
Karena melihat wanita yang beberapa hari ini menghantui pikirannya berada di club, seketika Albirru menjadi emosi. Dengan langkah yang sempoyongan, Albirru mendekati wanita yang sedang berjalan kearahnya.
"Apa yang kau lakukan disini, Ra?! Cepat keluar dari club ini!" Ucap Albirru sambil memegang tengkuk wanita itu dan mendekapnya erat. Ya, Albirru melihat bahwa wanita tersebut adalah Jazira.
"Ma... maaf Tuan Muda Albirru. Nama saya Sonya. Sepertinya kau salah orang. Tapi tak apa, apakah kau membutuhkan pelayananku Tuan? Jika ya, maka akan ku bawa kau ke ruang vip." Ucap wanita bernama Sonya itu yang seketika membuat Albirru melepaskan pelukannya.
Albirru menggelengkan matanya beberapa kali dan mengerjapkan matanya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat wanita lain yang memakai baju sangat minim, dan yang lebih parahnya lagi bahwa itu bukanlah Jazira. Sontak Albirru pun menghempaskan tubuh seksi Sonya dan memakinya.
"Dasar wanita tak tahu diri! Bisa-bisanya kau menawarkan tubuh menjijikan itu padaku hah?! Aku tahu skenario mu, kau pasti akan mengaku hamil anakku dan meminta pertanggungjawabanku bukan? Sebuah alasan yang sangat klise untuk wanita jal*ng sepertimu!" Ucap Albirru dengan suara tingginya karena suara musik yang menggema keras di club tersebut.
Dengan langkah gontai, Albirru berjalan keluar club dan segera masuk kedalam mobilnya. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Johan.
"Kau jemput aku sekarang!" Ucap Albirru setelah panggilannya dijawab oleh Johan. Albirru pun merebahkan badannya di kursi penumpang belakang dengan posisi tengkurap.
Johan pun bingung karena sang atasan pulang dari club di jam yang tergolong masih sore bagi Albirru. Apakah Tuan Albirru sedang ada masalah? Tanya Johan bermonolog sambil membuka pintu penumpang dan segera meminta agar sang sopir menjalankan mobilnya ke club.
Setelah sampai di parkiran club, Johan turun dari mobil pribadinya dan berjalan mendekati mobil sport berwarna merah milik sang atasan. Dia langsung memasuki mobil dan duduk dibelakang kemudi.
Johan hanya menggelengkan kepalanya mendengar Albirru yang sedang meracau tak jelas. Sampai tiba dimana Albirru yang berulang kali menyebut nama Jazira Altamaira dalam racauannya yang membuat Johan memberhentikan mobilnya.
"Tuan, mengapa dengan Nona Jazira? Apakah ada masalah dengannya?" Ucap Johan sambil memutar badannya menghadap belakang. Betapa terkejutnya Johan ketika melihat senyuman lebar dari Albirru setelah sekian lama Johan tak melihatnya lagi.
__ADS_1
Ya semenjak sang Ibu yang lebih memilih pria lain dan mendorong sang Ayah hingga jatuh dan meninggal, Johan tak lagi melihat senyum dari Tuan Mudanya. Tapi kali ini, hati Johan menghangat tatkala melihat senyum manis di wajah tampan milik Albirru.
"Ya, aku memiliki masalah dengannya. Entah mengapa, wajah polosnya selalu hadir dalam benakku. Kau tahu Jo? Saat berbicara dengannya, jantungku berasa tak aman. Dia sangatlah cantik. Apakah aku terlalu kejam karena menjadikannya sebagai istri kontrakku?" Tanya Albirru sambil menatap mata Johan dengan iris mata polosnya.
Mata yang selalu menyiratkan rasa kasih sayang kepada orang lain, itulah yang sangat Johan rindukan dari anak sahabatnya itu. Setelah kematian sang Ayah, Albirru sangatlah berubah.
Dia tak suka akan keramaian dan sangat membenci wanita. Johan merasa sangat jengkel ketika banyak berita yang menyiarkan bahwa sang atasan tak normal. Mereka semua mengatakan bahwa Albirru tidak menyukai wanita.
Ya, mereka semua tak mengetahui trauma apa yang Albirru miliki sehingga dia sangatlah membenci wanita. Kecuali dua wanita yang sangat berharga dihidupnya. Mbok Sum, dan wanita yang sangatlah dia cintai.
"Benarkah, Tuan? Baguslah jika seperti itu. Bukankah kalian akan menikah? Bagimana jika dipercepat saja, Tuan? Selain dapat menyelesaikan masalah tentang isu tak sedap tersebut, Tuan Muda pun dapat lebih dekat dengan Nona Jazira. Bagaimana?" Ucap Johan sengaja memancing Albirru.
"Ehm, baiklah ide mu sangat cemerlang Jo. Bawalah dia ke kantor. Kita buat perjanjian kontraknya dan menyiapkan pernikahannya." Ucap Albirru dengan suara yang semakin melemah. Dapat Johan katahui bahwa sang atasan pastilah sudah tertidur.
Sesampainya Johan didepan gerbang tinggi berwarna hitam tersebut, Johan lantas membunyikan klakson mobil milik sang atasan dan segera memasuki rumah besar tersebut setelah Mbok Sum membukakan pintunya.
Dengan perlahan, Johan memapah tubuh kekar milik Albirru dan membawanya masuk. Setelah berhasil merebahkan tubuh Albirru di ranjang dengan ukuran king size tersebut, Johan pun berjalan mendekati Mbok Sum.
"Mbok, saya mau bicara sebentar bisa?" Ucap Johan sopan sambil menatap wanita yang berumur lebih dari setengah abad itu. Mbok Sum pun hanya menganggukkan kepala dan berjalan menuju ruang tamu.
"Begini Mbok, Tuan Muda akan segera menikah." Ucap Johan mengawali pembicaraan setelah duduk berhadapan dengan Mbok Sum.
__ADS_1
"Ya Allah, Gusti! Sing tenan Jo? Cewek ngendi sing iso nggawe Tuan Albirru gelem nikah ki? Alhamdulillah, semoga lancar sampai hari H." Ucap Mbok Sum dengan logat campuran nya, karena Mbok Sum merantau ke Jakarta sejak muda dan dia berasal dari Jawa.
"Namanya Jazira Mbok, dia gadis yang baik dan polos. Tapi pernikahan mereka hanyalah kontrak, Mbok. Tuan Muda hanya ingin membebaskan dia dari isu belakangan ini, dia juga berniat melindungi Jazira dari gangster milik ayah tirinya." Ucap Johan lalu menceritakan semua hal tentang Jazira dan rencana milik Albirru.
**************
Keesokan harinya, Jazira yang hanya sendiri di rumah sakit pun dengan susah payah berjalan ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya. Ketika merasa sakit, Jazira hanya meringis kesakitan dan menangis.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Jazira pun berjalan keluar dari kamar mandi dengan susah payah.
Betapa terkejutnya Jazira ketika melihat sang Kakak tiri bersama dengan teman-temannya. Dengan susah payah, Jazira menelan salivanya dan berjalan menuju brankar.
Marcel yang melihat Jazira keluar dari kamar mandi pun berjalan mendekati brankar milik Jazira.
"Zi, kamu ikut Kak Marcel pergi dari sini ya? Kak Marcel nggak akan membiarkan kamu mendapatkan calon suami yang salah. Kamu cukup diam dan jangan banyak bicara. Mengerti?" Ucap Marcel yang membuat Ajzira menggelengkan kepalanya.
Wanita mana yang senang jika dinikahi oleh seorang gangster yang kejam? Jelas saja Jazira menolak.
Tanpa aba-aba, Marcel pun berjalan cepat mendekati Jazira dan langsung menggendong tubuh Jazira. Jazira yang terkejut pun hanya bisa melotot dan seketika badannya menegang.
Marcel hanya tersenyum tipis lalu membalikkan badannya. Betapa terkejutnya Marcel ketika melihat seseorang yang berada di depan pintu tersebut. Begitupula dengan Jazira, badannya menegang melihat seseorang yang sangat dia dambakan.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan pada calon istriku hah?!" Ucap seseorang tersebut dengan wajah datarnya yang membuat jantung Jazira berdegup kencang.