ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 91


__ADS_3

WAJIB LIKE DAN KOMEN DI KETIGA BAB NYA!


Albirru masih memukul Veno, bahkan tarikan tangan dari Marcel untuk memisahkan keduanya pun sama sekali tak di indahkan oleh Albirru yang tengah di selimuti oleh amarah.


"Apa yang Tuan-tuan lakukan di sini?! Ini tempat umum, dan di minta untuk tidak membuat kegaduhan di rumah sakit ini." Seorang suster terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Veno dan Albirru.


Albirru yang terciduk pun segera menghempaskan tubuh Veno dengan keras lalu segera berjalan menghampiri sang suster yang dia tahu akan memberikan kabar pada dirinya tentang sang istri yang masih ada di dalam sana.


"Apakah kau membawa kabar tentang istri ku? Apakah dia sudah berhasil mengeluarkan ASI, atau masih belum juga?" tanya Albirru santai tanpa menatap Veno yang meringis kesakitan karena pukulan dari papa tua yang mengaku masih muda tersebut.

__ADS_1


"Kami masih belum bisa membantu Nyonya Jazira untuk mengeluarkan ASI pertamanya. Dokter bilang, lebih baik Nyonya Jazira di bawa kembali ke kota saja beserta Nona Arasa. Kami rasa mereka berdua akan menerima penanganan yang maksimal jika ada di sana," ujar sang suster yang langsung diangguki oleh Albirru.


"Baiklah, segera diapakan istri saya dan putri saya. Saya akan segera menyelesaikan administrasi semuanya dan menyiapkan transportasi untuk kembali kesana," ujar Albirru sembari membuka ponselnya untuk menghubungi asisten pribadinya yang tak lain adalah Johan.


Sang perawat pun hanya menganggukkan kepalanya lalu langsung kembali masuk ke dalam. Sementara itu, Jingga masih menggelengkan kepalanya menatap sang kakak yang berjalan menjauhi ketiganya dengan wajah yang tengah memerah karena menahan amarah.


Marcel pun membantu Veno yang jatuh ke lantai karena perlakuan dari Albirru. Jingga menatap tak enak kepada asisten pribadi sang kekasih hati. Ada perasaan menyesal karena telah membuat sang kakak marah.


"Maafin Jingga ya, Kak Ven? Andai tadi Jingga nggak bilang gitu, mungkin sama Albi nggak mukulin Kak Veno sampai seperti sekarang ini," ujar Jingga meminta maaf kepada Veno yang langsung disambut oleh anggukan kepala dari Veno. Laki-laki tersebut menyeka sudut bibirnya yang mengalir darah segar karena pukulan dari Albirru yang tak main-main.

__ADS_1


"Kita obatin dulu lukanya Kak Veno, ya? Jingga takut terjadi apa-apa sama mukanya Kak Veno," ujar Jingga yan membuat laki-laki tampan tersebut menggelengkan kepalanya. Marcel pun menetap Jingga yang tengah terduduk di kursi roda sembari menatap gadisnya tersebut dengan senyum tipisnya.


Lama mereka terdiam kerana Veno masih meredam rasa sakit yang Albirru berikan pada wajah dan perutnya.


Belum sempat Veno menjawab ucapan dari Jingga, beberapa perawat keluar dari ruangan tadi membawa Jazira yang masih terbaring diatas brankar menuju ruang yang telah disiapkan oleh Albirru.


Ya dalam sekejap, laki-laki tersebut telah menyiapkan mobil khusus yang dapat menampung brankar milik Jazira beserta putrinya untuk kembali ke ibu kota. Laki-laki tersebut tak akan menyia-nyiakan waktunya walau hanya sedikit untuk yang putri dan juga istrinya.


Terlihat raut wajah Jazira yang setengah sadar karena obat bius yang sang dokter berikan. Jingga menatap sang kakak yang tengah dibawa brangkarnya menuju sang kakak yang menunggunya diujung koridor dengan inkubator sang putri.

__ADS_1


Mau triple up lagi? Yuk komen yang banyak, supaya Kayenna tahu seberapa banyak yang mau Kayen triple up🙌


__ADS_2