
Alhamdulillah meskipun lagi sakit, Kayenna bisa up. Happy Reading All❤
Jazira masih bingung mengapa Mbok Sum dan Jingga tertawa. Kebingungan Jazira terhenti ketika lengan kekar dengan kemeja yang digulung hingga siku itu memberikan piring karamik padanya.
Seketika Zizi menatap netra sang suami. Tatapan mereka pun beradu untuk sesaat. Dengan cepat Zizi pun mengambil piring milik Albirru dan mulai mengambilkan nasi serta beberapa lauk dan sayur.
Setelahnya, Zizi pun memberikan piring yang telah berisi makanan pilihannya kepada Albirru.
"Apakah cukup?" tanya Zizi mencoba memastikan. Albirru pun hanya menganggukkan kepalanya lalu mengambil piringnya dari Zizi.
Sekarang giliran Zizi, dia mengambil nasi serta ayam kecap kesukaannya. Dia masih menatap Jingga yang juga sedang menatapnya. Jingga yang tersadar pun segera memakan makanannya.
"Mari makan." Tawar Jingga yang hanya diangguki oleh semua orang. Tak ada yang bersuara selama mereka makan. Sampai tiba dimana Jingga mengatakan hal yang membuat Zizi tersedak.
"Kak Albi adalah mantanku!" ucap Jingga tiba-tiba yang membuat Zizi tersedak. Wajah Zizi pun sudah merah padam karena merasakan sakit ditenggorokannya. Albirru yang melihat hal tersebut pun segera memberikan minumannya.
Dengan cepat Zizi pun mengambilnya dan segera meminumnya hingga tandas. Selesai menetralkan perasaannya, Zizi pun menatap Jingga yang tadi membuatnya tersedak.
"Hmm, sudah kuduga. Kalian lanjutkan saja makannya, aku pamit ke kamar terlebih dahulu. Permisi." Ujar Zizi dengan suara datarnya lalu berjalan kembali ke kamar.
Sudah Zizi katakan pada dirinya sendiri, bahwa jangan sekalipun mengurus tentang apapun itu jika berkaitan dengan Albirru. Namun dirinya sama sekali tak dapat menghindarinya. Entahlah, Zizi pun tak paham dengan jalan pikirnya.
Setelah memasuki kamarnya, Zizi pun menutup pintu kamarnya. Dia berjalan mendekati ranjangnya dan mengambil ponselnya. Dia tersenyum mendapati puluhan pesan yang dikirimkan oleh Zakia, sahabatnya.
Dia yang tahu bahwa saat ini Zakia hanya berdiam diri dirumah pun segera meneleponnya. Setelah beberapa saat, panggilannya pun telah dijawab oleh sang sahabat.
"Hai Zi, apa kabar? Bagaimana? Apakah rencana kita kemarin berhasil?" Sapa Zakia yang langsung membuat mood Zizi bertambah anjlok.
__ADS_1
"Mana ada berhasil? Memang ide yang kau berikan pasti ide yang konyol, Za. Kau tahu? Kemarin saat aku masuk ke ruangan suamiku, dia ternyata baru keluar dari kamar bersama kekasihnya," terang Zizi yang langsung ditanggapi antusias oleh sahabatnya.
"Lalu kau bagaimana? Apakah kau memperlihatkan baju seksi pilihanku padanya? Bagiamana reaksi suamimu serta wanita murahan itu?" tanya Zakia penasaran yang membuat Zizi memutar bola matanya.
"Aku membukanya saat akan keluar dari ruangannya. Kau tahu? Reaksi suamiku seperti apa? Dan kau akan lebih puas lagi saat melihat reaksi Larina, kekasihnya," jawab Zizi sambil merebahkan dirinya.
"Ceritakan bagaimana reaksi dua orang kurang ajar itu padaku. Kenapa kemarin kau tak mengajakku saja, Zi? Aku sangat kepo dengan wajah mereka," ucap Zakia meminta cerita lengkapnya kepada Zizi.
"Jadi setelah aku buka outernya, suami aku langsung noleh Za. Terus muka si Larina juga kek orang yang uring-uringan gitu. Ya secara karena mereka berdua lagi kissing. Maybe dia ngerasa terganggu gara-gara suami aku noleh ke aku. Gitu." Ucap Zizi mengakhiri ceritanya ketika mendengar seseorang yang memanggil dengan sebutan kakak ipar.
"Kakak ipar. Apakah kau sedang tidur?" ucap seseorang yang membuat Zizi mematikan panggilannya kepada sang sahabat secara sepihak. Dengan segera dia pun bangkit dari tidurnya lalu berjalan mendekati pintu kamarnya.
Baru saja Jingga ingin memanggil Zizi lagi, tetapi pintu kamarnya telah terbuka.
"Kakak ipar? Kenapa tadi kau tak menyelesaikan sarapanmu? Kau baik-baik saja bukan?" tanya Jingga sambil meneliti suhu badan serta tubuh milik Zizi.
Zizi yang masih terkejut pun hanya mnegerjapkan matanya kaku.
"Kau jangan mempercayai perkataanku. Aku hanya bercanda tadi," ucap Jingga lalu mnedorong agar Zizi kembali masuk ke kamarnya.
"Jingga ni adiknya Kak Albi. Emang nggak liat wajahnya sama kah? Makanya namanya Birru sama Jingga. Baru ngeuh kan?" tanya Jingga setelah menjelaskan siapa sebenarnya dirinya.
Zizi pun hanya ber oh ria sampai dia terkejut karena perkataan adik iparnya, Jingga.
"Kau adik dari suamiku? Astaga, maafkan aku. Aku hanya salah paham tadi," ujar Zizi tak enak hati yang hanya diangguki oleh Jingga.
"Oh ya, aku tadi sempat mendengar kau menyembut nama Larina? Apa dia masih berhubungan dengan Kak Albi?" tanya Jingga yang membuat Zizi sedikit terkajut.
__ADS_1
"Emm, ya. Apakah mereka sudah berhubungan sejak lama? Bahkan kau yang baru pulang saja bisa mengetahui hubungan mereka." ujar Zizi karena bingung.
"Ya, aku mengetahhui hubungan mereka sejak 4 tahun yang lalu. Sebelum kepergianku ke luar kota, aku memutuskan untuk SMA disana. Entahlah aku kurang nyaman ketika si medusa setiap hari datang mengunjungi rumah." jawab Jingga sambil duduk dibibir ranjang milik Zizi.
"Eh Kak Zi, mau nonton film? Jingga masih ada stok film horor. Mau?" ajak Jingga tiba-tiba yang langsung diangguki oleh Zizi. Dengan cepat sia pun menggandeng tangan Zizi lalu dibawa ke ruang keluarga.
Setelah memasang kaset yang menurutnya sedikit lebih horor, dia pun kembali menuju sofa panjang lalu meletakkan kepalanya dipangkuan Zizi. Zizi hanya tersenyum lalu mengelus puncak kepala Jingga.
Saat mendekati puncak konflik, Zizi terkejut bukan main ketika seseorang disebelahnya meletakkan lengannya di belakang tubuhnya.
"Astaga! Kau membuatku terkejut, tuan." Ujar Zizi setelah menolehkan kepalanya sambil mengelus dadanya. Albirru sama sekali tak menggubris perkataan Zizi. Dia ikut menonton film yang dia yakin, bahwa Jingga lah yang memilihnya.
Karena saking asyiknya mendalami film pilihan adik iparnya, Zizi tak sadar jika sudah tak ada jarak antara dirinya dan Albirru.
Tangan Albirru pun sudah memasuki kausnya. Tangan besar Albirru pun telah menyentuh kulit lembut milik Zizi. Jingga yang merasa terganggu karena gerakan seseorang pun segera membalikkan kepalanya.
Dengan polosnya, dia memasukan kepalanya kedalam baju Zizi dan terkejut melihat tangan seorang lelaki. Sudah dapat Jingga tebak, bahwa tangan tersebut milik kakaknya.
"Ini tangan jangan nakal ya! Jangan ganggu-ganggu kakak aku! Kenapa sih Kak Albi usil banget?!" sindir Jingga tak suka sambil mencubit tangan kekar milik sang kakak.
Zizi terkejut dengan tingkah kedua kakak adik ini. Kakaknya memasukan tangan kedalam kausnya, dan yang lebih parah sang adik yang dengan tak malu nya memasukkan kepalanya kedalam kausnya.
Zizi segera mengeluarkan keduanya dari dalam kausnya. Dia menggeleng perlahan lalu menoleh kembali kedepan saat merasakan ada orang yang datang.
Jingga yang baru keluar dari kaus Zizi pun terkejut bukan main saat menatap televisi kembali.
"Astaga! Kuntilanak!" Teriak Jingga yang langsung dipelototi oleh Albirru dan Jazira.
__ADS_1
*********
Minta doa nya ya kakak-kakak semua, supaya Kayenna cepet sembuh. Terimakasih.