawat pun berjalan mendekati Albirru yang tengah membelakangi pintu masuk ke ruang rawat milik Jazira tersebut.


"Entahlah kenapa tiba-tiba baby Ara bisa menangis, karena pada awalnya dia masih tertidur dengan sangat lelap. Apakah ini karena dia sedang haus?" jawab Albirru kepada sang perawat yang membuat perawat itu segara meletakkan sebuah boks yang berisi susu formula milik Arasa.


Dengan cekatan, perawat tersebut pun segera mengeluarkan sebuah botol yang pastinya sudah steril tersebut dan memberikan kepada Albirru. Dengan cepat, Albirru pun menerima uluran botol dari perawat tersebut dan mengarahkannya di bibir mungil milik Arasa.

__ADS_1


"Minum ya, Nak. Yang tenang, Mamamu belum terbangun. Kasihan Mama, dia tertidur lebih malam daripada papa semalam," lirih Albirru sembari menimang perlahan tubuh milik Arasa. Namun reaksi yang diberikan oleh Arasa benar-benar membuat Albirru terkejut, karena bayi mungil itu seolah-olah menghindari arah datangnya botol susu tersebut.


"Hei, kamu kenapa sayangnya papa? Bukankah kau haus?" tanya Albirru pada bayi yang baru berusia satu hari itu. Sang perawat yang merasakan gelagat aneh kepada Arasa pun mencoba memberi tahu kepada Albirru untuk memberikan Arasa pada sang mama.


"Tuan Albirru, bagaimana jika baby Arasa dibawa ke mama nya saja? Mungkin dia akan lebih tenang jika bersama dengan mama nya. Sekalian saja kita rangsang supaya ikatan batin antara Nyonya Jazira dengan baby Arasa semakin kuat. Karena hal tersebut bisa memacu supaya ASI milik Nyonya Jazira segera keluar," usul sang perawat yang langsung diangguki oleh Albirru.


Albirru pun bergegas berjalan mendekati brangkar milik sang istri. Tak ayal sang perawat pun ikut berjalan ke sisi lain brangkar milik Jazira dan membantu Albirru untuk menempatkan Arasa di dekapan Jazira.


Albirru sempat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh sang perawat. Bagaimana tidak, perawat tersebut membuka dua kancing baju rumah sakit yang kini tengah di kenakan oleh sang istri sehingga menampakan dua buah dada milik Jazira dengan jelas.


"Tuan Albirru bisa meletakkan baby Arasa di dada milik Nyonya Jazira. Hal itu juga nanti membantu baby Arasa buat mencari dimana asal ASI nya," tutur sang perawat yang hanya di angguki kaku oleh Albirru.

__ADS_1


Tak munafik, Albirru baru melihat salah satu aset berharga milik sang istri dalam keadaan sadar seperti sekarang ini barulah saat ini. Untuk kemarin, dirinya melihat pun karena merasa panik dan khawatir akan keadaan sang putri.


__ADS_2