ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 57


__ADS_3

"Apa yang kau katakan, Mas?! Ini adalah anak kita!" seru Larina masih dengan posisi awalnya, yaitu terduduk di lantai dengan cairan merah yang memang dia sengaja pecahkan saat dia terjatuh.


"Are you serious? Lalu bagaimana jika aku tak mempercayainya?" tanya Albirru yang membuat Larina menggelengkan kepalanya dengan cepat sembari menatap tajam laki-laki yang kelak akan menjadi aset paling berharganya.


"Kamu harus percaya! Ini kita berdua, Mas! Apa kau mau jika anak kita lahir tanpa Ayah?" tanya Larina yang membuat Albirru diam seketika. Karena tak ingin ambil pusing, Albirru pun segera berjalan menuju kamar milik Jazira yang ada di lantai dua.


Larina yang melihat sang kekasih berjalan menuju kamar yang ada di atas dan bukan ke kamar yang semalam mereka tempati bersama pun mengepalkan tangannya erat. Tatapannya beralih pada Mbok Sum. Dia menatap tajam pada Mbok Sum yang tengah menatapnya dengan tatapan yang Larina sendiri tak dapat artikan.


"Kau lihat bagaimana reaksi tuan muda? Dia sama sekali tak mempercayaimu lagi. Kau puas sekarang?" ujar Mbok Sum dengan beraninya lalu segera pergi menjauhi Larina.


Larina yang benar-benar muak dengan gemas dengan keberanian Mbok Sum yang telah berbau membantah dirinya pun hendak berdiri dari jatuh pura-puranya.


Namun setelah dirinya bangkit dari jatuhnya, belum sempat melangkah, kakinya lebih dulu terpeleset dengan cairan yang dia buat sendiri. Alhasil tubuhnya jatuh terlentang di atas lantai yang membuat Mbok Sum terkejut.


Mbok Sum pun seketika membalikkan badannya dan terkejut melihat Larina yang telah jatuh di atas lantai dan badannya kotor dengan cairan berwarna merah yang telah dia persiapkan.


"Rasakan!" seru Mbok Sum mengejek dengan ledakan tawanya. Wanita paruh baya itu tertawa keras melihat tubuh Larina yang terjatuh karena ulahnya sendiri.


Larina yang ditertawai oleh Mbok Sum pun bertambah geram. Ingin bangun dari jatuhnya pun, dirinya tak bisa lakukan. Melihat hal itu, Mbok Sum pun semakin semangat untuk mengejek Larina.


"Mgapain malah tiduran di situ, Non? Tuh masih ada tanah di luar," ujar Mbok Sum sebelum benar-benar pergi dari ruang keluarga menuju dapur. Bahkam ketika sampai dapur pun, Mbok Sum masih belum menyelesaikan tawanya ketika membayangkan wajah konyol dari Larina ketika dia terjatuh.

__ADS_1


Sementara Albirru yang telah tiba di lantai dua pun berjalan mendekati pintu putih bersih, tempat dimana sang istri dahulu beristirahat. Tangan besarnya menyentuh handle pintu berwarna silver dan membukanya, lalu mendorong pintu tersebut secara perlahan.


Seketika indra penciuman Albirru menangkap aroma parfum sang istri yang membuat Albirru kembali rundu kepada Jazira. Padahal baru satu hari kepergian Jazira, tetapi rasa rindunya terlalu menggebu kepada wanita yang sangat dia cintai tersebut.


Albirru pun melangkahkan kakinya mendekati nakas milik sang istri dan duduk di atas ranjang setelah menutup pintu kamar milik Jazira. Tangan besarnya terulur untuk mengambil sebuah bingkai di mana terdapat potret dirinya, Jazira, serta Jingga yang tengah berlibur ke pantai beberapa hari yang lalu. Tepatnya sebelum badai besar menerjangbahasanya dan Jazira yang baru saja berlayar.


Jari milik Albirru mengusap dua wajah cantik yang berdiri di sebelah dirinya dalam foto tersebut. Dia pun merasa kecewa pada dirinya sendiri dan menyesal karena membiarkan sang adik serta istrinya pergi meninggalkan dirinya.


Albirru yang merasa marah pun segera melempar foto tersebut ke tembok yang ada di hadapannya lalu mengacak rambutnya dengan perasaan frustasi. Laki-laki tersebut pun bingung apa yang harus dia lakukan.


Albirru tahu bahwa minuman lah yang dapat menenangkan pikirannya saat ini, tetapi tatapannya tertuju pada wajah cantik Jazira yang dengan tersenyum manis bersama dirinya kala itu.


karena adil rasa dirinya foto melampiaskan emosinya baalveer pun segera berganti pakaian dengan berjalan menuju lemari kecil sekalian membuka pintu lemari meja cara tersebut tertegun karena tak melihat Sabtu baju pun yang tertinggal dari istrinya itu


hadirin tersenyum karena melihat status anaknya masih tertinggal di lemari ini istrinya pulang cepat aku pun mau ngambil baju tersebut dan berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian


Setelah selesai berganti baju, Albirru berjalan menuju sebuah ruangan yang ada di bagian samping rumahnya. Yang tak lain adalah tempat untuk gym. Laki-laki tersebut menatap penuh emosi pada sebuah samsak miliknya yang biasa dia gunakan untuk melatih otot lengannya setiap hari. Tak ayal, Albirru pun memiliki tubuh atletis yang menggoda iman kaum hawa.


Setiap terbayang wajah cantik Jazira yang terbawah oleh air mata, Albirru memukul samsak tersebut semakin kencang. Perlahan namun pasti, pukulannya semakin kencang yang menandakan bahwa dirinya benar-benar memiliki banyak beban kala ini.


Hingga ketika emosinya mulai mereda, Albirru pun menghentikan pukulannya lalu menekuk kedua lututnya sembari berteriak keras untuk meluapkan amarahnya.

__ADS_1


"MAIRA!" teriak Albirru di ruangan kedap suara itu dengan penyesalan yang benar-benar menyerang hatinya. Laki-laki tersebut menundukkan kepalanya dengan nafas yang tak beraturan.


Tak berselang lama dari itu, suara sapaan dari seseorang membuat lelaki yang wajahnya masih merah dengan keringat yang membasahi tubuh atletisnya itu menolehkan kepalanya.


"Maafin aku, Mas." Larina berucap manja sembari berjalan mendekati Albirru. Albirru menatap tajam perempuan yang kini sedang berjalan mendekati dirinya.


Dengan cepat Albirru pun berdiri dari posisi awalnya lalu berjalan cepat untuk mendekati Larina.


"Kau benar-benar wanita licik tak tahu diri! Kau yang menyebabkan istriku pergi meninggalkan diriku!" bentak Albirru sambil mencengkeram erat lengan milik Larina dengan tangan kirinya.


Larina yang terkejut pun mendongakkan kepalanya sembari menatap penuh ketakutan pada Albirru. Larina sedikit meringis tatkala Albirru semakin mencengkeram erat lengannya.


"Kenapa kau selalu menyalahkan aku, Mas?! Biarkan saja Jazira pergi darimu! Wanita sebaik dirinya tak pantas mendapat lelaki bejat yang tak lagi bisa menjaga semuanya untuk wanita sebaik dan sesempurna dia!" seru Larina yang kali ini benar-benar tak dapat memungkiri bagaimana Jazira sebenarnya.


"Benar! Dia memang wanita baik dan sempurna yang tak layak mendapatkan laki-laki sebaik diriku! Harusnya wanita seperti dialah yang labih pantas untuk mengandung dan melahirkan keturunan keluarga Alexander. Tidak seperti dirimu!" sentak Albirru dengan amarahnya karena secara tidak langsung Larina telah merendahkan harga dirinya.


"Kau menyalahkan aku?! Jika kau memang menginginkan wanita baik-baik yang akan melahirkan penerusmu, seharunya kau tak dengan mudah menjajaki tubuh wanita liar yang tak tahu apa-apa seperti diriku! Aku tak mau tahu, kau harus bertanggung jawab pada anak ini!" teriak Larina yang langsung membuat Albirru mencengkeram erat kedua pipi Larina.


"Kau tak perlu banyak bicara! Cukup diam saja dan tak membuat ulah hingga tiba waktuku untuk melakukan tes DNA dengan bayi itu! Setelah aku tahu bahwa itu bukan anakku, maka bersiap-siaplah kau akan pergi meninggalkan rumah ini!"


Terimakasih banyak semuanya masih baca cerita Kayenna. Terimakasih juga buat yang sudah follow akun ig Kayenna. Buat yang belum, yuk segera follow akun @kay_enna supaya bisa lebih deket sama authornya Istri Bayaran CEO Dingin.

__ADS_1


__ADS_2