
"Nggak bisa, Ra! Kita harus tetep sama-sama. Maafin aku yang pernah buat kamu sakit hati berulang kali. Aku bener-bener menyesal, Ra. Sumpah Demi Tuhan, aku nggak akan pernah sakitin kamu lagi dan buat kecewa kamu. Aku mau berbuah buat Atasan dan hubungan kita, Ra. Kamu nggak boleh pergi, kamu istri aku, Ra." Albirru mulai menundukkan kepalanya sembari menggelengkan kepalanya.
Jazira merasakan hatinya terusir mendengar janji yang sang suami ucapkan. Sebagai wanita yang mencintai suaminya, istri mana yang tak akan luluh dengan ucapan seperti itu. Untuk Jazira, Albirru adalah cinta pertamanya setelah sang ayah. Tetapi ketika dirinya mengingat betapa hancurnya dirinya saat itu, Jazira pun menggelengkan kepalanya.
"Maafkan Zizi ya, Mas. Zizi Sudah memaafkan Mas Birru sejak lama. Tapi untuk bersama kembali dan hidup seperti awal, mungkin hal itu tak akan terjadi. Zizi lelah, Zizi mau hidup tenang bersama Arasa." Jazira mengusap air matanya dengan tangan kirinya sembari menatap langit-langit kamar rawat nya.
Belum sempat Albirru menjawab, suara pintu terbuka membuat laki- aku itu segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Albirru mencoba untuk berdiri dari posisi awalnya tatkala melihat seorang perawat uang datang bersama dengan Mbok Sum.
__ADS_1
"Non Maira! Alhamdulillah Non Maira sudah siuman. Kami semua khawatir dengan kondisi Non Maira. Bagaimana kondisinya sekarang, Non? Sudah baik-baik saja atau masih ada yang sakit?" sapa Mbok Sum denga nada khawatirnya sembari berjalan masuk ke ruang rawat milik Jazira.
Jazira yang baru saja mengusap air matanya pun menolehkan kepalanya kepada seorang wanita yang telah berusia lanjut itu disertai senyum manisnya. Tatapan Mbok Sum beralih pada genggaman tangan Albirru yang masih saja menggandeng tangan mungil milik majikan perempuannya.
"Zizi udah mendingan kok, Mbok. Makasih ya Mbok, masih nemenin Zizi sama Asa," jawab Jazira sembari mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan sang suami.
Jazira yang mendengar sapaan dari perawat tersebut pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Perawat tadi berjalan mendekati brangkar rawat milik nya dan melihat tiang infus yang berada tepat di sebelah kiri brangkar rawat milik Jazira.
__ADS_1
Terlihat bahwa perawat tersebut mencatat sesuatu di papan yang ada di lengannya tadi dan memeriksa beberapa bagian lain yang menyangkut keadaannya sekarang ini.
"Setelah di lihat, keadaan Nyonya Maira berkembang dengan pesat. Seperti laporan yang rumah sakit ini terima, apakah benar air ASI dari Nyonya Maira belum juga kunjung keluar?" ujar sang perawat yang membuat Jazira senang. Wanita itu pun menganggukkan kepalanya dengan antusias yang membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut tersenyum tipis.
"Wah kebetulan sekali, Anda masuk ke rumah sakit yang tepat Nyonya Jazira. Di rumah sakit kami, ada sebuah metode untuk memancing agar air ASI cepat keluar pasca melahirkan normal maupun caesar. Bahkan lebih dari ratusan ibu yang baru melahirkan, berhasil menyusui anak mereka setelah menjalani metode ini," jawab sang perawat yang membuat Jazira terkejut.
Tak hanya Jazira, Mbok Sum dan Albirru yang mendengarnya pun ikut berbahagia.
__ADS_1
Kenapa Kayenna suka lama kalo up? Karena yang like dan komen masih sedikit. Dalam bayang2 tuh, banyak yang seneng karena Kayenna triple up dan banyak up serta sekarang ini. Eh tapi sama saja😁