
Tadaa, spesial malam minggu Kayenna double up nihh. Jangan lupa like dan komen yaa, biar Kayenna seneng❤.
Bagaimana Albirru dan Zizi tak terkejut jika Jingga memanggil Larina dengan sebutan 'kuntilanak'? Sontak Larina yang disebut dengan kuntilanak pun menyebikkan mukanya sok imut.
"Adik ipar, kenapa kau seperti ini? Apakah kau tak merindukan calon kakak iparmu ini?" tanya Larina yang membuat Jingga bertingkah seolah-olah dia ingin muntah.
Tatapan Larina berpindah kepada gadis yang duduk diantara kekasihnya serta Jingga. Sedangkan Zizi yang ditatap pun hanya menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan tajam.
"Ngapain Lo liat-liat kakak ipar gue?! Syirik aja!" ujar Jingga tak suka sambil bangun dari posisi tidurannya. Dia masih memincingkan matanya sambil menatap kedatangan Larina yang tiba-tiba.
"Sayang, kenapa kamu nggak kasih kabar ke aku kalau Jingga pulang sih?! Kan kalau gini kesannya aku nggak wellcome ke calon adik iparku." rengek Larina manja sambil duduk diantara Albirru dan Zizi dengan tak tahu dirinya.
"Orang Jingga bilang ke aku kalau mau pulang juga dadakan. H-1 lah." Jawab Albirru sambil mengelus surai Larina. Zizi masih tak menatap Larina yang sedang bermanja-manja kepada suaminya.
"Okey aku percaya sama kamu. Sekarang aku mau me time aja sama calon ad-" ucapan Larina terpotong oleh Zizi yang sudah berdiri dari duduknya.
"Adik ipar, adik ipar! Makan noh, adik ipar! Tuh, Ngga sama calon kakak ipar. Kak Zizi mau pergi, bosen liat muka si lintah darah. Bye!" Bentak Zizi lalu berjalan meninggalkan mereka semua setelah menatap tajam Albirru.
Albirru tak bodoh, dia tahu sang istri sedang tak baik-baik saja. Albirru mengira jika sang istri sedang marah atau mungkin cemburu. Namun dia salah, Zizi sama srkali tak merasa cemburu atas perlakuan Larina dan suaminya.
Zizi hanya jengah dengan ketidak tegasan Albirru terhadap Larina. Jingga yang melihat sang kakak ipar mulai beranjak dari duduknya pun ikut berdiri.
"Kak Zizi, Jingga mau ikut Kak Zizi aja. Zizi nggak mau deket-deket sama lintah darah semok ini!" Teriak Jingga sambil berlari menyusul sang kakak ipar. Sedangkan Zizi sudah menahan tawanya karena mendengar jawaban sang adik ipar.
__ADS_1
Dapat Zizi pastikan bagaimana wajah masam dari Larina.
"Sayang, kenapa adikmu malah pergi bersama wanita kurang aja itu? Aku ingin mendekatkan diri padanya." Ucap Larina dengan nada yang dibuat sedikit sedih. Albirru hanya memeluk sang kekasih serta mengelus rambut kekasihnya dengan lembut.
"Biarlah mereka hanya cemburu dengan kedekatan kita berdua. Lebih baik kita menonton film saja." alibi Albirru agar Larina tak sedih. Namun bukannya senang, Larina kembali memukul dada kekasihnya.
"Yang benar saja! Kau kira aku kuntilanak? Kenapa kau masih meneruskan untuk menonton film konyol seperti ini?" ujar Larina tak suka sambil mengeluarkan kaset horor milik Jingga dan diganti oleh kaset romance yang beberapa saat lalu dia beli dan sengaja meninggalkannya dirumah Albirru.
Akhirnya mereka berdua menonton film barat yang pastinya akan banyak sekali adegan kissing nya. Ya, Larina suka itu.
Sementara Jingga yang berada dikamar Zizi pun mengernyit bingung. Dia bingung karena Zizi sedang masuk kembali ke walk in closet untuk berganti pakaian. Selesai Zizi berganti pakaian, Jingga pun segera bertanya.
"Kak Zizi mau kemana? Kok udah ganti baju?" tanya Jingga terlewat kepo akan kegiatan orang baru dalam hidupnya itu. Zizi pun tak merasa terganggu dengan sifat Jingga yang bagi Mbok Sum serta Albirru sudah sangat bar-bar itu.
"Kak Zizi mau nengok seseorang. Barusan temennya Kak Zizi kasih kabar, kalau temen Kak Zizi masuk rumah sakit. Nih, Kak Zizi mau ke rumah sakit. Jingga mau ikut?" jawab Zizi sambil mengajak adiknya itu. Entahlah, meskipun pertemuan pertama mereka diwarnai dengan salah paham tapi Zizi menganggap Jingga sebagai adiknya.
"Kamu ganti baju dulu. Nanti Kak Zizi ke kamar Jingga. Oke?" ujar Zizi yang langsung disambut oleh anggukan patuh dari Jingga. Setelah kepergian gadis cantik dengan pipi gembul dari kamarnya, Zizi pun segera mangambil ponselnya.
"Paman, bisa antarkan Zizi ke rumah sakit kota? Zizi ada perlu sebentar." ucap Zizi yang ternyata sedang menelepon paman Johan.
Setelah mendapat jawaban dari Paman Johan, Zizi pun segera berjalan meninggalkan kamarnya dan bergegas menuju kamar Jingga. Sesampainya didepan kamar Jingga, dia menekan gagang pintu kamar adiknya dan terkejut melihat Jingga.
"Astaga, Ingga cantik sekali." ucap Zizi jujur ketika melihat penampilan Jingga yang sedikit dewasa kali ini. Walaupun hanya mengenakkan dress menutupi lutut, namun itu terlihat sangat manis dibadan Jingga.
__ADS_1
"Benarkah kak? Ini baju yang Jingga beli sebelum kembali kesini. Zizi masih ada satu lagi, warnanya pun sama. Kak Zizi mau?" ucap Jingga menawarkan satu lagi dressnya kepada Zizi. Dengan senang hati Zizi pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Nanti diambil setelah pulang dari rumah sakit ya, Kak? Yuk sekarang kita pergi dulu." ajak Jingga sambil menarik tangan Jazira agar keluar dari kamarnya. Mereka berdua berjalan menuruni tangga dengan Jingga yang menggandeng tangan mungil milik Jazira.
Benar saja, sesuai tebakan. Ketika Jingga dan Jazira menginjakkan kaki dilantai dasar, disitulah adegan kissing sedang muncul. Tanpa aba-aba Larina mencium bibir Albirru dengan rakus, dia tak sadar jika Jingga dan Jazira tengah melotot.
Dengan cepat, Jingga pun menutup kedua mata Jazira dengan kedua tangannya.
"Astaga! Anak kecil tidak boleh melihat adegan seperti ini!" Teriaknya sambil berusaha menutupi pengelihatan Jazira. Seolah-olah Jazira lah yang lebih kecil daripada dirinya. Zizi hanya terkekeh geli atas kepolosan adiknya itu.
Larina yang mendengar teriakan dari Jingga pun segera melepas ciumannya. Dia segera memperbaiki keadaannya lalu menatap Jingga.
Baru saja Larina hendak berbicara, namun tangan Jingga yang terangkat membuatnya enggan berbicara.
"Stop! Jangan jelasin apa-apa lagi, lintah darat! Dimataku kau itu hanya tai ayam! Kau tahu tai ayam bukan?! Perempuan menjijikan!" ucap Jingga mendramatisir. Dia berjalan cepat menjauhi Larina sambil menarik tangan Zizi, seolah-olah Larina adalah sebuah virus.
"Ya Allah, bukalah jedela mata Kak Albi. Wanita yang sedari tadi menciumnya adalah kuntilanak lintah darat. Sadarkanlah Kak Albi, tunjukkanlah wajah dan sifat asli kuntilanak itu Ya Allah. Jingga takut lihat mukanya." ucap Jingga sambil mengangkat kedua tangannya seakan dia sedang berdoa.
Larina terlihat sedikit geram dengan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Jingga.
"Kau lihat saja! Jika kau mencium bibir Kak Albiku lagi, kupastikan bibirmu akan bengkak digigit oleh semut merah yang sangat besar! Kau pegang saja ucapanku!" ucapan Jingga barusan seakan-akan ucapan emak malin kundang. Bagaimana tidak? Petir yang ada di film tersebut menambah drama milik Jingga.
"Ayo adik kecil, kita pergi dari sini. Dasar kuntilanak tak tahu diri!" makinya lagi sebelum membawa Jazira layaknya anak kecil.
__ADS_1
Iyi Gecerler! All❤
Maafkan jika banyak typo bertebaran, InsyaAllah besok di revisi.