ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 70


__ADS_3

"Selamat pagi semuanya, maaf sekali saya terlambat," ucap Jazira dengan gugupnya yang membuat semua orang menatap dirinya. Beberapa orang yang memang sudah mengenal Jazira pun sempat terkejut bukan main ketika melihat istri dari sang atasan tiba-tiba datang di acara rapat mereka.


Terlebih lagi Johan, laki-laki dengan kacamata yang bertengger indah di hidungnya itu menatap Jazira penuh keterkejutan sekaligus bingung. Mengapa Jazira tiba-tiba berada di ruangan rapat penting milik Albirru.


Jangan tanyakan bagaimana reaksi Albirru, laki-laki tersebut berdiri mematung sembari menatap wanita yang tengah mengandung itu. Jazira yang berdiri dihadapan semua orang pun melipat bibirnya kedalam ketika matanya bertemu dengan netra tegas sang suami.


Lalu dengan segera Jazira memotong tatapan keduanya dan menatap salah satu orang yang berdiri di ujung ruangan yang dia yakin adalah moderator di dalam rapat ini.


"Saya memaklumi keterkejutan Anda semuanya. Perkenalkan nama saya Jazira Altamira, selaku pemilik perusahaan JA Company," ujar Jazira yang membuat Albirru bertambah terkejut lagi.


Albirru diam mematung mendengar penuturan sang istri yang ternyata pemilik dari salah satu perusahaan besar yang tengah dia inckar kali ini. Tatapan Albirru beralih pada perut Jazira yang terlihat besar itu dan jantung yang berdegup dengan kencang.


"Oh yernyata Anda pemilik dari perusahaan Ja Company? Selamat datang Nyonya Jazira. Saya sedikit khawatir, takut Anda maupun perwakilan Anda tidak jadi datang untuk melakukan rapat ini," ucap sang moderator yang membuat Jazira tersenyum ramah.


Jazira pun berjalan mendekati meja yang berada paling depan di antara semuanya ada langsung berhadapan dengan Albirru.


"Silakan langsung Anda Perkenalkan diri Anda dan Anda bisa langsung memulai rapat ini. Anda pun bisa langsung menjawab beberapa pertanyaan yang akan diberikan kepada para relasi bisnis dari perusahaan ini," ujar sang moderator yang langsung diangguki oleh Jazira.


Jazira pun segera memperkenalkan dirinya menggunakan Bahasa Indonesia serta Bahasa Inggris karena dia melihat ada beberapa orang yang dia yakini bukan aku orang Indonesia. Sehingga dirinya menggunakan dua bahasa untuk rapat ya kali ini.


Albirru benar-benar dibuat menganga oleh perubahan sang istri kali ini. Ini benar-benar Jazira yang berbeda. Dia bukan lagi Jazira yang hanya lulusan SMA dan kurang wawasan luas. Kali ini dia adalah seorang Jazira Altamaira, salah satu pimpinan perusahaan besar yang akan menjadi relasi bisnisnya kelak.

__ADS_1


Jazira menjelaskan semuanya secara detail dan sempurna. Bahkan para relasi bisnis Albirru pun dibuat terpana dengan kelihaian Jazira dalam menjelaskan segalanya dan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka semua.


Jangan berpikir jika Albirru hanya asyik menatap perubahan sang istri. Dia menyimak semua yang dikatakan oleh wanita yang masih sah menjadi istrinya tersebut. Tak jarang dirinya akan bertanya kepada Jazira mengenai prospek kerja dari perusahaan Jazira yang semakin membuat Jazira semangat menjawab semua pertanyaan yang diterimanya.


Setelah berlangsung beberapa lama, akhirnya Albirru tengah mendiskusikan hal tersebut bersama Johan dan general manager nya tentang rencananya. Sedangkan Jazira yang Sedari tadi berdiri pun segera duduk dan mengurut bagian punggungnya yang terasa sedikit pegal.


"Berapa bulan usia kandungannya?" tanya seorang wanita yang mungkin sepantantaran dengannya. Jazira pun tersenyum lalu mengelus perutnya yang besar itu.


"Tiga puluh tiga minggu," jawab Jazira disertai senyum leganya setelah berhasil menyelesaikan rapatnya dengan baik.


"Benarkah? Kenapa Anda masih bekerja saat mengandung tua seperti ini? Apakah suamimu tak melarangmu?" tanya wanita itu yang membuat Jazira melirikkan matanya kepada Albirru yang juga tengah menatapnya pula.


"Suamiku tak melarangku untuk melakukan semua ini. Bahkan dia tak memperdulikan saya dan anak saya ini. Biarkan saja, selagi Mama nya dapat bekerja dan menghidupinya, mungkin saya tak akan membutuhkan laki-laki yang tak bertanggung jawab itu." Albirru langsung menatap tajam Jazira karena tak sengaja mendengar ucapan istrinya itu.


"Baiklah, kami sepakat untuk menyetujui kerja sama ini. Selanjutnya bagian dari kami akan segera menghubungi pihak perusahaan JA Company. Selamat Nyonya Jazira," ujar general manager dari perusahaan Albirru yang membuat Jazira terkejut.


Nampak raut wajah bahagia dari Jazira ketika mendengar hal tersebut. Semua orang yang ada di ruangan itu pun mulai berdiri dari duduknya untuk menyalami Jazira. Jazira pun ikut berdiri dan menyalami semua orang yang menyalaminya.


Jingga tiba dimana Johan dan Albirru yang berjalan mendekati ibu hamil yang wajahnya tengah berseri indah itu. Johan langsung menyalami Jazira yang membuat gadis itu tersenyum semakin lebar.


"Paman Johan!" seru Jazira sembari menyalami tangan milik Johan yang membuat laki-laki itu tersenyum bangga pada Jazira.

__ADS_1


"Paman bangga sama kamu, Nak!" ujar Johan sembari memeluk tubuh Jazira yang membuatnya sedikit kesulitan memeluk wanita karir itu.


"Terimakasih banyak, Paman. Bagaimana kabar Paman dan Mbok Sum? Apakah Mbok Sum juga sehat?" tanya Jazira setelah melepas pelukan keduanya. Johan mengelus lengan milik Jazira dan puncak kepala milik ibu hamil itu.


"Puji syukur kami semua sehat, Nak. Bagaimana kandunganmu? Apakah dia tumbuh sehat di dalam sana?" jawab Johan sembari mengelus perut Jazira yang besar sembari sedikit membungkukkan badannya. Jazira sedikit tertawa geli karena usapan laki-laki yang telah dia anggap sebagai orang tuanya itu.


"Sejauh ini dia baik-baik saja. Meski banyak rewelnya," jawab Jazira enteng yang langsung disambut oleh tawa ringan dari Johan.


"Rewel minta ketemu bapaknya ya," goda Johan yang membuat Albirru serta Jazira saling melemparkan pandangan.


"Bapaknya yang mana ya? Nggak ada bapaknya, Paman Jo. Orang bapaknya nggak mau ngakuin," canda Jazira yang membuat Albirru diam membeku. Laki-laki itu menatap tajam kepada Jazira yang tengah tertawa geli bersama dengan Johan.


"Kalo nggak mau ngakuin tinggalin aja lah," ucap Johan mencoba memanaskan suasana yang langsung ditanggapi oleh Jazira.


"Oh so pasti lah Paman. Habis lahiran langsung check out," kelakar Jazira yang membuat Johan serta wanita tadi sempat tertawa. Albirru yang saat ini tengah menahan amarahnya karena candaan Jazira dan Johan pun hanya mencoba untuk meredakan emosinya.


"Apakah kalian hanya akan bercanda ditengah rapat ini? Cepat persiapkan semuanya, bukankah kalian harus kembali bekerja?" ucap Albirru menyela tawaran mereka yang membuat Johan tersenyum penuh arti pada Jazira.


Setelah kepergian Johan dan wanita tadi untuk kembali ke kursinya masing-masing, Albirru pun berjalan lebih mendekat ke Jazira. Laki-laki itu mengulurkan tangan kanannya untuk menyalami Jazira.


"Selamat, aku berharap kau bisa bersikap profesional." Jazira tersenyum miring mendengar penuturan Albirru. Dia lantas menyambut salaman dari Albirru yang membuat wanita itu diam membeku.

__ADS_1


Ada sesuatu yang berbeda dalam hatinya ketika tangannya bersentuhan dengan Albirru. "Tentu saja, saya pasti akan berkerja secara profesional. Senang bisa bekerja sama denganmu, Tuan Albirru."


__ADS_2