ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 88


__ADS_3

Jazira menatap wallpaper kunci layar milik sang suami yang berwarna hitam polos. Jazira pun mengusap layarnya ke atas dan terkejut karena ternyata ponsel suaminya diberi pin khusus dan segera menolehkan kepalanya kepada seorang laki-laki yang tengah menghadap ke jendela besar dengan sang putri yang berada gendongannya.


"Pin nya?" seru Jazira yang tak membuat laki-laki bertubuh atletis itu menolehkan kepalanya.


"Tanggal pernikahan kita," jawab Albirru datar tanpa mengalihkan pandangannya dari sang putri. Jazira sedikit kaget mendengar jawaban dari sang suami. Ada rasa bahagia yang sedikit tersirat dalan diri Jazira kala itu, tetapi ingatannya tentang sang suami yang pernah mengkhianatinya membuat wanita itu segera menghempas jauh perasaannya.


Jazira pun mulai memasukkan tanggal pernikahan dari mereka berdua Hingga tak lama setelah itu layar ponsel milik Albirru pun terbuka dan menampakan sebuah foto sepasang pengantin yang tersenyum kaku di hadapan kamera. Jazira merasa tubuhnya mematung melihat wallpaper yang ada di ponsel milik suami nya.


Jazira menatap wajah cantiknya yang bersanding dengan wajah tampan milik sang suami yang terlihat dengan sempurna. Kali ini Jazira menyunggingkan sedikit senyumnya sembari menatap wajah keduanya.

__ADS_1


Tak melupakan kewajibannya, Jazira segera membuka aplikasi berwarna merah yang akan memberikannya berbagai macam video yang nantinya akan dia butuhkan. Jazira pun menyimak apa yang wanita di video tersebut jelaskan mengenai pijat laktasi.


Meskipun Albirru tidak mengintip apa yang sang istri lakukan, tetapi dapat Albirru dengarkan sang istri yang beberapa kali meniru ucapan dari pembuat video tentang bagaimana gerakannya. Albirru merasa hidupnya telah berubah kali ini setelah mempunyai dua tanggung jawab.


Tak hanya sang istri, tetapi kini dirinya juga telah memiliki putri yang harus ia tanggung kehidupannya hingga akhir nafasnya nanti. Albirru benar-benar menjaga kepercayaan sang istri kali ini.


Albirru sama sekali tak ada niatan untuk mengintip bagaimana proses Jazira yang melakukan pijat laktasi mandiri. Gadis 20 tahun itu berusaha keras mengikuti bagaimana alur pemijatan tersebut dengan telaten.


Namun setelah Jazira coba berulang kali, tetap saja tak ada tanda-tanda akan keluarnya Asi. Jazira yang mulai kebingungan pun mulai membenarkan bajunya dan memanggil sang suami.

__ADS_1


"Kenapa nggak keluar ya? Kasian Asa," ujar Jazira sembari mematikan ponsel sang suami yang membuat Albirru membalikkan tubuhnya. Laki-laki tersebut berjalan menuju Jazira dan memastikan keadaan Jazira.


"Masih belum keluar juga? Udah kamu coba lain video? Siapa tahu pakai cara yang lain bisa," jawab Albirru mencoba menenangkan sang istri yang terlihat gelisah.


"Udah dicoba yang lain juga, tapi masih belum keluar. Kasian sama Asa," ucap Jazira dengan nada khawatirnya yang membuat Albirru mencoba memikirkan cara yang lain. Albirru pun meletakkan sang putri di dada milik Jazira yang membuat Jazira menatap lelaki yang masih berstatus menjadi suaminya tersebut.


"Aku panggil susternya dulu ya? Tadi dia bilang ada metode lain kan? Call down ya, Ra. Pasti ada caranya," ujar Albirru sembari berjalan meninggalkan sang istri dan segera keluar dari ruang rawat milik Jazira tersebut.


Lama Jazira menunggu, tibalah beberapa perawat yang datang mendekati ranjangnya dan berkata padanya untuk membawa Jazira menurut ruang khusus untuk metode yang lain.

__ADS_1


"Kita coba pompa asi pakai alat ya, Bu. Semoga bisa keluar," ujar salah seorang perawat sambil mendorong brankar milik Jazira setelah mengembalikan Arasa ke Albirru.


Ada yang ingin Kayenna triple up sekaligus nggak nih? Coba tak target seperti author2 yang lain ah. Bisa nggak nih setiap bab diatas tembus 100 like dan 20 komen? Kalo bisa langsung cuss ngetik nih😁


__ADS_2