ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 122 - SEASON 2


__ADS_3

Albirru yang mendengar seseorang mengatakan bahwa dirinya lebih baik bercerai dengan Jazira itu pun, segera menolehkan kepalanya. Tatapan tajam milik laki-laki itu langsung tertuju, pada mata hitam milik seseorang yang berdiri di sebelahnya.


"Maksud mu mengatakan hal demikian, Cel? Kau berharap aku akan menjatuhkan talak pada Maira? Jika kau menginginkan hal tersebut, perlu kau ingat jika hal itu tidak akan pernah terjadi!" tegas Albirru sembari menatap seseorang yang kini duduk di sebelahnya.


Marcell yang mendengar ucapan dari Albirru itu, memutuskan untuk duduk di sebelah sang sahabat. Albirru sempat melirikkan tatapannya kepada Marcell, yang memberikan ide konyol, yang bahkan tak pernah terlintas di benak nya untuk menceraikan sang istri.


"Aku tahu jika kau tak akan pernah menjatuhkan talakmu pada Jazira. Tapi kau juga harus tahu, apakah Jazira bahagia dengan pernikahan kalian atau tidak. Tapi apapun keputusan yang kau dan Jazira ambil nantinya, aku akan selalu mendukung kalian. Kau sahabat ku, dan Jazira adik ku." Albirru yang mendengar penjelasan dari Marcell pun hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Entahlah, apa yang harus aku lakukan setelah ini. Aku hanya berharap semoga Maira bisa memaafkan suaminya ini dan mau memulai semuanya dari awal. Kau tahu bukan, jika aku benar-benar mencintai Maira? Sekarang aku benar-benar menyesal, karena mempermainkan pernikahan kami dengan embel-embel pernikahan kontrak." Albirru kembali membayangkan saat di mana dirinya menawarkan pernikahan kontrak dengan Jazira, 10 bulan yang lalu.


"Lalu bagaimana hubungan mu dengan Jingga? Kau benar-benar serius dengan hubungan mu itu?" Setelah keduanya sama-sama terdiam, Albirru mencoba menanyakan perihal sang sahabat yang ternyata merupakan kekasih dari adik kandungnya sendiri.


Marcell yang mendengar pertanyaan dari Albirru itu pun menolehkan kepalanya ke samping, dan menatap sahabatnya dengan tatapan bingungnya. Setelah apa yang telah dirinya dan Jingga lalui selama beberapa bulan bersama, apakah Albirru masih meragukan perasaannya kepada adik kandungnya itu?


Jangankan Albirru, bahkan semua orang yang melihat bagaimana sikap Marcell kepada Jingga pun, sudah pasti dapat melihat keseriusan laki-laki itu kepada Jingga. Adik Albirru satu-satunya.

__ADS_1


"Kalo kau memang serius dengan Jingga, aku tunggu iktikad baik mu untuk membawa Jingga ke jenjang yang lebih serius. Jika sampai kau terlalu lama, aku akan mencarikan pria untuk Jingga. Pastinya yang akan lebih mapan dari kau sekarang." Marcell yang mendengar hal tersebut pun terkejut bukan main.


Bukan masalah dirinya yang diharuskan untuk segera melamar Jingga, bukan juga karena kemapanan nya di ragukan oleh Albirru. Tapi karena sikap Albirru yang terkesan arogan dan ingin menguasai hidup Jingga. Bagaimana Albirru hendak menjodohkan wanita yang jelas-jelas sudah menjalin hubungan dengan dirinya.


"Kau gila, Al?! Jingga hanya milikku! Kau tidak bisa bersikap seenaknya dengan rencana menjodohkan Jingga dengan orang lain! Aku tahu kalo emang kau yang sudah menjaga dan membesarkan Jingga selama ini, tapi kau juga tak boleh melupakan jika Jingga telah menjadi salah satu bagian paling penting di hidupku!" Dengan perasaan yang diselimuti oleh emosi dan amarah karena mendengar maklumat dari Albirru, Marcell pun berjalan menjauhi Albirru yang kini juga menatap kepergian sahabatnya.


Marcell meninggalkan Albirru yang masih duduk di bangku taman dengan dua kantung makanan yang telah dia beli. Marcell benar-benar tak habis pikir dengan apa yang telah Albirru katakan. Jika di nalar, Albirru saja mungkin tidak akan bisa hidup tanpa Jazira, lalu apa kabar dengan dirinya?

__ADS_1


__ADS_2