
Jangan lupa tinggalkan jejak agar Kayenna crazy up terus...
"Ngapain cium-cium sih! Gatel banget jadi laki-laki!" risik Jazira dengan nada tak sukanya yang membuat Albirru tersenyum tipis. Laki-laki itu memajukan wajahnya dan mengecup singkat pipi kanan milik Jazira yang membuat sang empu semakin terkejut.
"Cium istri sendiri nggak salah kan, Ra? Dah yuk semangat sembuh, Arasa butuh Mama nya," ucap Albirru yang membuat Jazira menganggukkan kepalanya sembari menatap sinis kepada sang suami.
Albirru pun kembali membawa kedua tangan sang istri ke bahu kekar nya. Jazira menundukkan kepalanya untuk menatap seberapa jauh kaki nya akan menyentuh dingin nya lantai rumah sakit.
Perlahan, Albirru mulai mengangkat tubuh sang istri dengan memeluk punggung milik sang istri yang otomatis tubuh keduanya menempel satu sama lain. Sementara Jazira semakin mengeratkan pegangan tangannya kepada suami.
__ADS_1
Jazira memejamkan matanya karena perutnya terasa kembali nyeri. Namun setelah beberapa detik, seketika Jazira membelalakkan matanya karena dia merasakan dinginnya lantai rumah sakit.
Albirru yang melihat reaksi wajah sang istri pun tertawa lepas. Jazira segera mendongakkan kepalanya tatkala mendengar tawa dari sang suami.
"Ngapain ketawa sih! Niat bantuin nggak, coba? Pergi sana!" seru Jazira yang membuat Albirru semakin tertawa geli. Jazira yang melihat sang suami tak kunjung diam dari tertawanya pun mencubit kecil perut milik Albirru yang membuat suaminya tersebut mengerang kesakitan.
"Maira! Sakit tau, Ra!" pekik Albirru kesakitan yang tak membuat ekspresi wajah sang istri berubah. Jazira menatap sang suami dengan bibir uang merengut disertai pup eyes nya yang membuat Albirru tak dapat marah padanya.
"Mama nya Arasa ini gampang marah ya, sini Papa cium dulu, biar nggak marah lagi." Albirru semakin gencar menggoda sang istri, tetapi kali ini dia lupa bahwa Jazira telah berubah.
__ADS_1
"Dih jijik, Papa Papa. Awas ah, Zizi mau belajar jalan sendiri," ujar Jazira yang membuat Al irru kembali terdiam. Tanpa mengatakan sepatah kata apa pun, Albirru segera melepaskan pelukannya dari Jazira yang membuat Jazira segera menarik baju yang tengah sang suami kenakan.
"Sengaja mau buat Zizi jatuh?! Jahat banget sih! Kalo nggak niat bantu, nggak usah sok berniat mau bantu!" ucap Jazira tiba-tiba karena dirinya takut terjatuh. Sontak sentum lebar kembali terbit di bibir milik Albirru.
"Yang minta buat aku pergi siapa, Sayang? Kan kamu sendiri," jawab Albirru lirih yang membuat Jazira merotasikan matanya.
"Yaudah ayo buruan belajar. Pengen cepet sembuh, biar bisa main sama Asa," ujar Jazira sembari menurunkan kedua tangannya dari bahu kekar milik sang suami dan menggenggam erat kedua tangan besar milik suaminya.
Perlahan Albirru mulai membantu Jazira untuk melangkah maju. Jazira mulai melangkah mengikuti langkah sang suami yang tengah berjalan mundur untuk membantunya belajar berjalan.
__ADS_1
Albirru mau tersenyum karena perlahan sang istri dapat berjalan dengan baik meski sedikit terseok-seok. Jazira bertekad untuk segera pulih karena ada Arasa yang lebih membutuhkan dirinya.
Ditengah jalannya, Jazira terkejut dengan apa yang sang suami katakan dan segera mendongakkan kepalanya dengan ekspresi wajah terkejutnya.