
Jangan lupa like nya🙏
Jingga yang mengetahui bahwa Marcel lah yang telah menyelamatkannya pun segera berjalan keluar dari apartemen miliknya dan Jazira. Gadis itu berjalan dengan tubuh yang bergetar untuk menghampiri lelaki yang ternyata telah menyelamatkan hidupnya itu.
Tujuannya kali ini hanyalah laki-laki yang sangat ia cintai dan ternyata dia juga lah yang telah menyelamatkannya. Jingga yang sudah tahu password pintu apartemen milik Marcel pun segera membukanya dan segera berjalan masuk ke dalam.
Setelah menutup pintunya kembali, Jingga pun segera berjalan menuju kamar yang dia yakini itu adalah kamar milik Marcel. Dan ternyata benar, dia dapat melihat sosok laki-laki yang sangat dia cintai tengah tertidur dengan lelap.
Perlahan namun pasti, kaki mungil tersebut berjalan mendekati Marcel yang masih terlelap. Air mata yang sedari tadi dia tahan pun luruh sudah. Perlahan namun pasti, Jingga pun mulai naik ke atas ranjang milik Marcel dan merebahkan dirinya di hadapan laki-laki tersebut.
Tangan mungilnya terangkat untuk menyentuh wajah tampan milik Marcel yang masih tertidur, sama sekali tak terusik dengan kehadirannya. Namun isakannya kembali terdengar ketika netranya tak sengaja menatap bekas luka yang ada di bahu milik Marcel.
Entah dorongan dari mana, Jingga pun segera memeluk erat laki-laki yang tubuh bagian atasnya itu tak tertutup oleh sehelai benang pun. Dirinya menangis di pelukan Marcel yang tak kunjung membuka matanya.
"Ma ... maafin Jingga, Jingga minta maaf karena Jingga lah yang membuat Kak Marcel terluka," ucap Jingga tergagap sembari memeluk erat laki-laki tersebut.
Marcel yang tengah tertidur pun sempat terusik karena tubuhnya sedikit merasa tekanan. Perlahan namun pasti, laki-laki tersebut pun membuka matanya perlahan dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
Marcel sempat terkejut karena melihat seorang wanita yang tengah memeluknya erat dengan tangisannya. Marcel tahu wanita tersebut menangis karena dadanya sedikit basah.
Marcel pun mencoba menyentuh punggung kecil milik gadis tersebut yang membuat Jingga mendongakkan kepalanya. Marcel pun mengerutkan dahinya bingung lantaran melihat Jingga yang tengah menangis sambil memeluk dirinya.
__ADS_1
"Kamu kenapa nangis, Ngga? Ada masalah?" tanya Marcel khawatir sembari menarik tubuh Jiingga agar sejajar dengan dirinya, dengan menarik tubuh ramping Jingga ke atas hingga berbantal lengannya. Jingga pun semakin menangis saat wajahnya berada tepat dihadapan milik lelaki tersebut.
"Terima kasih." Satu kata yang terlontar dari bibir mungil milik gadis tersebut yang lagi-lagi membuat Marcel bingung. Marcel yang gemas karena Jingga tak kunjung menjawabnya pun segera menarik tubuh Jingga agar lebih rapat kepadanya dan menyangga kepalanya dengan sebelah tangan.
"Kamu bisa ngomong yang jelas?!" tanya Marcel dengan tegas yang membuat Jingga berhenti menangis. Jingga menundukkan kepalanya, tak ingin menatap netra tajam milik laki-laki yang terbangun dari tidur lelap nya karena ulah dirinya.
Marcel pun menghembuskan nafasnya ketika melihat Jingga yang menundukkan kepalanya. Setelah meredakan emosinya, Marcel pun menaikkan dagu milik Jingga sehingga kembali menatap dirinya. Perlahan, Marcel memajukan kepalanya dan mencium perlahan kening memiliki wanita yang sangat dia sayangi tersebut.
"Kamu kenapa, hmm?" tanya Marcel lembut yang membuat Jingga berhenti dari menangisnya. Gadis tersebut menetap dalam netral milik Marcel yang menjadi candu bagi dirinya.
"Terima kasih karena Kak Marcel pernah nyelamatin Jingga dari kejadian itu. Kak Marcel rela bahunnya tertembak dengan peluru demi menyelamatkan gadis yang tak dikenal," ujar Jingga yang membuat Marcel baru menyadari bahwa ternyata gadis yang dia selamatkan waktu itu adalah Jingga.
"Tapi kenapa di antara kita nggak ada yang ingat satu sama lain ya Kak?" tanya Jingga sembari mendongakan kepalanya yang langsung menatap dagu terbelah milik Marcel. Marcel pun ikut menundukkan kepalanya sehingga tatapan keduanya bertemu satu sama lain.
"Namanya juga lagi panik, Ngga. Emang bisa ketika lagi ada baku tembak gitu, kita berdua malah saling tatap-tatapan terus pegang pipi apalagi drama-drama an, kan nggak mungkin juga," ucap Marcel yang langsung disambut oleh anggukan dari Jingga. Gadis itu paham Mengapa mereka berdua sama sekali tak mengingat wajah satu sama lain.
"Makasih banyak, Kak." Jingga tersenyum Manis kalau mulai memajukan wajahnya dan mencium singkat bibir Marcel yang membuat laki-laki tersebut terkejut dengan perlakuan Jingga pada dirinya.
Tak membuang banyak waktu Marcel pun menarik tengkuk milik Jingga dan sikap dan langsung menempelkan bibirya kepada Jingga. Perlahan namun pasti ciuman singkat itu terlihat sedikit menuntut dari pihak Marcel.
*****
__ADS_1
Pukul 12.00 waktu Indonesia,
Albirru berjalan masuk ke rumahnya karena dirinya memutuskan untuk kembali pulang ke rumah sebelum waktunya. Entahlah, dirinya sama sekali tak memiliki mood untuk meneruskan pekerjaannya di kantor.
Ketika Albirru menginjakkan kakinya ke ruang tamu, dia disuguhkan dengan sebuah drama menjijikkan yang dilakukan oleh Larina. Bagaimana tidak, Larina tiba-tiba seolah terjatuh, setelah tak sengaja dirinya menatap Larina yang terlihat seperti memaksa Mbok Sum untuk menggerakkan tubuhnya.
Hingga tiba-tiba saja wanita yang tengah mengaku sedang mengandung anaknya tersebut jatuh ke lantai dan langsung banyak darah yang keluar dari bagian bawah tubuhnya. Terihat Mbok Sum yang sedikit panik ketika melihat Albirru yang tengah menatap keduanya dengan tatapan yang tak dapat diartikan oleh Mbok Sum. Larina yang mengetahui bahwa apa yang dia lakukan tepat pada sasaran pun, langsung seolah-olah berteriak.
"Mas Birru, tolong aku! Mbok Sum mendorongku hingga aku terjatuh!" teriak Larina mencoba mendramatisir keadaan yang sama sekali tidak berpengaruh pada Albirru.
Dengan santainya, Albirru pun berjalan mendekati keduanya dengan sebelah tangan yang sudah berada di sakunya. Larina yang melihat hal tersebut pun langsung berusaha mengeluarkan air mata buaya nya untuk mengadali Albirru. Namun hal tersebut sama sekali tidak berhasil.
"Apa yang kau lakukan di bawah sana? Cepatlah bangun! Aku sama sekali tak termakan oleh dramamu itu!" ucap Albirru dengan dinginnya yang membuat Larina terkejut. Begitu pula dengan Mbok Sum yang tengah menetap laki-laki yang telah dia besarkan dengan usahanya tersebut.
"Mbok Sum lanjutkan saja pekerjaan Simbok. Jangan ladeni wanita gila ini," ujar Albirru kepada Mbok sum disertai senyumannya yang membuat Larina terkejut.
"Apa yang kau lakukan, Mas?! Ini anak kita! Bagaimana jika dia kenapa-napa!" sentak Larina yang membuat Albirru menundukkan kepalanya dan menatap wanita tersebut dengan tatapan tajam.
"Jika terjadi apa-apa pada calon bayi itu, aku sama sekali tak perduli! Aku tak yakin seratus persen bahwa itu anakku, kau paham?! Karena aku tahu bagaimana jenis wanita sepertimu itu yang ku pungut dari sebuah klub malam, tempat biasanya kau menjajakan dirimu. Benar bukan?!" cecar Albirru yang benar-benar membuat Larina terkaget.
Udah bosan beneran ya Mam😔 Kayenna minta maaf untuk cerita jelek ini ya🙏 Kayenna ucapkan banyak terimakasih untuk yang masih baca.
__ADS_1