
WAJIB LIKE DAN KOMEN DI KETIGA BAB NYA! Kalau nggak ada yang like dan komen, berarti Kayenna juga boleh jarang up lagi ya?
Albirru berdiri tepat di depan ruang dimana sang istri tengah melakukan proses pompa untuk mengeluarkan ASI nya. Laki-laki itu menatap punggung sang istri yang tengah melakukan pompa asi kepada ibu yang baru saja melahirkan putri cantik itu.
"Puas lo?! Lo nggak buta kan? Lo lihat perjuangan istri lo buat berjuang supaya darah daging lo bisa minum ASI! Dan masih bisa-bisa nya lo khianatin Kak Zizi? Lo nggak pantas buat wanita sebaik dan se sempurna Kak Zizi!" ujar Jingga tiba-tiba.
Albirru menolehkan kepalanya kepada sang adik yang tiba-tiba muncul di sebelahnya bersama dengan Marcel. Albirru menatap sejenak kepada mantan sahabatnya tersebut dan mengalihkan pandangannya ke sang adik yang tengah duduk di kursi roda.
__ADS_1
"Mungkin aja kalau Arasa nggak lahir secara dadakan dan Kak Zizi yang nggak ngalamin musibah se wow itu, mungkin lo masih main sama perempuan di luaran sana! Lo nggak beda sama penjahat kelamin tau nggak?!" imbuh Jingga dengan emosinya sembari menatap tajam netra sang kakak yang tengah menatap dirinya dengan tatapan memohonnya.
"Nggak gitu, Ngga. Kak Albi bener-bener nyesel karena gegabah saat mengambil langkah waktu itu. Percaya sama Kak Albi, Ngga. Kak Albi nggak mau kehilangan kakak ipar mu dan keponakan mu," ujar Albirru sembari menekuk kedua lututnya di hadapan sang adik dan menghadap langsung kepada Jingga.
"Apa? Maksud lo gue bakal biarin kakak gue dan keponakan gue hidup sama laki-laki baj*ngan kek lo gini?! Sorry, keputusan gue udah bulat buat dukung perceraian lo dan Kak Zizi. Paham?!" jawab Jingga dengan nada tak sukanya disertai senyum miringnya.
"Jangan, Ngga! Jangan cuci otak kakak ipar mu itu, jangan jauhin kita bertiga, Ngga. Arasa butuh papa nya, kamu nggak mau kan kalau keponakan kamu kekurangan kasih sayang dari orang tuanya?" tolak Albirru sembari memohon kepada sang adik.
__ADS_1
"Lo bilang gue cuci otak kakak gue? Lo pikir gue yang minta buat dia gugat cerai lo gitu? Bahkan dalam hati kecil gue, gue nggak mau kalian berpisah. Terlebih lagi kalian anak yang sama sekali nggak bersalah dalam semua ini, tapi dia yang jadi korbannya. Asal lo tau, Kak Zizi udah ada niatan buat gugat cerai lo waktu kita ada di London beberapa bulan yang lalu! Andai dia telat beberapa menit sebelum dia muntah-muntah, mungkin kalian udah resmi bercerai sekarang!" bentak Jingga sembari menunjuk wajah sang kakak.
"Dan apa lo bilang?! Arasa bakal kekurangan kasih sayang? Sorry bro, dia punya aunty, uncle, plus Kak Veno yang siap buat jadi papa sambungnya dia nanti ketika kalian fiks cerai!" imbuh Jingga dengan senyumannya yang membuat Albirru menggelengkan kepalanya.
"Kakak mohon sama kamu, Ngga. Jangan pisahin kita semua. Kak Albi cinta sama kakak kamu, Kak Albi juga sayang sama Ara. Kakak minta tolong sama kamu, Ngga." Albirru masih memohon kepada sang adik yang sama sekali tak di gubris oleh Jingga.
"Lo nggak bisa paksain keputusan lo ke Zizi, Al. Mungkin dengan kalian bercerai, itu bisa buat Zizi lebih bahagia dan Arasa yang tak mengetahui tabiat buruk lo lebih banyak lagi. Apa pun keputusan Zizi, kita berdua bakal dukung hal itu. Sekali pun dia minta buat gugat cerai lo, atau mungkin masih bertahan sama lo," ujar Marcel yang membuat Albirru mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
"Kak Zizi juga udah bilang sama aku buat ngajuin berkas ke pengadilan agama. Mungkin setelah kita balik ke Jakarta,"
MINTA KERJA SAMA NYA YA MAM SEMUA🤗. Kayenna masih up disela kesibukan karena masih ada yang tanya kapan up. Terimakasih yang sudah memberi like, komen, dan vote atau poin. Lancar selalu rezekinya, Aamiin.