ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 13


__ADS_3

Sedangkan Jazira? Dia hanya menatap tanpa ekspresi kepada Albirru dan kekasihnya, Larina.


"Oh aku ganggu? Oke, aku pergi dulu." Ucap Jazira dengan suara datarnya lalu berbalik arah untuk keluar dari ruangan Albirru. Albirru hanya menatap kepergian Jazira dengan perasaan yang dia sendiri tak tahu.


Sedangkan Jazira, sebenarnya dia tak ingin pergi dari Albirru. Tapi keadaan dan masalah harga dirinyalah yang membuatnya mau tak mau pergi keluar dari ruangan Albirru.


Dan benar saja, dada nya terasa begitu sesak setelah menutup pintu ruang kerja milik Albirru.


"Ngapain nangis, Zi? Inget Zi, kamu hanya calon istri bayarannya bukan siapa-siapanya. Nggak lebih dari istri bayaran!" Ucap Jazira meyakinkan dirinya sendiri lalu menghapus air matanya. Dengan perlahan, dia berjalan menyusuri lorong yang sedikit gelap karena sinar mentari perlahan meninggalkan bumi.


Dia menekan tombol buka di lift lalu memasukinya. Di dalam lift pun Jazira hanya diam mematung, dia tak menggucapkan sepatah kata apapun dan hanya menatap lurus kedepan.


Entahlah dirinya sendiri pun tak tahu kemana lift ini akan membawanya pergi. Dia hanya menjumpai satu lift tersebut, lalu mengapa dia tak menggunakannya?


Sesampainya di lantai dasar, pintu lift otomatis terbuka. Dia melangkahkan kakinya dan dia sedikit tenang ketika tahu bahwa dia berada di basement kantor Albirru. Dia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari siapa yang dapat ia minta pertolongan.


Matanya berbinar ketika melihat seorang gadis berkacamata yang sedang menaiki motornya menuju kearahnya. Dan segera tangan Jazira pun terulur, mencoba memberi isyarat kepada gadis tersebut agar berhenti.


Gadis tersebut yang mengetahui isyarat dari Jazira pun menghentikan motornya di depan gadis yang hanya menggunakan kemeja kebesaran tanpa sebuah alas kaki dan rambut yang berantakan.


"Maaf Kak, bisa Jazira minta tolong?" Ucap Jazira dengan nada yang memelas sambil tangannya terulur menyentuh tangan kiri milik gadis tersebut. Gadis berkacamata tersebut pun menganggukkan kepalanya dengan antusias dan bertanya kepada Jazira, apa yang dapat ia bantu untuk Jazira.


"Mbaknya butuh bantuan apa? Saya bisa membantu Mbak jika saya mampu." Ucap gadis berkacamata tersebut yang membuat Jazira menghembuskan nafasnya lega.

__ADS_1


"Bisa saya naik sepeda motor Kakak dulu? Saya bisa menjelaskannya sambil berjalan. Tapi jika kakaknya memberikan izin kepada Jazira, jika tidak Jazira cukup minta tolong saja." Ucap Jazira yang membuat gadis tersebut mengangkat kedua alisnya dan segera menepuk jok belakang motor nya.


"Owalah naik aja Mbak. Nggak papa, kita pulang ke rumahku dulu ya?" Ucap gadis berkacamata tersebut yang membuat Jazira menganggukan kepalanya antusias. Namun sebelumnya gadis berkacamata itu mengeluarkan jaket yang berada di atas bawaannya dan memberikannya kepada Jazira.


Dia mengatakan bahwa sebaiknya kemeja Jazira ditutup dengan jaket miliknya supaya tidak terlalu terbuka pahanya. Setelah semuanya siap, mereka berdua pun mulai pergi meninggalkan gedung tinggi tersebut.


Dalam perjalanan, tak henti-hentinya Jazira menceritakan semuanya tentang hidupnya. Mulai dari kejadian sang ayah yang menikah dengan istri dari ketua gangster terkenal di kotanya, keluarganya yang tewas terbunuh, hingga dirinya yang hendak dijadikan sebagai istri bayaran atau istri kontrak dari tuan Albirru Alexander.


Entah mengapa Jazira mempercayai gadis berkacamata tersebut sepenuhnya. meskipun dia belum mengenalnya, tapi Jazira yakin bahwa gadis tersebut adalah gadis yang baik. Dan ternyata benar, dia merupakan salah satu OB di perusahaan milik Albirru.


Saking asyiknya bercerita ngalor ngidul tentang kehidupan Jazira, hingga tak sadar bahwa mereka telah sampai di kos-kosan milik Tasya. Akhirnya mereka berdua pun masuk ke kos-kosan kecil milik Tasya dan beristirahat sebentar.


Setelah mengeringkan keringat yang melekat di badan mereka karena kepanasan dengan cuaca di luar, mereka pun bergantian untuk mandi. Yang pertama mandi adalah Tasya. Selama menunggu Tasya selesai mandi, Jazira pun hanya termenung.


"Jangan melamun, kalau ada masalah cerita aja sama aku. Sekarang kamu mandi dulu, aku udah siapin bajunya." Ucap Tasya lalu duduk di sebelah Jazira untuk mengeringkan rambutnya.


"Itu si Albirru nyariin kamu nggak ya, Ra? Kan lucu gitu kalo nyariin kamu tapi kamu nggak ada. Tapi yaudah lah biarin aja, orang dia juga udah punya pacar. Ngapain susah-susah bayarin orang lain. Iya nggak, Ra?" Tanya Tasya yang membuat Jazira urung untuk beranjak.


"Aneh juga tu orang. Tinggal dikawinin itu si Larina-larina siapa itu. Ngapin pake nyeret-nyeret aku, coba?" Jawab Jazira santai sambil menatap teman barunya itu.


Sementara Albirru yang masih diruangan bersama dengan Larina pun hanya duduk diam dengan Larina dipangkuannya.


"Berarti dia calon istri kamu? Kenapa kamu milih cewek polos seperti dia sih, muka polos nggak ada cantik-cantiknya gitu." Ucap Larina manja sambil memaikan jarinya di dada milik Albirru.

__ADS_1


"Ya, berarti aku bener dong. Coba aku cari wanita yang lebih berani seperti kamu. Bisa-bisa aku nggak jadi nikah kontrak, tapi nikah beneran. Emang kamu mau aku nikah sama wanita lain, hm?" Ucap Albirru sambil mencium bahu milik Larina yang sedikit terbuka.


"Ya enggak dong! Yaudah aku ikhlas ngerelain kamu sama gadis polos itu selama 10 bulan. Aku juga ada kerjaan di luar negeri selama 8 bulan. Mungkin 2 bulan sebelum kamu cerai sama dia, aku pulang." Ucap Larina sambil mengalungkan kedua lengannya di bahu milik Albirru.


Dengan perlahan, Larina pun mendekatkan bibir merahnya ke bibir Albirru. Dapat Albirru rasakan aroma mint keluar dari mulut Larina. Aroma kesukaannya ketika bersama sang kekasih. Namun tiba-tiba wajah polos Jazira melintas di benak Albirru. Sontak Albirru pun berdiri dari duduknya yang menyebabkan wanita berpakaian minim tersebut jatuh terjungkal ke lantai.


"Sayang! Kamu apa-apaan sih?! Kamu sengaja jatuhin aku gitu? Bilang aja kalau kamu mau aku pergi!" Ucap Larina marah sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Albirru. Dia berharap akan ada scene seperti di sinetron-sinetron, dimana sang lelaki akan mengejarnya lalu memeluknya dan meminta maaf.


Tapi apa? Albirru sama sekali tak menghiraukan kepergian dari kekasihnya itu. Dia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Johan. Setelah panggilan tersambung, dia menanyakan keberadaan dari Jazira dan memerintahkan agar Johan mencari Jazira.


Sedangkan Larina yang sudah berada di luar ruangan Albirru pun hanya menghentakkan kakinya kesal. Sebenarnya dia tak ingin pergi, tapi untuk kembali pun dia sudah tak memiliki muka. Dengan terpaksa dia pun berjalan menuju lift untuk pulang.


Setelah setengah jam berlalu...


Jazira dan Tasya yang sudah bersiap untuk tidur pun terkejut karena pintu kamar kos milik Tasya berbunyi. Ya, seseorang mengetuk pintu kos milik Tasya beberapa kali.


"Aku aja, Sya. Kasian kalo kamu yang bukain. Kamu pasti capek kerja kan? Aku bukain dulu ya?" Ucap Jazira sembari membuka selimutnya dan bangkit dari kasur lantai milik Tasya.


Tasya merasa sangat bersyukur karena bertemu dengan wanita sebaik Jazira.


Jazira menurunkan sedikit bawahan daster batik milik Tasya yang sangat pas dengan tubuh kecilnya. Sambil menutup mulutnya karena dia sedang menguap, Jazira pun membuka pintu kamar kos milik Tasya.


Saat pintu terbuka, betapa terkejutnya Jazira menatap seseorang yang mengetuk pintu kos milik Tasya.

__ADS_1


Iyi Gecerler! All❤. Maafkan Kayenna karena kemarin tidak up ya😁. Maafkan Kayenna juga kalau ada salah kata atau kalimat. Don't forget like and comment.


__ADS_2