ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 99


__ADS_3

Sontak Jazira dan Albirru pun menolehkan kepalanya serempak ke arah inkubator tempat putri mereka tertidur. Albirru yang hendak berjalan cepat mendekat kepada sang putri pun tiba-tiba terhenti dirinya baru teringat bahwa kini dia tengah menggandeng tangan sang istri.


"Kamu ke Asa aja, ya. Dia lebih butuh kamu, Zizi bisa pegangan sama tiang infus ini," jawab Jazira sembari mengarahkan tangannya kepada tiang infus yang berdiri di sebelahnya. Albirru pun sedikit tak yakin dengan ucapan sang istri, tetapi teringat bahwa sang putri lebih rentan membuat Albirru menganggukan kepalanya.


Dengan cekatan, tangan besar laki-laki itu langsung menyentuh tubuh mungil milik putri kecilnya dan segera membawa sang buah hati ke dalam dekapan nya meskipun dia sedikit kesulitan karena selang yang ada di tubuh ringkih milik Arasa.


"Sst ... sst ... sst ... kenapa sayang nya Papa? Kamu haus, Nak?" bisik Albirru lembut di telinga sang putri yang masih saja menangis dengan keras meskipun telah berada dalam dekapan nya.


Suara tangis Arasa yang tak kunjung mereda pun membuat ibu yang baru saja melahirkan itu merasa gelisah. Entah kemana hilang nya rasa sakit yang sedari tadi menyerang perut Jazira, ibu baru tersebut berjalan mendekati sang suami sembari mendorong tiang infusnya dan melupakan rasa sakitnya.


Dengan buru-buru Jazira mulai mengulurkan sebelah tangan nya kepada sang suami yang membuat Albirru terkejut. Laki-laki yang telah memiliki status baru sebagai seorang papa itu langsung menolehkan kepalanya kepada sang istri.

__ADS_1


"Astaga, Ra! Jalannya jangan buru-buru, kamu masih sakit Sayang." Jazira sama sekali tak menghiraukan ucapan dari sang suami. Dengan tanggap nya, Jazira langsung mengambil alih sang putri dari dekapan sang suami.


Ketika Arasa sudah berada di gedongan sang istri, dengan cepat Albirru pun menahan tubuh bagian belakang milik sang istri karena kini Jazira benar-benar berdiri di atas kakinya tanpa tumpuan tangan yang sedari tadi memegang tiang infus miliknya.


"Sayang, jangan nangis ya Sa. Mama sayang Asa, cup ... cup ... cup anak cantik," bisik Jazira kepada sang putri yang membuat sang suami menundukkan kepalanya menatap kedua wanita yang sangat berarti dalam hidup nya itu dari belakang tubuh mungil milik Jazira.


Wanita yang masih mengenakan pakaian terusan dari rumah sakit itu mulai mendekap erat bayi mungil nya yang belum bisa berhenti dari tangis nya. Raut wajah khawatir dari Jazira tak dapat membohongi betapa takutnya Jazira akan keadaan sang putri sekarang.


"Kenapa Asa nggak keburu diem ya? Ini pasti dia haus, tapi kan ...," ucapan Jazira menggantung si akhir kalimatnya. Wanita itu kembali menundukkan kepalanya sembari menatap tubuh mungil sang putri yang bergetar hebat.


"Semua sudah ada jalannya, Ra. Kita beri Ara susu formula yang suster tadi berikan ya? Semoga setelah metode besok, asi kamu udah keluar," ujar Albirru memberi saran kepada sang istri yang membuat Jazira mendongakkan kepalanya menatap kosong kepada sang suami.

__ADS_1


Albirru pun mengulurkan tangan kekar nya ke sebuah box tempat penyimpanan susu formula khusu untuk sang putri yang tadi disiapkan oleh sang suster semenjak sang istri dan putri kecilnya tiba di rumah sakit kota.


Setelah membuka box bersih hangat itu, tangan Albirru tertuju pada sang putri yang ada di dekapan sang istri. Jazira masih mengamati apa yang dilakukan oleh sang suami yang tengah berusaha membuat sang putri terdiam dari tangisnya.


*****


Sementara di lain tempat, seorang wanita dengan pakaian mewahnya tengah menghubungi seseorang dengan ponselnya yang harganya sangat mahal itu. Ada perasaan kesal karena sedari tadi panggilannya tak kunjung dijawab.


"Kenapa kau sangat lama, hah?! Apakah kau tak tahu bahwa aku sedang mencemaskan putri-putri ku?! Cepat prosesnya! Aku tak ingin putri-putri ku menderita lebih lama lagi!" bentak wanita tersebut setelah panggilannya terjawab oleh orang di seberang sana.


Siapa nih? Ada yang bisa nebak wanita itu siapa? Tulis di kolom komentar yuk, sampai jumpa di hari seninšŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2