
Hai mam, Kayenna kembali dengan lanjutan season 2 yang pastinya ga akan kalah seru dengan season pertamanya. Kayenna ucapkan banyak terimakasih, untuk mama-mama yang masih baca cerita ini. Salam hangat dari Kayenna.
****
Albirru meletakkan dua kotak makanan yang baru saja dia beli, tepat di sebelah tempat duduk Jazira. Laki-laki itu mengelus surai lembut milik Jazira sembari mengecup singkat puncak kepala milik istrinya.
"Kenapa kau tak mengatakan apapun jika ingin keluar, hm? Sejak kapan kau ada di sini, Ra?" tanya Albirru sembari berjongkok di hadapan sang istri. Jazira mengalihkan tatapannya agar tak bertemu dengan tatapan lembut milik suaminya.
"Menyingkirlah, kenapa kau menggangguku?!" usir Jazira sembari menyingkirkan tangan kekar milik suaminya yang berada di puncak kepalanya. Albirru segera menarik tangannya dari puncak kepala milik Jazira lalu membawa kedua tangan besarnya untuk menggenggam tangan mungil milik sang istri.
__ADS_1
"Kau masih belum bisa memaafkan aku, Sayang? Harus dengan cara seperti apa supaya kau memaafkan aku, Ra?" tanya Albirru lagi sembari mendongakkan kepalanya untuk menatap Jazira, yang terlihat tidak tertarik dengan bahasan Albirru.
"Sayang, aku mohon. Arasa pergi karena memang itulah yang terbaik untuk dia. Kita berdua tidak bisa campur tangan terhadap takdir yang Tuhan berikan kepada kehidupan kita. Aku mohon maafkan aku, Ra. Aku akan melakukan apapun itu supaya kau memaafkanku," ujar Albirru mencoba membujuk sang istri agar tak lagi marah pada dirinya.
"Ceraikan saja aku. Mudah bukan?" ujar Jazira tiba-tiba sembari menatap tajam sang suami, yang membuat Albirru terkejut. Dengan kerutan di keningnya, Albirru menggelengkan kepalanya sembari bangkit dari posisinya.
"Kau lupa? Kita hanya menikah kontrak, kontrak pernikahan kita berakhir setelah sepuluh bulan. Dan bulan ini, tepat bulan kesepuluh setelah kau memutuskan untuk menikahiku. Kau lupa?" Jazira mengusap air matanya dengan kasar sembari menjauhkan jangkauan sang suami dari dirinya.
Albirru terdiam saat mendengar penuturan sang istri. Benar, dirinya hanya menikah kontrak dengan wanita yang ada di hadapannya itu. Semua harusnya berakhir di bulan ini. Tapi, entahlah kenapa Albirru rasanya tidak ingin mengakhiri pernikahannya dengan sang istri.
__ADS_1
"Aku tahu kita hanya menikah kontrak, Ra. Tapi itu dulu, sepuluh bulan yang lalu! Aku mau kita mulai semuanya dari awal lagi. Aku mohon, Ra." Albirru kembali menggenggam kedua tangan milik sang istri dengan hangat.
Jazira mencoba melepaskan genggaman tangan sang suami dari dirinya, tetapi tenaganya sama sekali tak sebanding. Jazira pun menghela napasnya dengan kasar sembari membiarkan tangannya di genggam dengan hangat oleh laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
Albirru yang mendapati sang istri mulai menerima kehadirannya pun duduk di sebelah Jazira. Albirru memajukan tiang infus milik sang istri, dan mengelus punggung kecil milik sang istri.
"Tidak ada salahnya untuk kita berdua mencoba memulai semuanya dari awal, Ra. Seharusnya dengan adanya Arasa, kita berdua bisa bersama. Tapi, kenapa dengan adanya Arasa kamu jadi berubah, Sayang? Semua yang terjadi dahulu benar-benar murni salah paham. Kau mau mulai semuanya dari awal kan, Ra?" Albirru menatap wajah cantik milik sang istri dari samping, sembari berharap agar Jazira tetap bertahan dengannya.
"Kau tahu? Sejak kau membiarkan aku pergi dari rumah, beberapa bulan yang lalu, mulai saat itu aku telah berjanji untuk meninggalkanmu juga. Andai dulu kau bisa memilih mana yang tepat dengan waktu yang singkat, mungkin hidupmu tidak akan serumit ini."
__ADS_1