
Seorang pria tampan dengan bulu mata yang indah mulai membuka matanya ketika dia merasakan sinar matahari mulai menerpa wajah tampannya. Dengan perlahan, lelaki tersebut pun membuka matanya dan mengerjapkan matanya beberapa kali hingga netranya menangkap dada mulus milik seorang wanita yang semalaman penuh dia peluk.
Albirru yang tahu bahwa itu Larina pun mencoba bangun dari tidurnya. Namun pelukan dari Larina membuat lelaki tersebut urung untuk melakukan hal tersebut.
"Kenapa buru-buru? Ini masih pagi, Sayang." Larina berbicara dengan nada manjanya yang membuat Albirru menetap wajah wanita yang telah menggantikan posisi Jazira itu.
"Kau bertanya kenapa aku bangun, sekarang? Sudah jelas aku akan pergi ke kantor. Hari ini aku ada meeting," ujar Albirru dengan tegasnya sembari mencoba untuk bangun dari tidurnya. Tetapi perlakuan dari wanita yang mengaku tengah mengandung anaknya itu membuat Albirru lagi-lagi harus kembali berbaring.
Bagaimana tidak, wanita tersebut tiba-tiba menindih tubuh Albirru dan tidur di atas tubuh Albirru tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Dengan tak tahu malunya, Larina pun menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Albirru lalu mengelus perlahan lengan Albirru yang dilengkapi dengan tato mewah itu.
"Apakah kau tega meninggalkanku dan anak kita di rumah sendiri? Aku ingin seharian ini bersamamu, detelah drama panjang yang kita lalui kemarin. Aku hanya ingin bersantai sejenak denganmu," pinta Larina yang membuat Albirru memutar bola matanya Jengah.
"Kenapa kau sangat manja? Apakah kau lupa bahwa ada Mbok Sum juga di rumah ini?" jawab Albirru dengan nada napasnya yang langsung disambut oleh gelengan kepala dari Larina.
"Aku tidak manja, aku hanya mengikuti keinginan anak kita ini. Dia hanya ingin bersama dengan Ayahnya. Apakah salah?" ucap Larina yang membuat Albirru mengernyitkan dahinya bingung.
"Jangan mengada-ada Larina, kau tak bisa membodohiku!" sentak Albirru yang membuat Larina terkejut. Albirru pun segera bangkit dari tidurnya dan duduk membelakangi Larina.
__ADS_1
"Jangan terlalu menyetir kehidupanku hanya karena kau mengaku tengah mengandung anakku! Kau jangan pernah melampaui sikapmu padaku melebihi Maira! Ingat siapa dirimu di rumah ini dan kau bukan siapa-siapa ku! Jangan pernah merasa menang dari Maira hanya karena kau tinggal di sini. Tunggu sampai beberapa bulan lagi hingga aku bisa melakukan tes DNA kepada anak yang kau kandung itu," ujar Albirru tegas lalu pergi meninggalkan Larina menuju mandi.
Sementara Larina yang mendengar ucapan Albirru pun terkejut bukan main. Apakah Albirru benar-benar akan melakukan tes DNA kepada anak yang dia kandung?
Larina yang bingung pun segera bangkit dari tidurnya lalu memakai pakaian yang kemarin dia gunakan. Setelah memakai pakaiannya dengan cepat, Larina pun segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas lalu segera keluar dari kamar Albirru.
Tujuannya sekarang adalah taman belakang rumah Albirru, agar dirinya bisa menghubungi seseorang yang bisa dia mintai pertolongan. Larina berjalan tergesa-gesa sembari menoleh ke belakang sesekali untuk melihat apakah Albirru melihatnya atau tidak.
Sementara Mbok Sum yang melihat Larina keluar dari kamar majikannya pun sedikit curiga karena melihat gelagat mencurigakan dari Larina. Mbok Sum pun meletakkan sapu yang sedari tadi dia bawa dan berjalan mengendap-endap mengikuti Larina yang sekarang telah berada di taman belakang.
Sebelum mendial nomor seseorang yang dia percayai, Larina pun menolehkan kepalanya ke belakang untuk mengamankan situasi. Dan beruntungnya Mbok Sum yang langsung tanggap segera bersembunyi di balik tembok sehingga Larina tak melihat adanya Mbok Sum.
"Aku ada tugas baru untukmu!" ucapan Larina langsung to the point setelah orang yang dia tuju mengangkat teleponnya. Larina memyapukan pandangan kepalanya ke samping dan mencoba mengawasi sekelilingnya.
"Tutup rapat-rapat semua rahasiaku, jangan sampai Albirru tahu bahwa ini bukan anaknya! Aku berjanji padamu jika sampai anakku lahir, dan Albirru tak mengetahui tentang ini semua maka aku akan membayar banyak padamu. Bahkan apapun yang kau minta, akan aku turuti. Kau paham?!" ujar Larina setengah berbisik yang membuat Mbok Sum membelalakan matanya.
Wanita tua tersebut awalnya sudah memiliki feeling bahwa itu bukanlah dari tuan mudanya. Tatapi karena latar belakang Albirru yang telah melakukan hal itu beberapa kali dengan Larina membuat Mbok Sum sedikit berfikir bahwa itu mungkin saja anak Albirru.
__ADS_1
Bukan satu kali atau dua kali Mbok Sum tahu bahwa Albirru telah melakukan hal itu beberapa kali dengan Larina. Pada suatu hari Larina dibawa pulang oleh Albirru ke rumah dengan keadaan mereka yang sama-sama mabuk dan berakhir dengan melakukan hal itu di ruang tamu.
Masih Mbok Sum ingat dengan jelas bagaimana bingungnya dirinya ketika mendengar suara des ahan milik Larina dan Albirru yang menggema di seluruh ruangan. Sampai-sampai Sum harus tidur di rumah belakang agar tak mendengar suara aktivitas panas mereka berdua.
"Intinya aku percayakan semuanya padamu. Dengarkan aku, Albirru telah mengancamku untuk melakukan tes DNA pada anak ini. Lakukanlah yang terbaik dan jika dia melakukan sesuatu diluar kendaliku, maka aku akan percayakan semuanya kepadamu. Oke? Aku matikan terlebih dahulu, aku takut ada yang dengar." ujar Larina ketakutan lala mematikan panggilannya.
Sedangkan Mbok Sum yang telah mendengar semuanya pun segera berbalik arah dan terkejut saat melihat Albirru telah berdiri di belakangnya dengan wajah yang lebih segar. Albirru pun mengernyitkan dahinya bingung karena melihat Mbok Sun yang tengah mengintip halaman taman belakang dengan takut-takut.
"Mbok Sum lihat siapa sih, Mbok?" ujar Albirru dengan nada tegasnya yang membuat Larina terkejut bukan main. Dia segera membalikkan badannya dan seketika matanya terbelalak ketika melihat Albirru yang tengah menatapnya bingung beserta Mbok Sum yang tengah menundukkan kepalanya dengan tatapan takutnya.
"E ... eh Sayang. Kau sudah selesai mandi? Kenapa kau kesini, hmm?" tanya Larina dengan nada manjanya sembari berjalan cepat mendekati Albirru dan bergelayut manja di lengan kokoh milik kekasihnya itu.
"Aku bingung karena melihat Mbok Sum ada di sini. Aku pun bergerak mendekati Mbok Sum, Dan aku malah mendengar perkataanmu pada seseorang yang mengatakan bahwa kau mempercayakan semuanya pada orang tersebut. Memang apa yang kau sembunyikan sampai kau sangat percaya pada orang itu, hmm?" tanya Albirru yang seketika membuat badan Larina berdiri mematung. Perempuan tersebut menatap tajam pada Mbok Sum yang masih menundukkan kepalanya dan tak berani menatap dirinya.
"Bu ... bukan apa-apa, Mas. Percayalah padaku!" jawab Larina panik yang membuat Albirru menarik sebelah bibirnya ke atas, membentuk senyum smirk yang membuat Larina semakin ketakutan.
"Kau tahu siapa aku? Aku tak sebodoh itu Larina!" ujar Albirru santai lalu berjalan pergi meninggalkan Larina dengan tangan kanannya yang telah berada di saku. Sementara itu, Larina masih menatap tajam perempuan yang ada di hadapannya dengan tangan yang terkepal erat.
__ADS_1
"Tunggu apa yang akan aku lakukan padamu! Takkan lama, kau akan pergi dari rumah ini!" ucap Larina dengan penekanan di setiap katanya sembari mencekal erat lengan milik Mbok Sum.
Kayenna up tiga kali sehari ya Mam. Insyaallah pagi, siang, dan setelah isya. Jadi jika ada notif dari Jazira langsung baca saja. Terimakasih untuk yang sudah membaca :-)