ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN
BAB 43


__ADS_3

Albirru yang mendengar ucapan Jazira pun segera meletakkan sendok yang sedari tadi berada di genggamannya dan berjalan cepat mendekati Jazira yang masih membenarkan sepatunya.


Jazira yang hendak berdiri dan berjalan keluar rumah pun terkejut karena sang suami lebih dulu berdiri di hadapannya. Mbok Sum yang melihat hal tersebut pun segera mengundurkan dirinya dan berjalan kembali ke dapur.


Jazira sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah sang suami. Lengannya yang berada di cengkeraman tangan besar sang suami pun membuat Jazira berusaha melepaskan cekalan sang suami.


"Bisakah kau melepaskanku? Ada seseorang yang menungguku di luar sana," ucap Jazira sambil menatap netra milik suaminya. Albirru masih tak bergeming dari perbuatannya, dia menatap Intens wajah milik istrinya lalu memeluk pinggang mungil Jazira dan mendekatkan pada tubuhnya.


Albirru mendekatkan wajahnya ke Jazira, yang membuat Jazira memejamkan matanya. Albirru menatap lebih intens kedua netra milik Jazira yang tertutup dengan tangan yang semakin mengeratkan pelukannya kepada sang istri.


"Kau tak bisa pergi tanpa izinku, jika kau melakukan hal itu maka aku akan menuntutmu karena melanggar surat kontrak pernikahan kita," bisik Albirru yang membuat Jazira membuka matanya.


"Tuntut saja aku! Jika aku aku bisa membayar dendanya maka akan kubayar dengan uang transferanmu, dan jika tidak maka mungkin aku bisa ditahan. Bukankah itu akan baik untukku? Sehingga aku bisa pergi jauh dari mu tanpa melanggar kontrak? Dan masalah izin atau bukan, jika kau bisa pergi seenak hati dengan Larina tanpa izinku, lalu kenapa aku tak bisa?" jawab Jazira sambil mendongakkan kepalanya sehingga hidung keduanya hampir bersentuhan.


"Kau istriku, Ra. Kau tak akan pernah bisa pergi dariku!" ucap Albirru tegas yang membuat Jazira tertawa hambar. Jazira menatap Larina yang tengah menatap keduanya dengan tatapan tajamnya.


"Kau bisa melihat wanita itu? Dia tengah mengandung anakmu! Kau anggap saja dia sebagai penggantiku! Aku muak jika terus-terusan seperti ini! Kau bukanlah lelaki tegas yang bisa menentukan apa pilihan hatimu!" bentak Jazira dengan mata yang mulai memanas. Jazira mencoba mendorong tubuh kekar sang suami namun usahanya gagal.


Albirru memeluk tubuh milik sang istri. Lagi lagi, Jazira tak dapat membendung tangisnya. Dia menangis sambil mencengkeram erat kaus bagian belakang milik suaminya. Karena memang setelah Jingga masuk menyusul Jazira, dirinya pergi ke ruang laundry untuk mengambil bajunya.


"Tidak akan ada wanita lain yang dapat menggantikan posisimu sebagai istriku, Ra. Bahkan aku berjanji akan mempertahankanmu sampai akhir," tegas Albirru yang semakin memecahkan tangis sang istri.

__ADS_1


"Jangan pernah berjanji padaku jika pada akhirnya kau mengingkarinya. Lepaskan aku, temanku sudah menunggu!" protes Jazira mencoba meminta kepada Albirru untuk melepaskannya.


Albirru yang masih enggan melepaskan pelukannya kepada Jazirq pun mengeratkan pelukannya kepada sang istri. Kesabaran Jazira telah habis ketika melihat Larina berjalan mendekati Albirru dan berdiri di belakang sang suami.


"Kubilang, lepaskan aku! Apa kau tuli?!" bentak Jazira dengan nada tinggi sambil mendorong tubuh Albirru, sehingga dirinya dapat terlepas dari pelukan Albirrru.


Albirru sedikit tersentak dengan suara tinggi yang keluar dari mulut mungil milik Jazira. Dia menatap sang istri yang tengah menatapnya pula dengan tatapan emosi.


"Kau tak perlu repot-repot mengurusku atau melarang apapun yang aku lakukan! Sejak wanita itu datang ke rumah ini dengan membawa kabar bahagia untuk, dirimu. Mulai saat itulah, aku menyerahkan hubungan ini padamu. Aku pergi!" ucap Jazira tegas lalu pergi meninggalkan Albirru yang tengah menatap kepergiannya.


Setelah kepergian Jazira dari pandangannya, Albirru pun menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu berjalan kembali ke kamarnya. Belum beranjak jauh, suara Larina kembali menyapa pendengarannya.


"Kamu mau kemana, Mas?!" jerit Larina dengan nada marahnya karena Albirru sama sekali tak menghiraukan dirinya. Albirru membalikkan badannya menghadap ke Larina dan menatap wanita yang tengah mengandung dengan tatapan tajamnya.


Larina yang sama sekali tak digubris oleh Albirru pun mengepalkan tangan kanannya erat sambil bernafas dengan tak teratur.


"Akan ku ambil suamimu, Jazira!" seru Larina dengan geramnya lalu berjalan meninggalkan rumah mewah milik Albirru.


*****


Sore harinya, Albirru yang baru saja menyelesaikan meetingnya di salah satu cafe terkenal pun menghela nafasnya lega. Albirru menyandarkan punggungnya sambil memijat pelipisnya perlahan. Dirinya memikirkan sang istri yang tengah marah pada dirinya.

__ADS_1


Albirru pun memejamkan matanya perlahan sambil membayangkan bagaimana hubungannya dengan Jazira jika memang benar bahwa anak yang Larina kandung tersebut adalah anak kandungnya.


"Seorang CEO sukses yang sebentar lagi akan memiliki putra kecil dari selingkuhannya, bukankah akan menjadi berita yang sangat menggemparkan?" ujar seseorang dengan tepukan tangannya yang langsung membuat sang CEO muda membuka matanya.


Albirru mendongakkan kepalanya dan menatap lelaki gagah berpakaian rapi nan mewah. Dia menatap tajam Marcel yang sedang menatapnya penuh ejekan serta senyum miringnya.


"Gimana kabar Zizi? Masih sehat plus waras kan? Gue takut mental cewek gue ke ganggu gara-gara ulah bejat lo!" ucap Marcel sarkas sambil duduk di hadapan Albirru yang masih menatap tajam dirinya.


"Se bejat bejatnya gue, gue nggak akan sia-siain cewek sebaik dan secantik Zizi buat remahan kek cewek lo itu. Sayangnya lo terlalu bod*h, sampai lo nggak bisa bawain mana yang tulus serta mana yang pencitraan," imbuh Marcel yang membuat Albirru sedikit tersulut emosi.


"Gue yakin lah, pasti lo punya anak dari cewek lain lo bakal buang Zizi gitu aja. Menurut gue, bukan sebuah penghinaan kalau gue pakai bekas lo," ujar Marcel yang benar-benar menyulut emosi Albirru, terlihat dari Albirru yang mulai berdiri dari duduknya.


"Eitss, sabar bro! Mau dalam keadaan dia virgin atau enggak, gue bakal terima. Tanpa embel-embel apapun itu lagi. Eh tapi tunggu, bukannya Zizi udah nggak virgin di tangan lo ya, Cel?" desis Marcel yang langsung membuat Albirru menonjok wajah tampannya.


"Lo jangan kurang ajar sama gue! Jazira istri gue! Cuma gue yang bisa sentuh apapun yang ada di tubuhnya! Lo nggak berhak sama sekali!" bentak Albirru sambil terus memukul wajah tampan milik Marcel, dengan tangan kirinya mencengkram erat kerah kemeja milik Marcel.


Marcel yang berusaha melindungi dirinya pun memukul perut Albirru dengan kuat yang menyebabkan Albirru terhuyung ke belakang dan kembali duduk di sofa nya. Marcel mengusap kasar sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah lalu berdiri dan membungkukkan badannya untuk menatap Albirru.


"Jazirah sudah sepenuhnya milik gue! Bekas goresan luka di dada bagian kirinya memberikan tanda bahwa pada malam itu, kita telah menyatu sempurna tanpa gangguan mu bahkan orang lain! Mungkin ini hukum alam, alam lah yang membawa Jazira untuk kembali pada lelaki yang telah memiliki dirinya seutuhnya sebelum lelaki bejat sepertimu menemukan dirinya!" bentak Marcel lalu pergi meninggalkan Albirru yang sudah berpikir kalut.


Mam semua dapat cerita ini dari mana?

__ADS_1


FB? Novel SEMUA SALAH IBU, atau dari mana nih? Comment ya, biar Kayen bisa tahu😁.


Maafkan Kayenna karena jarang up, semoga Mam semua sehat selalu dan murah rezeki ya, Aamiin.


__ADS_2