
WAJIB LIKE DAN KOMEN DI KETIGA BAB NYA!
Albirru yang mendengar ucapan dari sang adik pun terkejut bukan main. Albirru segera menggelengkan kepalanya dan menatap nyalang kepada Jingga yang tengah menatapnya dengan tatapan meremehkan nya.
"Kenapa kamu jahat banget sih, Ngga?! Dia istri Kak Albi! Kamu nggak berhak buat misahin kita bertiga! Dan kamu pun tahu kalau Kakak ipar mu adalah istri sah Kak Albi! Bahkan kamu juga tahu bahwa perceraian itu di benci oleh Tuhan, tapi kenapa kamu seolah-olah mendukung keputusan dari Kakak mu itu?!" tanya Albirru dengan nada marah nya yang sama sekali tak membuat Jingga ketakutan.
"Bener gue tahu kalo Kak Zizi adalah istri sah lo! Tapi Gue rasa lo lupa soal surat perjanjian kontrak pernikahan kalian? Bukankah kontrak itu telah berakhir bulan ini? Lo lupa atau sengaja lupa, hah?!" tanya Jingga yang langsung membuat Albirru terkejut.
Dirinya baru teringat bahwa kontrak pernikahan antara dirinya dan sang istri telah berakhir tepat di bulan ini. Ya, bahkan di akhir kontrak pernikahan mereka, Albirru malah menorehkan luka dalam hati sang istri. Bisa saja jika dirinya tak gegabah dan memilih Larina, mungkin mereka akan berbahagia bersama dengan Arasa dan membatalkan kontrak pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
"Nggak, Ngga! Kak Albi akan batalkan semua kontak perjanjian itu, Kak Albi nggak mau pisah dari kakak kamu! Kak Albi akan berusaha supaya Kakak kamu maafin Albi. Bantu Kakak, Ngga!" rengek Albirru kepada sang adik yang sama sekali tak dihiraukan oleh Jingga.
Atensi mereka bertiga pun terpecah karena kedatangan seseorang yang berdiri menatap ketiganya dengan tatapan datarnya. Jingga yang menyadari siapa yang datang pun menolehkan kepalanya dan tersenyum menatap laki-laki tampan yang ada di seberang sana.
"Kak Veno?! Sini Kak!" seru Jingga yang membuat laki-laki tampan yang tengah berdiri menatap mereka bertiga itu tersadar dan menganggukkan kepalanya. Laki-laki bertubuh tegap tersebut berjalan mendekati ketiganya dan menatap Albirru dengan tatapan yang tak bersahabat.
Veno yang tahu bahwa Albirru tak berniat untuk menerima perkenalannya pun menarik tangannya kembali. Laki-laki tampan tersebut menatap Albirru dengan netra tajamnya sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
"Gue Veno, asisten pribadinya Marcel. Gue juga yang berniat buat nikahin Zizi setelah lo cerai sama Zizi. Asal lo tau, gue yang akan lebih dulu maju ketika lo sakitin sahabat gue lagi! Gue nggak segan-segan akan bawa istri dan anak lo itu pergi jauh dari lo, lagi!" ujar Veno dengan percaya dirinya yang membuat Albirru langsung bangun dari posisi awalnya.
__ADS_1
"Ba*sat! Siapa lo, hah?! Seenaknya mau rebut istri gue!" seru Albirru sembari memukul rahang tegas milik Veno yang membuat Jingga dan Marcel terkejut.
"Pergi dari hidup istri gue! Gue nggak akan pernah lepasin Maira!" imbuh Albirru dengan amarahnya dan semakin memukul wajah tampan milik Veno secara membabi buta tanpa mengindahkan teriakan Jingga dan seruan dari Marcel.
Albirru masih terus memukul wajah tampan milik Veno, bahkan kini Albirru memukul perut milik Veno yang membuat Veno memekik kesakitan.
Tiba-tiba suara dari seseorang membuat Albirru yang tengah melampiaskan amarahnya kepada Veno segera menolehkan kepalanya.
Kayenna ucapkan Jazakillah Khairan Katsiran untuk Mam dan semuanya yang telah memberi dukungan dan kerja sama nya untuk Kayenna. Peluk jauh dari Kayen.
__ADS_1